
Halo, Bahasawan!
Apakah Bahasawan lagi siap-siap buat interview kerja pakai bahasa Inggris? Wajar kalau merasa gugup. Faktanya, banyak kandidat yang idenya sangat lancar di kepala, tapi waktu buka mulut malah nge-blank total. Biasanya ini terjadi karena ada rasa takut yang berlebihan akan melakukan kesalahan tata bahasa saat merangkai kata.
Nah, biar Bahasawan lebih percaya diri dan tahu persis area mana saja yang perlu diperbaiki, Bahasmin sudah merangkum 20 contoh grammar yang sering salah lengkap dengan cara membenarkannya di awal panduan ini. Bahasawan tidak butuh teori yang kaku, cukup pahami bentuk yang benar di bawah ini dan ikuti cara sederhana untuk menghindarinya agar bahasa Inggris kamu terdengar jauh lebih rapi dan profesional.
Kenapa Grammar Masih Sering Salah Saat Speaking dan Interview?
Pas ngobrol apalagi saat interview, otak kita kerja double buat memikirkan jawaban yang meyakinkan. Mengutip sebuah panduan dari British Council, berbicara secara fasih (fluency) dan berbicara dengan tepat (accuracy) adalah dua hal yang idealnya berjalan seimbang, tapi itu butuh proses bertahun-tahun. Saat kita harus ngomong spontan, wajar banget kalau kelancaran bikin kita tanpa sadar mengorbankan sedikit akurasi tata bahasa.
Kadang contoh grammar yang sering salah tuh sepele banget, kayak lupa nambahin huruf ‘s’ di akhir kata kerja. Ini murni karena Bahasawan lagi tegang dan di bawah tekanan, bukan karena kamu nggak paham dasar bahasa Inggris sama sekali.
Kalau cuma sekali keseleo lidah, rekruter pasti maklum. Tapi kalau polanya berulang, pesan utama yang pengen Bahasawan sampaikan bisa jadi bias. Mengutip artikel dari Worktalk yang mengacu pada tulisan di Harvard Business Review, tata bahasa yang baik itu pada dasarnya membangun kredibilitas. Orang, termasuk kolega dan bos, bakal lebih respek dan gampang mencerna pesan kita kalau bentuk kalimatnya benar.
Grammar yang Paling Sering Salah Saat Interview dan Speaking untuk Kerja!
Berdasarkan artikel Daily Writing Tips, menulis atau berbicara dengan tata bahasa yang wajar sangat penting agar lawan bicara paham maksud kita tanpa hambatan. Berikut adalah pola-pola yang paling rawan keliru saat interview.
Subject-verb agreement
Memasangkan subjek dengan kata kerja tunggal atau jamak secara konsisten sering luput saat ritme bicara lagi cepat.
Tense sederhana untuk pengalaman dan kebiasaan
Ngomongin pengalaman magang masa lalu malah pakai pola masa sekarang. Ini bikin alur waktu cerita jadi berantakan di telinga rekruter.
Preposition yang sering tertukar
Penggunaan kata sambung kayak in, on, atau at sering kebalik-balik karena kebiasaan translate mentah-mentah dari kepala.
Kalimat yang terlalu dipengaruhi terjemahan bahasa Indonesia
Bahasawan berusaha merangkai kalimat dengan menjiplak logika bahasa ibu 100%, jadinya struktur bahasa Inggrisnya terdengar kaku.
20 Contoh Grammar yang Sering Salah Saat Speaking dan Interview
Yuk langsung masuk ke poin utamanya! Biar makin percaya diri, ini 20 contoh grammar yang sering salah yang Bahasmin rangkum buat kamu pelajari.
Kesalahan subject dan verb
| Salah | Benar | Penjelasan |
| My team are very supportive. | My team is very supportive | “Team” dihitung sebagai satu kesatuan (singular), jadi pasangannya “is”. |
| She work hard every day | She works hard every day | Subjek tunggal (“She”) butuh imbuhan s/es |
Kesalahan penggunaan do / does / did
| Salah | Benar | Penjelasan |
| I not have any experience | I do not have any experience | Kalimat negatif butuh kata bantu “do”. |
| Did you went to the seminar? | Did you go to the seminar? | Setelah kata “did”, verb wajib balik ke bentuk awal (V1). |
| He don’t know the procedure. | He doesn’t know the procedure. | Subjek “He” pasangannya “doesn’t”, bukan “don’t”. |
Kesalahan present tense vs past tense
| Salah | Benar | Penjelasan |
| I graduate from university in 2021. | I graduated from university in 2021. | Kelulusannya udah lewat, jadi wajib pakai V2. |
| Last year, we open a new branch. | Last year, we opened a new branch. | Adanya kata “Last year” nandain kejadian di masa lalu (V2). |
| I am working here since 2020 | I have been working here since 2020 | Aksi masa lalu yang masih berlanjut sampai sekarang, pakai present perfect continuous. |
Kesalahan penggunaan have / has / had
| Salah | Benar | Penjelasan |
| I has finished the project. | I have finished the project | Subjek “I” selalu berpasangan dengan “have”. |
| We didn’t had enough time | We didn’t have enough time | Kalau udah ada “didn’t”, kata kerja harus balik ke V1 (“have”). |
Kesalahan preposition yang umum
| Salah | Benar | Penjelasan |
| I am responsible for manage the team. | I am responsible for managing the team. | Sesudah preposisi “for”, wajib pakai verb-ing. |
| I born in Jakarta. | I was born in Jakarta. | “Born” itu kata sifat, jadi butuh to be (“was”). |
Kesalahan penggunaan much / many
| Salah | Benar | Penjelasan |
| I have so many experience. | I have so much experience. | Pengalaman hidup (experience) nggak bisa dihitung bijian, jadi pakai “much”. |
| There are too much people. | There are too many people. | “People” itu bentuk jamak dan bisa dihitung. |
Kesalahan countable vs uncountable noun
| Salah | Benar | Penjelasan |
| I need some informations | I need some information. | “Information” nggak pernah ditambahin huruf “s” di belakangnya. |
| I bought an equipment | I bought some equipment | Sama kayak informasi, peralatan (equipment) tergolong uncountable. |
Kesalahan kalimat saat menjelaskan pengalaman kerja
| Salah | Benar | Penjelasan |
| I used to managing the social media | I used to manage the social media. | Pola “used to” wajib ketemu verb murni |
Kesalahan grammar saat menjawab kelebihan dan kelemahan
| Salah | Benar | Penjelasan |
| I am good in communication | I am good at communication | Pemasangan preposisi yang pas buat nunjukin bakat adalah “good at”. |
| My weakness are public speaking | My weakness is public speaking | Kalau cuma menyebut satu kelemahan saja, pakai “is”. |
Kesalahan grammar saat menjawab pertanyaan motivasi kerja
| Salah | Benar | Penjelasan |
| I look forward to hear from you | I look forward to hearing from you | “To” di kalimat ini murni sebagai preposisi penutup, jadi wajib ketemu verb-ing. Ini contoh grammar yang sering salah saat menutup sesi interview. |
Cara Memperbaiki Grammar Tanpa Harus Jadi Perfeksionis
Bahasawan nggak dituntut buat jadi ahli linguistik, kok. Kalau mau belajar pelan-pelan dari dasar, langsung meluncur aja ke panduan belajar grammar bahasa Inggris.
Fokus ke kesalahan yang paling sering kamu ulangi
Dari 20 contoh grammar yang sering salah tadi, coba kamu evaluasi tiga kesalahan mana yang paling sering kamu lakuin, lalu latih bagian itu dulu.
Gunakan pola kalimat aman yang bisa dipakai berulang
Hafalin beberapa struktur kalimat sakti yang udah pasti bener bentuknya buat pegangan kalau tiba-tiba nge-blank.
Bedakan grammar “penting untuk jelas” dan grammar “tambahan”
Benerin dulu hal basic kayak kecocokan subject dan verb, daripada maksa mikirin tenses rumit.
Perbaiki sedikit demi sedikit, bukan sekaligus
Pelan-pelan aja step-by-step biar memori otak kamu kuat nangkepnya.
Kesimpulan
Nggak ada yang instan ya, Bahasawan! Menghindari belasan contoh grammar yang sering salah ini adalah proses jangka panjang biar kamu makin percaya diri dan kelihatan meyakinkan di depan tim rekrutmen. Tetap santai, biasakan bersuara, dan jangan lupa cek panduan di belajar grammar bahasa Inggris. Yuk, tingkatkan kualitas bahasamu hari ini dengan level up bareng di Program Grammar bareng Kelas Bahasa!!
FAQ (Frequently Asked Questions)
Apakah grammar harus sempurna saat interview bahasa Inggris?
Nggak wajib 100% sempurna tanpa cacat. Cuma, meminimalisir contoh grammar yang sering salah bakal ningkatin kesan professional di mata lawan bicara.
Grammar apa yang paling penting untuk speaking kerja?
Fokus aja sama hal sederhana: pastikan Bahasawan lancar mencocokkan subject-verb agreement dan nggak kebalik-balik pakai tenses.
Bagaimana cara tahu grammar saya sering salah di bagian mana?
Cara termudah adalah merekam suaramu waktu mock interview, terus diputar lagi dan dievaluasi pelan-pelan.
Apakah bisa belajar grammar sambil latihan speaking?
Tentu bisa banget! Justru membiasakan lewat obrolan langsung itu jalan paling gampang buat nempel di ingatan.
Kapan sebaiknya fokus grammar, kapan fokus speaking?
Saat proses ngomong berjalan, fokus penuh ke fluency (kelancaran ide). Simpan urusan revisi grammar di akhir saat sesi evaluasi.
