
Halo Bahasawan!
Pernah nggak sih kamu merasa bingung saat harus menyusun argumen dalam bahasa Inggris? Entah itu untuk tugas kampus, esai beasiswa, atau sekadar menulis artikel informatif. Rasanya ingin menyampaikan ide yang kuat, tapi bingung gimana strukturnya.
Nah, supaya Bahasawan enggak bingung menulisnya, sebelum itu Bahasawan harus memiliki pemahaman tentang jenis teks eksposisi.
Sebagai orang yang bergelut di dunia literasi, Bahasawan pasti sadar kalau cara kita menyampaikan informasi itu ada seninya. Teks eksposisi bukan sekadar tulisan berisi fakta, tapi sebuah alat untuk membedah masalah secara logis.
Kali ini, Bahasmin bakal ajak Bahasawan menyelami lebih dalam dua jenis teks eksposisi yang sering bikin pusing Bahasawan. Yuk, kita kupas tuntas!
Baca Juga: Pengertian Teks Eksposisi Lengkap dengan Karakteristik, Tujuan dan Unsurnya – Kelas Bahasa
Mengenal Dua Jenis Teks Eksposisi: Analytical dan Hortatory Exposition
Dalam studi linguistik, terutama yang merujuk pada buku Making Sense of Functional Grammar karya Gerot dan Wignell, jenis teks eksposisi bahasa Inggris di dunia pendidikan Indonesia difokuskan pada dua tipe utama, yakni Analytical exposition dan hortatory exposition. Meskipun keduanya sama-sama memaparkan argumen, tujuannya beda banget lho, Bahasawan!
1. Analytical Exposition

Tujuan dari jenis teks eksposisi bahasa Inggris yang satu ini adalah untuk meyakinkan pembaca bahwa sebuah isu itu penting atau benar adanya. Bahasawan bertindak sebagai pengamat yang menyajikan data agar pembaca setuju dengan pandanganmu. Strukturnya terdiri dari Thesis (Pernyataan posisi), Arguments (Alasan), dan Reiteration (Kesimpulan yang mempertegas kembali posisi awal).
2. Hortatory Exposition

Kalau yang satu ini, Bahasawan nggak cuma minta pembaca setuju, tapi minta mereka melakukan sesuatu. Teks ini lebih persuasif dan punya kekuatan untuk mengubah perilaku. Strukturnya terdiri atas thesis (Isu), Arguments (Alasan), dan Recommendation (Saran tindakan nyata).
Hal Dasar yang Membedakan Teks Deskripsi dan Teks Eksposisi
Sebelum melangkah lebih jauh, kita harus meluruskan satu hal. Banyak yang masih tertukar, padahal perbedaan teks deskripsi dan teks eksposisi adalah pada fungsi sosialnya.
Teks deskripsi hanya ingin Bahasawan bisa melihat sebuah objek, seperti menjelaskan bentuk fisik benda. Sementara jenis teks eksposisi bahasa Inggris ingin Bahasawan memahami sebuah konsep atau ide di balik objek tersebut, misalnya seperti menjelaskan kenapa kecanduan smartphone bisa merusak pola tidur dan memberikan argumen logis di baliknya. Singkatnya, deskripsi itu soal visual, eksposisi itu soal logika dan argumen.
Jenis-Jenis Teks Eksposisi berdasarkan Paragraf
Nah, sekarang kita masuk ke pembahasan yang lebih teknis. Saat menyusun jenis teks eksposisi, paragraf di dalamnya tidak dibuat sembarangan. Bahasawan perlu tahu apa saja jenis-jenis paragraf eksposisi, diantaranya:
Paragraf Definisi dan Identifikasi
Di sini, Bahasawan menjelaskan batasan atau pengertian dari topik yang dibahas. Ini biasanya muncul di bagian Thesis. Misalnya, kalau lagi bahas “Polusi Udara”, jelasin dulu pengertian polusi udara itu apa secara umum sebelum masuk ke argumen yang lebih berat.
Paragraf Klasifikasi
Paragraph yang berfungsi membagi-bagi informasi. Misalnya, saat Bahasawan membahas soal “Olahraga”, kamu membaginya menjadi olahraga ringan, sedang, dan berat. Cara ini bikin jenis teks eksposisi bahasa Inggris yang kamu buat jadi lebih rapi dan gampang dipahami orang lain.
Paragraf Ilustrasi dan Contoh
Paragraf ini berfungsi untuk memberikan bukti nyata agar pembaca lebih percaya dengan poin-poin yang Bahasawan sampaikan dalam bagian Arguments. Paragraf ilustrasi ini isinya adalah contoh-contoh simpel yang sering terjadi di sekitar kita. Misalnya, saat bilang “Begadang itu buruk”, Bahasawan kasih contoh teman yang sering sakit karena kurang tidur.
Apa Bedanya Eksposisi Definisi dan Eksposisi Proses?
Banyak yang bertanya, apa bedanya eksposisi definisi dan eksposisi proses? Padahal, keduanya punya fokus yang sangat berbeda dalam menyajikan informasi.
Eksposisi Definisi: Fokus pada Subjek
Eksposisi definisi menjawab pertanyaan “Apa?”. Tujuannya adalah memberikan pemahaman mendalam tentang sebuah istilah atau konsep. Isinya murni penjelasan tentang arti atau karakteristik suatu hal. Contohnya, Bahasawan menjelaskan apa itu “Pemanasan Global”, maka kamu sedang membuat eksposisi definisi. Fokusnya adalah ciri-ciri dan batasan subjek tersebut.
Eksposisi Proses: Fokus pada Cara
Sebaliknya, eksposisi proses menjawab pertanyaan “Bagaimana?”. Ini menjelaskan tahapan atau urutan terjadinya sesuatu. Contohnya, saat Bahasawan menjelaskan langkah-langkah menulis esai yang baik. Dalam jenis teks eksposisi bahasa Inggris, eksposisi proses sangat berguna untuk teks yang bersifat instruksional atau edukatif.
Mengapa Memahami Jenis Jenis Teks Eksposisi Itu Penting bagi Bahasawan?
Mungkin kamu bertanya-tanya, “Bahasmin, buat apa sih kita repot-repot belajar ginian?” Jawabannya simpel: Agar kita tidak mudah termakan hoaks dan bisa berpikir kritis. Dengan menguasai jenis jenis teks eksposisi, Bahasawan punya kemampuan untuk menyusun pikiran secara sistematis.
Kemampuan ini juga bikin Bahasawan jadi orang yang kalau ngomong itu nggak asal bunyi. Bahasawan jadi terbiasa pakai pola: “Ini masalahnya (Thesis), ini alasannya (Arguments), dan ini baiknya gimana (Recommendation).” Orang lain pasti bakal lebih segan dan dengerin omongan kamu, Bahasawan!
Baca Juga: 10+ Ciri Ciri Teks Eksposisi Bahasa Inggris Paling Lengkap
Kesimpulan
Gimana, Bahasawan?
Ternyata belajar jenis teks eksposisi bahasa Inggris itu nggak seserem yang dibayangkan, kan? Kita sudah bahas tuntas perbedaan antara Analytical dan Hortatory, memahami perbedaan teks deskripsi dan teks eksposisi adalah kunci awal, hingga membedah jenis paragraf dan perbedaan antara definisi serta proses.
Kunci dari semua ini adalah latihan. Semakin sering Bahasawan mencoba menulis dengan struktur yang benar, semakin tajam pula logika berpikirmu. Jadi, jangan ragu untuk mulai mencoret-coret ide kamu hari ini!
Siap Ubah Ide Brilian Eksposisi Bahasawan Jadi Skill Bicara Profesional?
Bahasawan sudah tahu caranya menyusun argumen dan menjelaskan ide yang kompleks lewat tulisan eksposisi. Keren!
Tapi, tahukah Bahasawan kalau di dunia nyata, kemampuan menjelaskan, bernegosiasi, dan meyakinkan ide itu harus dilakukan secara langsung di depan client atau rekan kerja?
Kelas SPEAKING INTENSIVE PREMIUM dari Kelas Bahasa dirancang khusus untuk Bahasawan yang ingin mengubah ide tertulis seperti teks eksposisi menjadi komunikasi lisan yang lugas, meyakinkan, dan benar-benar profesional!
Ayo, segera tingkatkan skill berbicara dan kuasai seni komunikasi profesional dari Kelas Bahasa!
[DAFTAR SPEAKING INTENSIVE PREMIUM HARI INI!]
Referensi:
- Britton, B.K., & Black, J.B. (Eds.). (1985). Understanding Expository Text: A Theoretical and Practical Handbook for Analyzing Explanatory Text (1st ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315099958
- Moss, B. (2004). Teaching Expository Text Structures through Information Trade Book Retellings. The Reading Teacher, 57(8), 710–718. http://www.jstor.org/stable/20205422






