BELAJAR SPEAKING DIMULAI DARI MANA?

MEMOIR of a ONCE SPEAKING BEGINNER:

“Belajar bahasa sama seperti belajar mengemudi, semakin dibawa semakin bisa. Terpenting tau kondisi jalanannya aja.”

Kalian khawatir tidak tau mulai dari mana? simak penjelasan berikut ini:

Ini ceritaku. Road to speaking for IELTS. Melalui tulisan ini aku ingin berbagi cerita ke kalian, pengalamanku belajar Bahasa inggris (speaking) dari nol sampai mempersiapkan diri mengambil Official Test for IELTS.

Cerita yang cukup menggelitik tapi ini serius aku alami. Perjalanan belajar speaking yang tidak bisa aku lupakan. Kalau kalian menemukan impossibility & unrelated, artinya ada perbedaan dari kita, ya, ditanggapi biasa aja, karena aku yakin kalian juga punya maksud sendiri belajar Bahasa Inggris.

Seperti yang aku jelaskan diatas, aku punya keinginan untuk mendapatkan approvement dari Lembaga Internasional terhadap kemampuan Bahasa Inggrisku. Jadi mulai dari sini aku memulai memetakan steps and goals.

Sampai tahun 2016, aku Cuma tau nilai test TOEFL aja sebagai bukti kemampuan Bahasa Inggris, selebihnya aku buta, tidak tahu ada test Bahasa Inggris lain yang lebih diterima oleh semua Lembaga Pendidikan di Indonesia dan luar negeri. Jadi aku hanya mempersiapkan diri untuk menjawab soal-soal yang akan ditanyakan pada saat tes TOEFL. Contohnya adalah test Listening, Reading dan Structure.

Kalian tahu, selama belajar TOEFL, aku hanya belajar trick-trick-nya saja. Hanya fokus pada mencari kemungkinan jawaban benernya yang mana, bukan mencari jawaban benernya yang mana. Alhasil, waktu yang aku gunakan malah terbuang sia-sia. Bukannya meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris malah belajar memutuskan dan memilih kamu, eeeits jawaban multiple choices maksudku: a,b,c, dan d dari hasil penentuan kemungkinan benar tadi, hahaha. Tapi belajar TOEFL-nya aku hanya dirumah saja, tidak ikut kursusan.

Nah, dulu aku pernah mendapatkan kesempatan ke kampung Inggris diakhir tahun 2016, disini, mata terbuka lebar, niatanku mau improve TOEFL pudar, seperti hatiku yang berantakan setelah mengetahui TOEFL bukan apa-apanya lagi saat ini. Test ini hanya menjadi no 2 setelah IETLS datang, dan menyerang negara Api. Hahaha.

Padahal aku bangga banget datang ke kampung Inggris bawa hasil test TOEFL 450. Nyampe kesini dibantai perasaan sendiri melihat orang lain

Oke kataku dalam hati. Jadi aku belajar IELTS sekarang. Begitu tiba di kosan Pare, koper, dan barang lainnya segera kutinggalkan dikamar, aku menuju lokasi pendaftaran IELTS di Global English.

Keesokan harinya test. Aku pikir test-nya sama seperti TOEFL, eh ternyata bukan, ada speakingnya   HAHA.

Mati, ngomong apa aku nanti. Mulai deh aku gemetaran dan berkeringat dingin. Tiba di lokasi test, dalam sebuah ruangan ber-AC, tutor cantik dan rapi udah menunggu aku tiba. Langsung ditanya “What`s your name, Dude?” Oke lah aku paham, langsung aku jawab pakai nama lengkap. Terus dia nanya lagi, “How can I address you?”, karena ada address, aku kira ini alamat, eh, KAMPRET, ternyata dia nanya nama panggilanku apa. Kesel akan.

Keesokan harinya hasil placement test-ku keluar dan aku ditaruh di kelas pre-speaking. Salah apa bunda mengandung, hingga aku sebodoh ini. Aku kira nilai TOEFL 450 udah hebat. Tiba di pare aku dibantai tanpa perlawanan hanya dengan sebuah pertanyaan.

Jadi aku tidak mau berlarut dalam kesedihan dan keterpurukan lebih dalam, sakit banget. Karena aku ambil program IELTS, semua barang kupindahkan ke IELTS SUPER CAMP dan disana aku mendapat seorang tutor pendamping. Dia yang mengarahkan aku belajar Bahasa Inggris dari NOL.

Dua periode awal belajar, harusnya aku mendapat 12 pertemuan, tapi, ini bukan masalah rajin masuk kelas maka dia yang dapat nilai tinggi, tidak, melainkan self-improvement. Tutor aku menyarankan aku masuk 3 kelas saja setiap periode dan tinggal di camp untuk self-study. Disinilah pentingnya aku menjelaskan hal dasar bagaimana belajar speaking. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Menentukan tujuan

Kembali ke hal sebelumnya, aku mau meng-up skill speaking for IELTS, maka motivasiku sudah jelas. Kalian silahkan tulis mimpi sendiri dengan begitu kalian akan fokus pada pencapaian sendiri. Tujuan ini akan membantu kalian fokus pada topik yang ingin dibicarakan, karena kita pemula sekali yang zero knowledge, no what to know, & no idea at all. Ini akan menjaga kita sendiri pada ranah yang ingin dicapai.

Misalkan nih, kalian ingin lancar speaking buat bisa pacarin bulek, ya kan? Atau ingin bisa menunjukkan kebolehan speaking kalian di depan calon mertua kali, silahkan. Terpenting kalian punya tujuan deh. Supaya lebih mudah mencari  Bahasa yang relevan dengan topik itu.

  1. Adding Vocabulary

Setelah kalian nge-set apa tujuan, maka saatnya enriching Vocabulary. Nambah kosa-kata. Bullshit dah kalau ada yang bilang, bisa ngomong lancar selama seminggu, tapi vocabulary-nya tidak ditambah, ditambah pada topik tertentu, topik yang ingin dibicarakan maksudnya.

Jelas kan? Aku tuh begini, untuk speaking for IELTS, ada part 1, isinya adalah topik identity atau who you are and what`re you doing.  Jadi kosa-kata yang aku hafal dan cari adalah kosakata tentang keluarga, kampus, dan hobi. Tidak perlu tahu segalanya dulu, hanya untuk menjawab pertanyaan itu saja kok. Jadi kalian juga demikian, biar fokus.

Kalau sudah fokus maka nanti flexibility saat ngomong akan tercapai dengan sendirinya, Intinya Vocabulary, yah!

  1. Pilih referensi kosakata dari mana saja

Masih pada manajemen vocabulary. Untuk lokasi informasi tentang topik dan kosakata yang ingin kalian dapatkan, jangan hanya bermodalkan satu aja, ini tidak membantu sama sekali, karena akan ada banyak pertanyaan sejenis tapi berbeda kosakata yang digunakan, nanti kalian mengalami  serupa denganku, merasa goblok pada saatnya. Untuk mencari synonym aku nyaranin kalian untuk sering buka kamus Merriam Webster, karena disini ada update-an informasi kosakata baru selalu.

Kosakata bisa didapatkan dari reading maupun listening. Pokoknya cari setiap hari dan temukan kosakata baru.

  1. Jangan hafal per kata tapi per kalimat

Ini penting. Kebiasaan orang belajar Bahasa pada umumnya adalah menghafal per kosakata. Ini menyulitkan, kenapa? Karena tidak mudah bagi kita pemula untuk menggunakannya dalam praktek speaking. Percaya deh. Aku mengalaminya.

Kalau dihafal per kalimat, kita akan langsung bisa gunakan tanpa membuka kamus Kembali untuk melihat contoh penggunaan. Udah begitu saja.

  1. Upgrade caramu say hello

Biasakan diri untuk menambah jumlah kalimat sapaan setiap hari. Gunanya untuk meningkatkan flexibility saat ngomong. Bukan Cuma say “good morning”, “good afternoon”, “good night” tapi cobalah sesekali nambah kalimat sapaan seperti what`s up, Bro? atau how’re you doing? Dan ada sederet kalimat sapaan serupa bila kalian googling.

  1. Cari partner berbeda setiap hari

Penting banget. Kamu kalau mau lancar dan mumpuni dalam percakapan biasa, maka carilah teman ngobrol sebanyak mungkin. Jangan sama roommate setiap hari, introvert banget, kesel aku jadinya kan. Bahasamu tergantung teman-teman, kalau temannya itu-itu aja, mana mungkin cepat berkembang, orang ngobrolnya itu-itu aja. Jadi, ya, tambah partner ngomong.

  1. Tiru bulek

Biar kamu tidak medok, sering-sering buka youtube, liat tuh TED TALK atau cari aja PRIME MINISTER, ketemu deh Borris Johnson, Perdana Menteri Inggris lagi kuliah-in parlemen yang suka bikin program sendiri. Nanti setelah nonton, ambil beberapa kalimat dari speakers, lalu di-tiru, di-ulang dan dibuat semirip mereka ngomong.

  1. Be persistent

Oy, kalau udah lakuin hal-hal diatas. Percayalah kamu udah selangkah menuju kesuksesan, hasil udah dihadapanmu, sayang. Biarkan mereka yang sering praktek pakai kosa-kata itu-itu aja. kamu fokus pada pengembangan vocabulary-mu dan tetaplah pada pendirian. Lakuin hal diatas, maka Road to better speaking bukanlah mimpi buat kita pemula.

Oke. Aku rasa udah cukup. balik ke peribaratan kita diawal. belajar bahasa ibarat bawa mobil, cukup tau kondisi jalanannya aja, jalanan disini maknanya sama dengan topik bahasan. Kan ga mungkin bawa mobil lurus-lurus aja, pasti ada beloknya karena tikungan, pasti kita harus menyesuaikan setir biar belokannya lembut, begitu belajar bahasa, lebih aware pada topiknya, biar pada kosakatanya sesuai keadaan. Semangat buat kalian, silahkan dipraktikkan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *