
Halo, Bahasawan!
Dalam pelajaran Bahasa Inggris, pernah ga sih Bahasawan mendapat tugas untuk menulis esai tapi meski idenya udah numpuk di kepala, eh waktu dituangkan dalam bentuk tulisan jadinya… kureng?
Tenang, itu ternyata wajar banget kok! Masalahnya buka karena vocab Bahasawan kurang, tapi karena penyusunan idenya belum rapi. Seringkali, teman-teman Bahasawan merasa kesulitan karena belum paham betul kerangka dasarnya. Padahal, kalau dasarnya sudah kuat, menulis topik apa pun jadi terasa gampang.
Nah, jenis teks yang memfasilitasi kita untuk berargumen secara kritis dikenal sebagai Exposition Text. Teks ini merupakan seni menyusun fakta dan opini agar orang lain paham, bahkan setuju dengan pemikiran kita.
Biar Bahasawan makin jago dan nilai tugas kalian makin memuaskan, Bahasmin temani kalian membedah bagaimana struktur teks eksposisi dalam bahasa Inggris. Let’s dive in!
Baca Juga: Pengertian Teks Eksposisi Lengkap dengan Karakteristik, Tujuan dan Unsurnya – Kelas Bahasa
3 Struktur Teks Eksposisi Bahasa Inggris yang Perlu Diketahui
Di soal ujian, sering banget muncul pertanyaan “Sebutkan struktur teks eksposisi secara urut!” atau “Apa saja komponen struktur teks eksposisi?”
Jangan bingung ya, Bahasawan. Meskipun namanya terdengar teknis, sebenarnya struktur teks eksposisi adalah kerangka berpikir yang sangat logis. Cukup ingat kalau teks ini ibarat tubuh manusia: ada kepala, badan, dan kaki.
Dalam kaidah bahasa Inggris, ada tiga pilar utama yang wajib ada. Ingat saja rumus “T-A-R”:
Thesis (Tesis)

Sebagai bagian kepala, Thesis merupakan bagian di mana Bahasawan dapat menuliskan atau mengenalkan isu dan posisi kamu.
Dalam teks eksposisi bahasa Inggris, tesis dalam struktur teks eksposisi adalah pernyataan sikap penulis yang diletakkan di paragraf pertama. Fungsinya sangat krusial untuk memberitahu pembaca.
Contohnya topik tentang “Pentingnya Sarapan”
- Thesis: “I believe that having breakfast is the most important start for students before going to school.” (Saya percaya sarapan adalah awal terpenting bagi siswa…)
Di sini, struktur teks eksposisi menuntut ketegasan. Bahasawan tidak boleh ragu-ragu. Tesis harus jelas posisinya, apakah Bahasawan mendukung (pro) atau menolak (kontra) isu tersebut. Ini akan menjadi panduan bagi pembaca untuk menyelami paragraf-paragraf selanjutnya.
Arguments (Argumentasi)

Ibarat tubuh manusia, bagian ini adalah jantung dan badan. Pada bagian ini, Bahasawan harus menuliskan alasan-alasan kuat tentang pernyataan kamu di bagian tesis. Nah, di sinilah peran Arguments.
Lalu, apa isi dari bagian argumentasi dalam struktur teks eksposisi yang ideal?
Isinya bukan sekadar opini kosong, melainkan perpaduan antara ide pokok dan bukti pendukung. Dalam struktur eksposisi bahasa Inggris yang baik, setiap paragraf argumen sebaiknya memiliki pola:
- Point (Ide Utama): Alasan kenapa kamu berpendapat demikian.
- Elaboration (Penjelasan): Bukti, data, atau penjelasan logis yang mendukung poin tadi.
Misalnya:
- Point: “Firstly, breakfast provides energy.” (Pertama, sarapan memberi energi).
- Elaboration: “Scientific studies show that students who eat breakfast have better concentration compared to those who don’t.” (Studi ilmiah menunjukkan siswa yang sarapan punya konsentrasi lebih baik…).
Semakin kuat elaborasi atau alasan yang Bahasawan berikan, semakin valid tulisannya. Jadi, dalam struktur teks eksposisi, bagian argumen ini adalah tempat Bahasawan “bersinar” dengan wawasan yang luas.
Reiteration / Recommendation

Sebagai bagian kaki, reiteration atau recommendation merupakan bagian penutup yang manis. Di sini, bahasawan bisa menuliskan kesimpulan dan saran. Teks eksposisi sendiri dibagi menjadi 2 jenis dan dibedakan berdasarkan bagian penutupnya, yaitu teks analytical exposition disebut reiteration dan teks horatory exposition disebut recimmendation.
1. Reiteration Khusus Analytical Exposition
Reiteration berasal dari kata iterate (mengulang). Jadi, fungsinya murni untuk menguatkan kembali Tesis yang sudah kamu sebut di awal. Ciri Khas bagian reiteration adalah argument yang dijabarkan telah selesai, sehingga tidak ada info baru yang perlu ditambahkan. Selain itu nada tulisan bersifat objektif, logis dan menyimpulkan. Frasa yang sering digunakan antara lain: “From the facts above…”, “Based on the arguments…” atau “In conclusion…”.
2. Recommendation Khusus Hortatory Exposition
Recommendation itu sifatnya persuasif (mengajak). Penulis tidak cuma mau pembaca tahu, tapi mau pembaca melakukan sesuatu atau mengubah perilaku. Ciri khas bagian recommendation adalah terdapat saran untuk melakukan tindakan yang konkret, terdapat kalimat mengajak, menasihati atau merekomendasikan seseorang untuk berbuat sesuatu yang lebih positif. Frasa yang sering digunakan antara lain “Therefore, we should…”, “It is recommended that…” atau “You ought to…”.
Ketiga bagian struktu teks eksposisi bahasa inggris ini harus saling menyambung. Kalau Bahasawan diminta untuk jelaskan struktur teks eksposisi kepada teman, bilang saja ibarat menyusun jembatan: Tesis adalah pintu masuknya, Argumen adalah tiang penyangganya, dan Penutup adalah pintu keluarnya. Kalau satu hilang, jembatannya (tulisanmu) bisa roboh alias argumennya tidak kuat.
Perbedaan Penting: Analytical vs Hortatory
Seperti yang sudah Bahasmin jelaskan di atas, jika dilihat berdasarkan struktur teks eksposisi bahasa inggris dibagi menjadi 2 jenis, oleh karena itu Bahasawan juga harus paham bedanya dari bagian penutup:
- Analytical Exposition: Tujuannya meyakinkan pembaca bahwa topik ini penting/benar. Bagian Penutup disebut reiteration (Penegasan Ulang), isinya menyimpulkan kembali tesis dan argumen tanpa menyuruh pembaca melakukan sesuatu.
- Hortatory Exposition: Tujuannya membujuk pembaca untuk melakukan (atau tidak melakukan) sesuatu. Bagian penutup disebut recommendation (Rekomendasi/Saran). Isinya terdapat kata-kata saran seperti should, ought to, atau need to.
Supaya Bahasawan makin paham perbedaanya, Bahasmin berikan tabel pembanding antara teks analytical exposition dan teks hortatory exposition pada bagian penutup untuk topik yang sama, “Penggunaan Gadget di Sekolah”.
| Jenis Teks | Penutup (Paragraf Terakhir) | Analisis |
| Analytical | “In conclusion, using gadgets in school has many distractions. From the arguments above, it is proven that gadgets can reduce students’ focus.” | Penulis cuma bilang “Gadget itu mengganggu”. Titik. Tidak melarang, hanya memberikan fakta. |
| Hortatory | “Therefore, students should be wise in using gadgets. School ought to make rules so gadgets are only used for studying.” | Penulis bilang “Siswa harus bijak” dan “Sekolah harus bikin aturan”. Ada tindakan yang diminta. |
Baca Juga: Teks Hortatory Exposition: Panduan Lengkap & Rahasia Menguasainya – Kelas Bahasa
Tips Praktis dan Cara Menganalisis Struktur Teks
Kadang di soal ujian, Bahasawan disajikan sebuah teks panjang dan diminta untuk menentukan struktur teks eksposisi. Tapi tenang, mulai sekarang jangan panik! Gunakan strategi detektif ala Bahasmin berikut ini:
Langkah 1: Cek Paragraf Pertama
Fokus pada kalimat terakhir di paragraf pertama dan temukan Thesis Statement. Biasanya berupa kalimat opini yang kuat atau emosional. Cari frasa seperti “I personally think/believe…”, “In my opinion…”, atau pernyataan fakta yang kontroversial (misal: “Smoking is not good for health”). Jika kamu menemukan kalimat ini, tandai sebagai Thesis.
Langkah 2: Cek Paragraf Tengah
Lihat paragraf ke-2, ke-3, dan seterusnya sampai sebelum paragraf terakhir. Paragraf ini biasanya dimulai dengan kata penghubung urutan (sequencers), etiap kali kamu melihat kata-kata transisi ini di awal paragraf, itu adalah tanda masuknya Argument baru. Misalnya seperti Firstly, Secondly, Thirdly, Furthermore, Moreover, In addition, On the other hand…
Langkah 3: Cek Paragraf Terakhir
Ini langkah paling krusial untuk membedakan apakah itu Analytical jika menggunakan reiteration yang sifatnya hanya menyimpulkan atau hortatory jika menggunakan rekomendasi jika sifatnya mengajak.
Kesimpulan
Wah, ternyata belajar struktur teks eksposisi itu seru juga ya, Bahasawan?
Intinya, menulis eksposisi itu adalah seni meyakinkan orang lain dengan elegan dan terstruktur.
Dengan menguasai tiga elemen seperti tesis, argumentasi, dan penutup, tulisan bahasa Inggris kamu pasti bakal jauh lebih berkelas. Nggak ada lagi tuh tulisan yang muter-muter nggak jelas, deh!
Jadi, siap untuk praktik menulis? Ingat selalu tips dari Bahasmin ini saat kamu mulai menyusun draf tulisanmu. Selamat berkarya dan teruslah berlatih menyuarakan pendapatmu dengan positif!
Siap Berargumen Langsung Pakai Bahasa Inggris?
Percuma punya structure dan grammar perfect kalau di dunia nyata, mulut Bahasawan masih kaku. Ide brilian harus bisa disampaikan dengan lancar, jelas, dan percaya diri!
Saatnya Unlock Your Voice dengan SPEAKING INTENSIVE PREMIUM dari Kelas Bahasa!
Tinggalkan rasa minder! Dalam 1 Bulan Intensif (Hanya Rp499K), Bahasawan akan:
- Praktik Langsung: Belajar ungkapan (ekspresi) yang dipakai penutur asli setiap hari.
- Level Up Diskusi: Dari obrolan ringan sampai komunikasi profesional dan negosiasi.
- Fokus Personal: Kelas online (Zoom) yang intensif, didukung tutor kompeten dengan adaptasi metode khas Kampung Inggris.
Jangan biarkan ide Bahasawan terperangkap di kepala! Ambil langkah nyata untuk bisa speaking sefasih saat Bahasawan menulis!
[DAFTAR KELAS SPEAKING INTENSIVE PREMIUM HARI INI!]
Referensi:
- Derewianka, B., & Jones, P. (2016). Teaching Language in Context (2nd ed.). Oxford University Press. https://eric.ed.gov/?id=ED574011






