
Halo Bahasawan!
Saat mempersiapkan dokumen untuk daftar kuliah atau melamar pekerjaan, persyaratan sertifikat bahasa Inggris seringkali muncul dan membuat kita harus memilih tes yang tepat. Dari sekian banyak istilah yang beredar, misalnya seperti ITP atau PBT, Bahasmin paham betul kalau singkatan-singkatan ini bisa membuat bingung. Banyak yang bertanya-tanya, tes mana yang sebenarnya harus diambil.
Buat yang baru pertama kali ingin mengambil tes, wajar jika merasa bingung. Terdapat jenis TOEFL PBT adalah ujian bahasa inggris dengan menggunakan kertas, iBT (Internet Based Test) yang dikerjakan via computer hingga ITP (Institutional Testing Program) yang sering diselenggarakan oleh institusi tertentu untuk keperluan internal, seperti pendaftaran beasiswa dan evaluasi kemampuan akademis.
Seiring berjalannya waktu, versi orisinal ujian TOEFL PBT banyak digantikan oleh TOEFL IBT dan TOEFL ITP untuk keperluan di dalam negeri. Paham dengan pasti arti TOEFL PBT adalah hal yang sangat penting. Jika Bahasawan salah mendaftar tes, akibatnya fatal. Sertifikat yang didapat tidak akan diakui oleh pihak kampus atau perusahaan tujuan, sehingga uang pendaftaran dan waktu belajar terbuang percuma
Yuk, mari kita bedah lebih dalam agar Bahasawan bisa mengambil keputusan yang tepat!
Pengertian TOEFL PBT adalah
Bahasawan tahu nggak sih, masih banyak orang mengira semua tes TOEFL itu sama! Faktanya, ada beberapa jenis tes TOEFL yang dikembangkan oleh pihak Educational Testing Service (ETS), lembaga resmi pembuat tes ini. Tapi banyak yang mengira bahwa semua sertifikat TOEFL memiliki fungsi yang sama untuk segala keperluan, padahal setiap jenis tes bahasa Inggris memiliki tujuan institusional yang spesifik.
Pengertian TOEFL PBT adalah tes evaluasi bahasa Inggris yang dikerjakan sepenuhnya secara manual menggunakan lembar jawaban kertas atau paper based test. Jadi, TOEFL PBT adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language – Paper Based Test. Meskipun penyelenggara resminya sudah banyak beralih ke format digital, institusi di Indonesia, baik kampus maupun instansi pemerintah, masih sangat terbiasa menggunakan istilah ini di brosur pendaftaran mereka.
Suasana, Durasi dan Format TOEFL PBT yang Perlu Diketahui
Saat mendengar kata ini, bayangan utamanya pasti duduk di meja ujian, mendengarkan audio dari pengeras suara ruangan, lalu menghitamkan lingkaran di lembar jawaban komputer menggunakan pensil. Eits, jangan salah dulu Bahasawan! Bagi Bahasawan yang penasaran, format TOEFL PBT terbagi menjadi tiga bagian utama yang sangat terstruktur, diantaranya:
1. Sesi Listening Comprehension (Mendengarkan)
Di bagian pembuka ini, Bahasawan akan menghadapi 50 soal. Waktu pengerjaannya tidak dikontrol oleh timer di kertas, melainkan bergantung pada durasi rekaman audio yang diputar, yang biasanya memakan waktu sekitar 35 sampai 40 menit. Karena audionya akan terus berjalan tanpa henti dan sama sekali tidak akan diulang, Bahasawan wajib menjaga konsentrasi tingkat tinggi sejak detik pertama!
2. Sesi Structure and Written Expression (Tata Bahasa)
Lanjut ke bagian kedua, jumlah pertanyaannya sedikit lebih sedikit, yaitu 40 soal. Tapi, tantangan terbesarnya ada di batas waktu! Bahasawan hanya diberikan waktu 25 menit saja untuk menyelesaikan seluruh soal grammar ini. Artinya, Bahasawan punya waktu kurang dari satu menit per soalnya. Bahasmin sangat menyarankan agar Bahasawan berlatih berpikir cepat dan jangan sampai membuang waktu terlalu lama jika menemui soal yang sulit.
3. Sesi Reading Comprehension (Membaca)
Ini dia sesi terakhir yang biasanya paling menguras energi. Ada 50 soal yang menanti untuk dijawab dengan jatah waktu 55 menit. Walaupun durasinya terasa paling longgar, ingatlah bahwa teks bacaan bahasa Inggris yang disajikan lumayan panjang dan padat informasi. Bahasawan akan sangat membutuhkan teknik membaca efisien untuk bisa menyelesaikannya tepat waktu tanpa kehabisan napas.
Lalu, kenapa total waktu tesnya bisa sampai 2,5 jam?
Secara keseluruhan, format tes toefl berbasis kertas ini memiliki 140 pertanyaan pilihan ganda yang harus diselesaikan dalam waktu kurang lebih 2 hingga 2,5 jam. Kalau kita jumlahkan waktu murni untuk mengerjakan ketiga sesi di atas (40 + 25 + 55), totalnya memang sekitar 120 menit atau pas 2 jam.
Nah, tambahan waktu setengah jam sisanya dialokasikan untuk hal-hal teknis sebelum ujian dimulai. Waktu ekstra ini dipakai untuk mendengarkan instruksi dari pengawas, mengisi data diri dengan teliti di lembar jawaban, serta proses membagikan dan mengumpulkan lembar soal.
Jadi, melatih ketahanan mental untuk bisa duduk tenang dan fokus mengerjakan ratusan soal selama lebih dari dua jam dalam ujian TOEFL PBT adalah sebuah keharusan! Bagaimana, sudah makin jelas kan gambaran ujiannya sekarang?
Apa Bedanya TOEFL PBT dan ITP Secara Praktis?
Sekarang kita masuk ke pembahasan toefl pbt dan itp. Dua nama ini sering banget bikin orang berdebat karena dari luar emang susah dibedain. Coba aja tanya ke orang yang habis ujian kertas di kampus, biasanya mereka bakal bilang “Gue baru kelar tes PBT nih.” Padahal, 99% tes kertas yang diselenggarain di kampus lokal sekarang itu namanya ITP.
Kenapa pada ketuker? Ya karena persamaan toefl pbt dan itp itu ada di bentuk fisiknya. Lembar soalnya sama, pakai lembar jawaban yang sama, ngerjain tiga sesi (Listening, Structure, Reading) yang sama, dan skor maksimalnya juga mentok di angka 677. Nggak ada bedanya sama sekali pas dikerjain.
Bedanya cuma satu, yaitu fungsinya. Zaman dulu, hasil skor TOEFL PBT adalah dokumen resmi buat daftar kuliah ke luar negeri. Sekarang, fungsi internasional itu udah dihapus. Sebagai gantinya, ETS bikin program ITP (Institutional Testing Program) buat ngetes bahasa Inggris di lingkup internal dalam negeri aja. Intinya, ITP itu versi lokalnya PBT.
Kapan TOEFL PBT atau ITP Masih Relevan untuk dipilih?
Biar makin jelas dan nggak salah langkah, mari kita lihat mana tes yang paling cocok sama kebutuhan Bahasawan. Memahami fungsi asli dari TOEFL PBT adalah kunci utama supaya kamu nggak buang-buang uang dan energi untuk tes yang salah sasaran. Mengingat format ujian kertas ini sekarang diwakili secara resmi oleh program ITP di Indonesia, ada momen-momen krusial di mana sertifikat ini justru jadi senjata paling ampuh buatmu.
Jika kebutuhanmu untuk syarat internal kampus atau institusi
Coba deh mampir ke ruang admin fakultas atau buka lagi buku panduan akademikmu. Hampir semua kampus negeri dan swasta dari Sabang sampai Merauke punya satu aturan tak tertulis yang sama, yakni mahasiswa wajib mengantongi skor bahasa Inggris minimal (biasanya di kisaran angka 450 hingga 500) sebelum diizinkan mengajukan proposal skripsi, mendaftar sidang, atau ikut yudisium.
Nah, di sinilah tes ITP menjadi andalan utama buat urusan akademis dalam negeri. Kenapa kampus sangat menyukai format ini? Alasannya sangat praktis. Biaya pendaftarannya jauh lebih bersahabat untuk kantong mahasiswa dibandingkan tes internasional, dan pelaksanaannya sangat mudah dikoordinir untuk menguji ratusan mahasiswa sekaligus dalam satu waktu. Untuk melihat bagaimana standar ujian institusional ini dirancang khusus untuk keperluan akademis lokal, Bahasawan bisa mengecek informasi resminya langsung di situs lembaga pembuat soalnya, yaitu ETS (Educational Testing Service) – TOEFL ITP.
Jika kebutuhanmu untuk administrasi lokal
Nggak berhenti di gerbang kampus, sertifikat dari tes kertas ini juga masih sangat laku keras di dunia kerja lokal. Lihat saja syarat pemberkasan dari berbagai kementerian saat membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), atau lowongan bergengsi dari berbagai BUMN dan perusahaan swasta skala nasional.
Mayoritas dari tim HRD mereka masih menjadikan patokan nilai 450 sampai 500 dari tes berbasis kertas ini sebagai cara untuk menyaring ribuan pelamar kerja di tahap awal administrasi. Perusahaan butuh jaminan standar bahwa kandidat yang mereka panggil interview setidaknya punya pemahaman dasar bahasa Inggris yang lumayan untuk membaca dokumen teknis atau memahami instruksi kerja. Sebagai gambaran betapa krusialnya syarat bahasa ini di instansi pemerintahan, Bahasawan bisa memantau langsung pengumuman rekrutmen resmi di portal SSCASN BKN.
Kapan sebaiknya mempertimbangkan iBT atau tes lain
Berbanding terbalik dengan dua poin di atas, Bahasawan harus segera putar haluan dan melupakan tes kertas ini kalau mimpimu adalah lanjut studi atau membangun karier di luar negeri. Coret sertifikat ITP dari daftarmu kalau brosur beasiswa yang kamu baca dengan jelas mencantumkan syarat skor maksimal di angka 120. Angka puluhan itu adalah ciri khas mutlak dari penilaian tes iBT (Internet Based Test).
Selain itu, kalau panitia kampus incaranmu meminta bukti nyata berupa rekaman kemampuan percakapan langsung (speaking) atau tes menulis esai (writing), iBT adalah jalan satu-satunya yang harus kamu tempuh. Universitas di Amerika, benua Eropa, atau Australia tidak akan menerima sertifikat ITP lokal. Untuk info resmi soal standar tes ke luar negeri yang tepercaya, Bahasawan bisa mengecek panduan beasiswa seperti AMINEF buat kamu yang mengincar program Fulbright ke Amerika, atau pantau juga standar bahasa yang diminta oleh portal beasiswa kebanggaan kita di LPDP.
Cara Persiapan TOEFL untuk Pemula
Biar persiapanmu makin mantap dan nggak buang-buang waktu, mari kita bedah satu per satu strategi belajarnya. Ngadepin ratusan soal bahasa asing dalam dua jam lebih jelas lumayan nguras otak, Bahasawan. Makanya, kamu butuh amunisi berupa strategi belajar yang pas, bukan sekadar nebak-nebak jawaban.
Sebelum mulai buka buku, kamu bisa mampir dulu baca panduan soal cara menghitung skor toefl biar punya gambaran sistem penilaian aslinya kayak gimana. Setelah itu, yuk terapin tiga langkah persiapan wajib buat pemula ini:
Pahami dulu format tes yang akan diambil
Masuk ruang ujian tanpa tahu model soalnya itu sama aja kayak maju bertanding tanpa tahu aturan main. Pelajari bentuk pertanyaan dari jauh-jauh hari. Di tes ini, teks instruksi (directions) buat tiap bagian itu selalu sama dari tahun ke tahun. Kalau kamu udah hafal instruksinya saat latihan di rumah, nanti pas ujian sungguhan, Bahasawan nggak perlu lagi buang detik-detik berharga cuma buat baca instruksi soal yang panjang itu.
Waktu yang ada bisa langsung kamu pakai buat fokus mikirin jawaban. Mengingat durasi pengerjaan TOEFL PBT adalah hal yang sangat ketat, setiap detik yang bisa kamu hemat sangatlah berharga.
Kenali kelemahan di listening, structure, atau reading
Jangan asal lahap semua materi tanpa skala prioritas. Coba deh, luangin waktu di akhir pekan buat ikut satu kali tes simulasi penuh (prediction test) dari awal sampai akhir, dan pastikan kamu pakai timer. Evaluasi hasilnya dengan jujur, dari situ bakal kelihatan jelas “boroknya” ada di mana.
Apa kamu sering salah milih jawaban karena terjebak rumus grammar di sesi structure? Atau selalu kehabisan waktu gara-gara kelamaan baca teks panjang di sesi reading? Atau malah sering nge-blank pas dengerin obrolan cepat di sesi listening? Nah, daripada belajar semuanya dari nol, mending fokusin sisa waktu belajarmu buat nambal area yang paling lemah itu supaya nilaimu bisa cepat terdongkrak.
Jangan latihan soal tanpa tahu target kebutuhanmu
Belajar keras tanpa target angka yang jelas bakal bikin kamu gampang capek dan cepat kehilangan motivasi. Karena skor maksimal TOEFL PBT adalah 677, Bahasawan wajib pasang target pribadi yang realistis dan disesuaikan dengan syarat instansi tujuanmu.
Target skor 450 butuh porsi belajar dan strategi menjawab yang beda jauh sama orang yang dituntut mengejar skor aman 550. Kalau targetnya udah berupa angka pasti, belajarmu bakal lebih terarah karena kamu jadi tahu harus mengamankan berapa jawaban benar di setiap sesinya. Biar latihanmu makin terukur dan asyik, kamu juga bisa pakai materi gratis dari Voice of America (VOA) Learning English buat membiasakan kuping dan matamu dengan bahasa Inggris setiap hari sebelum mulai ngerjain soal TOEFL.
Kesimpulan
Dari obrolan kita dari atas sampai bawah, kesimpulan paling utamanya: TOEFL PBT adalah format tes legendaris pakai kertas yang sekarang perannya di Indonesia dipegang penuh sama ITP. Jadi Bahasawan nggak usah pusing lagi mikirin namanya. Cukup pastiin apa yang diminta sama kampus atau tempat kerjamu, terus sesuaikan tesnya.
Kalau Bahasawan butuh tempat belajar yang ngasih materi runtut, tips and trick jawab soal cepat, dan mentor yang seru, mending langsung aja daftar program persiapan TOEFL di KelasBahasa.id. Yuk, kejar skor impianmu dari sekarang!
FAQ
TOEFL PBT adalah apa?
TOEFL PBT adalah kependekan dari Paper Based Test, yakni jenis ujian kemampuan bahasa Inggris dari ETS yang dikerjakan menggunakan kertas dan pensil, berfokus pada listening, structure, dan reading.
Apa bedanya TOEFL PBT dan TOEFL ITP?
Bentuk soal dan formatnya sama persis. Bedanya, PBT dulunya berstatus internasional, sementara ITP (Institutional Testing Program) ditujukan khusus untuk pemakaian lokal di institusi dalam negeri.
Apakah TOEFL PBT masih dipakai sekarang?
Secara global, sistem aslinya sudah digantikan oleh iBT. Namun di Indonesia, format kertas ini masih sangat populer dan digunakan dalam bentuk TOEFL ITP.
TOEFL PBT cocok untuk kebutuhan apa?
Berdasarkan kegunaannya saat ini (dalam bentuk ITP), TOEFL PBT adalah pilihan yang tepat untuk syarat kelulusan universitas dalam negeri, seleksi CPNS, melamar ke BUMN, atau beasiswa lokal.
Bagaimana cara mulai belajar TOEFL untuk pemula?
Ketahui dulu jenis tes yang akan diambil, lakukan tes awal (diagnostic test) untuk memetakan kemampuan dasar, lalu buat jadwal belajar rutin yang fokus pada kelemahan di antara listening, structure, atau reading.



