
Halo Bahasawan!
Bahasawan, kalau kita bicara soal hal paling dasar dari belajar bahasa asing, ternyata ada satu tembok besar yang sering bikin orang mundur teratur. Betul, grammar! Lebih spesifik lagi, 16 tenses bahasa inggris. Banyak yang merasa kalau materi ini tuh menakutkan karena penuh dengan rumus yang harus dihafal supaya engga salah maknanya.
Padahal, kalau Bahasmin boleh jujur, kunci menaklukan 16 tenses bahasa inggris bukan pada menghafal rumus saja, loh. Kuncinya ada pada memahami kapan kejadian itu berlangsung. Jadi, anggap saja kita sedang belajar menjadi pengendali waktu!
Tapi, tenang aja! Bahasmin nggak akan kasih kuliah membosankan ke Bahasawan. Kita akan bedah 16 tenses bahasa inggris dengan cara yang lebih logis dan pastinya bikin Bahasawan paham konsep dasarnya tanpa harus mengerutkan dahi.
Yuk, siapkan catatanmu Bahasawan!
Baca Juga: Jago Kuasai Pengertian Simple Present Tense dalam 5 Menit!
16 Tenses dalam Bahasa Inggris beserta Rumusnya
Sebelum kita bahas ke rumus, kita coba pahami dulu arti tenses. Singkatnya, tenses adalah bentuk kata kerja dalam bahasa Inggris yang berubah sesuai dengan waktu terjadinya peristiwa dan sifat kegiatannya.
Simpelnya gini Bahasawan, dalam bahasa Indonesia, kalau kita makan kemarin, hari ini, atau besok, kata kerjanya tetap “makan”, kan? Nah, tenses dalam bahasa inggris itu beda.
- Makan sekarang = Eat
- Makan kemarin = Ate
- Sudah makan = Eaten
Jadi, tenses ada berapa? Totalnya ada 16 tenses bahasa inggris dengan kombinasi waktu yang berbeda. Tenang, jangan panik dulu lihat angkanya. Kita akan membedahnya pelan-pelan.
16 Tenses Bahasa Inggris dan Rumusnya Ada Apa Saja?
Supaya 16 tenses bahasa inggris ini nggak terasa keroyokan, Bahasmin akan membaginya ke dalam 4 kelompok berdasarkan sifat kegiatannya. Ini cara paling ampuh buat mengingat 16 tenses dan rumusannya.
1. Kelompok Pola Present Tenses membicarakan waktu sekarang
Pola kelompok yang paling umum dan sering dipakai sehari-hari adalah kelompok present tense. Pola ini digunakan ketika peristiwa masih berkaitan dengan waktu sekarang, baik sebagai kebiasaan, fakta umum, maupun aktivitas yang sedang berlangsung.
- Simple Present Tense: digunakan untuk menyatakan fakta, kebiasaan atau kondisi yang bersifat umum.Pola penulisannya: S + V1 (s/es), contohnya: “She loves spicy food.”. Kalimat tersebut tidak menceritakan satu kejadian tertentu, melainkan kebiasaan yang berlaku secara umum.
- Present Continuous Tense: digunakan untuk menjelaskan aktivitas yang sedang berlangsung saat ini dan menceritakan hal yang sedang terjadi sekarang. Rumus penulisannya: S + To Be(am/is/are) + V-ing. Contohnya: “She is eating spicy food”. Kalimat tersebut fokusnya bukan pada kebiasaan, melainkan pada aksi yang sedang terjadi.
- Present Perfect Tense: menyatakan hal yang telah terjadi, tapi waktu tidak spesifik atau masih ada efeknya. Pola penulisannya: S + has/have + V3. Contohnya: “she has eaten spicy food.”.
- Present Perfect Continuous Tense: menenkankan pada aktivitas yang sudah dimulai dan masih berlanjut sampai sekarang. Pola penulisannya: S + has/have + been + V-ing. Contohnya: “she has been eating spicy food”.
2. Past Tenses (Kejadian Masa Lalu)
Kalau Bahasawan mau cerita pengalaman yang sudah selesai dan waktunya jelas tidak lagi berkaitan langsung dengan kondisi sekarang, Bahasawan bisa menggunakan kelompok ini.
- Simple Past Tense: untuk menyatakan kejadian lampau yang sudah selesai. Rumus penullisannya S + V2. Contohnya “I bought a new car three days ago.”
- Past Continuous Tense: untuk menyatakan hal yang sedang terjadi di masa lampau. Rumus: S + was/were + V-ing. Contohnya: “Tom was sleeping when I arrived.”
- Past Perfect Tense: menjelaskan kejadian yang sudah selesai sebelum kejadian lain di masa lampau. Rumus penulisannya: S + had + V3. Contohnya adalah “Tom had already studied Chapter One before he began studying Chapter Two.”
- Past Perfect Continuous Tense: digunakkan unuk menceritakan kejadian yang sudah berlangsung selama beberapa waktu di masa lampau sebelum kejadian lain muncul. Rumus penulisannya S + had + been + V-ing. Contohnya adalah “Tom had been studying for two”.
3. Future Tenses (Kejadian Masa Depan)
Gunakan ini untuk ngobrolin cita-cita, janji, prediksi atau rencana besok.
- Simple Future Tense: untuk menjelaskan hal yang akan terjadi nanti. Rumusnya: S + will + V1. Contohnya adalah “Tom will study tomorrow.”
- Future Continuous Tense: menjelaskan aktivitas yang akan sedang terjadi di waktu tertentu nanti. Rumus penulisannya adalah S + will + be + V-ing. Contohnya: “Tom will be studying when you come.”.
- Future Perfect Tense: Akan sudah selesai pada waktu tertentu di masa depan. Rumus penulisannya adalah S + will + have + V3. Contohnya: “Tom will already have studied Chapter Four before he studies Chapter Five.”.
- Future Perfect Continuous Tense: mengharapkan durasi yang sudah berlangsung selama sekian waktu di masa depan. Pola penulisannya adalah S + will + have + been + V-ing. Contohnya: “Tom will have been studying for two hours by the time his roommate gets home.”.
4. Past Future Tenses (Rencana di Masa Lalu)
Ini biasanya dipakai buat ngomongin rencana di masa lalu yang gagal, atau kalimat pengandaian (conditional sentence).
- Simple Past Future Tense: kalimat ini digunakan untuk menjelaskan hal yang seharusnya terjadi di masa lalu. Rumus penulisannya adalah S + would + V1. Contohnya “she said she would not come”.
- Past Future Continuous Tense: kalimat ini digunakan untuk menjelaskan hal seharusnya sedang terjadi di masa lalu. Rumusnya adalah S + would + be + V-ing. Contoh: “If I were rich, I would be traveling the world now.”.
- Past Future Perfect Tense: untuk menjelaskan hal yang seharusnya sudah selesai di masa lalu. Rumus penulisannya adalah S + would + have + V3. Contohnya “I would have bought that car if I had money.”.
- Past Future Perfect Continuous Tense: Seharusnya sudah berlangsung selama waktu tertentu di masa lalu. Rumus penulisannya S + would + have + been + V-ing. Contohnya “She would have been waiting for hours if you hadn’t come.”.
Nah, itu dia daftar 16 tenses bahasa inggris dan rumusannya. Kelihatan banyak, tapi kalau diperhatikan polanya, sebenarnya berulang kok!
Simple Past Tense vs Present Perfect Tense
Di dalam materi 16 tenses bahasa inggris, dua tenses ini sering bikin bingung karena sama-sama ngomongin kejadian yang sudah lewat. Tapi bedanya di mana? Perbedaanya adalah pada fokus waktu dan fokus hasilnya.
- Simple Past Tense itu punya sifat yang fokus terhadap kapan waktu kejadiannya. Waktunya harus jelas dan spesifik. Kejadiannya sudah putus sama masa sekarang. Contoh: “I lost my key yesterday.” (Kuncinya hilang kemarin.). Tenses ini menunjukkan bahwa mungkin sudah ketemu sekarang, mungkin belum, yang penting hilangnya kemarin.
- Present Perfect Tense itu lebih peduli sama hasilnya atau efeknya yang masih terasa sampai sekarang. Waktunya nggak penting atau nggak spesifik. Contoh: “I have lost my key.” (Kuncinya hilang). Yang membedakan adalah jika sampai sekarang Bahasmin masih belum bisa masuk rumah karena kuncinya belum ketemu.
Jadi kalau kalau kejadiannya masih relevan gunakan Present Perfect. Kalau ceritanya sudah selesai dan waktu selesainya jelas lebih tepat untuk menggunakan simple past. Paham kan bedanya?
Baca Juga: Pahami Penulisan & 10+ Contoh Kalimat Simple Present Tense
Kesimpulan
Gimana, Bahasawan? Ternyata mempelajari 16 tenses bahasa inggris nggak se-menyeramkan bayangan kita, kan? Intinya adalah memahami logika waktunya, bukan sekadar menghafal mati rumusnya.
Mulai dari membedakan kejadian yang sedang berlangsung, menceritakan masa lalu dengan detail, sampai merencanakan masa depan yang pasti, semua butuh tenses yang tepat. Semakin sering Bahasawan berlatih menggunakan 16 tenses bahasa inggris ini dalam percakapan sehari-hari atau tulisan, pasti bakal semakin luwes secara otomatis.
Jadi, jangan takut salah, ya! Keep going!
Siap Ubah Hafalan Tenses Jadi Percakapan Lancar?
Hebat, Bahasawan sudah menguasai semua teori 16 Tenses bahasa Inggris! Itu adalah fondasi yang sangat kuat. Tapi, tenses yang dihafal belum tentu otomatis keluar lancar saat ngobrol!
Seringkali, kunci percakapan yang lancar itu bukan cuma soal rumus, tapi tentang:
- Mempelajari ungkapan (expression) sehari-hari yang jarang ada di buku teori.
- Memperluas kosakata praktis agar ide Bahasawan mengalir tanpa terhenti.
- Membangun kepercayaan diri untuk langsung praktik, bukan mikir rumus dulu!
Jangan biarkan skill Grammar sempurna yang sudah Bahasawan pelajari jadi sia-sia. Saatnya membuktikan bahwa Bahasawan tidak hanya mengerti Bahasa Inggris, tapi juga mampu menggunakannya secara intensif dan profesional.
Ayo, lengkapi kemampuan teori dengan praktik terbaik!
Segera tingkatkan skill percakapan bersama Kelas Bahasa.
[DAFTAR SPEAKING INTENSIVE PREMIUM DI KELAS BAHASA HARI INI!!]
Referensi:
- Azar, B. S. (2017). Understanding and using English grammar. 5th ed. Longman. https://dn790006.ca.archive.org/0/items/EnglishUnderstandingAndUsingEnglishGrammar/English%3DUnderstanding_And_Using_English_Grammar.pdf






