5 Langkah Paham Passive Voice Tenses untuk Pemula Anti Ribet!

ilustrasi passive voice tenses

Halo, Bahasawan!

Seperti yang selalu kita pahami, bahasa adalah alat komunikasi yang menghubungkan dua orang atau lebihagar tidak terjadi kesalah pahaman. Dalam komunikasi profesional maupun akademik, passive voice tenses adalah komponen utama. Kita tidak bisa hanya mengandalkan kalimat aktif terus-menerus.

Ada kalanya informasi tentang objek atau tindakan jauh lebih penting daripada informasi tentang siapa pelakunya. Penggunaan kalimat pasif memberikan kesan objektif, formal, dan fokus pada hasil. Tapi sebelum itu, apakah Bahasawan sudah memahami apa itu passive voice tenses dalam bahasa inggris?

Jika Bahasawan masih bingung, tenang aja. Bahasmin akan bantu membahas materi passive voice tenses dalam artikel kali ini. Kita akan coba untuk memahami struktur logika di balik perubahan kalimat aktif ke pasif tanpa istilah yang membingungkan.

Makin penasaran ga sih? Yuk siapin catatanmu, Bahasawan!

Baca Juga: 4 Trik Jitu Paham Past Continuous Tense & Rumusnya

Bagaimana Cara Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif (Passive Voice)?

Sebelum menghafal belasan rumus, Bahasawan perlu memahami pola dasar perubahannya. Kesalahan utama pembelajar biasanya karena menerjemahkan kalimat bahasa Indonesia secara langsung tanpa menyesuaikan struktur tata bahasa Inggrisnya.

Prinsip utama passive voice tenses adalah perubahan posisi. Objek pada kalimat aktif akan pindah ke depan menjadi Subjek pada kalimat pasif.

Berikut adalah langkah teknis yang pasti berlaku untuk semua jenis tenses:

  1. Identifikasi Objek: Temukan kata benda yang menerima aksi dalam kalimat aktif.
  2. Pindahkan Posisi: Letakkan objek tersebut di awal kalimat pasif.
  3. Tambahkan ‘To Be’: Ini adalah kunci utama. Sisipkan to be (is, am, are, was, were, been) setelah subjek baru tersebut. Pemilihan to be harus sesuai dengan tenses kalimat aslinya.
  4. Ubah Kata Kerja: Kata kerja utama wajib diubah menjadi bentuk ketiga atau Past Participle (Verb 3).
  5. Penempatan Pelaku (By Phrase): Jika pelaku tindakan perlu disebutkan, gunakan kata depan “by” diikuti nama pelakunya di akhir kalimat. Jika tidak penting, bagian ini bisa dihapus.

Contoh penerapan dasarnya:

  • Aktif: They clean the office (Mereka membersihkan kantor.)
  • Pasif: The office is cleaned by them (Kantor dibersihkan oleh mereka).

Perhatikan bahwa “Office” pindah ke depan, dan kita menambahkan “is” serta mengubah “clean” menjadi “cleaned”. Inilah fondasi dasar dari semua passive voice tenses.

Apa Rumus Passive Voice untuk Simple Present Tense?

ilustrasi passive voice tenses
ilustrasi passive voice tenses

Kita mulai dengan bentuk waktu yang paling dasar dan sering digunakan, yaitu passive voice simple present tense. Tenses ini digunakan untuk menyatakan fakta, kebenaran umum, atau kebiasaan yang terjadi berulang-ulang di masa sekarang.

Bahasawan menggunakan pola ini ketika ingin menjelaskan bagaimana sesuatu bekerja atau prosedur standar yang berlaku umum. Fokus kalimatnya adalah pada kejadian rutin tersebut, bukan pada orang yang mengerjakannya.

Rumus dan Struktur

Struktur kalimatnya mengikuti pola berikut: Subject (Objek asli) + is / am / are + Verb 3

  • Gunakan is jika subjeknya tunggal (singular), seperti: he, she, it, book, car.
  • Gunakan are jika subjeknya jamak (plural), seperti: they, we, you, books, cars.
  • Gunakan am jika subjeknya adalah saya (I).

Contoh Penerapan

Mari kita lihat contoh penggunaan passive voice simple present tense dalam konteks nyata:

  1. Fakta Umum:
    • Aktif: People speak English globally.
    • Pasif: English is spoken globally. (Kita menggunakan is karena ‘English’ dianggap tunggal).
  2. Prosedur Rutin:
    • Aktif: Reviewers update the data every Monday.
    • Pasif: The data is updated every Monday. (Fokusnya adalah pada pembaruan data yang terjadi tiap Senin).

Dengan menguasai pola passive voice tenses bentuk ini, tulisan Bahasawan akan terdengar lebih formal, terutama saat menulis laporan atau artikel deskriptif.

Apa Saja Kesalahan Umum Saat Mengerjakan Soal Simple Past Tense?

Selanjutnya, kita membahas kejadian yang sudah terjadi di masa lampau. Untuk konteks ini, kita menggunakan passive voice simple past tense. Tenses ini biasa ditemukan dalam teks berita (kejadian kemarin), teks sejarah, atau cerita pengalaman.

Banyak pembelajar melakukan kesalahan mendasar di bagian ini karena kurang teliti melihat keterangan waktu.

Analisis Kesalahan dan Solusi

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah penggunaan to be yang salah. Karena terbiasa dengan bentuk present, banyak yang tetap menggunakan is/are padahal ada keterangan waktu lampau seperti yesterday, last week, atau two days ago.

Rumus yang benar untuk passive voice simple past tense adalah: Subject + was / were + Verb 3

  • Gunakan was untuk subjek tunggal (I, he, she, it, singular noun).
  • Gunakan were untuk subjek jamak (you, they, we, plural noun).

Contoh Perbandingan

Mari kita perbaiki kesalahan umum tersebut:

  • Salah: The project is finished last night. (Salah karena “last night” adalah masa lampau, tidak boleh pakai “is”).
  • Benar: The project was finished last night.
  • Salah: The documents is signed yesterday. (Salah “is” dan salah jumlah karena dokumen jamak).
  • Benar: The documents were signed yesterday.

Ketelitian Bahasawan dalam memilih antara was dan were sangat menentukan keakuratan tata bahasa dalam passive voice tenses bentuk lampau ini.

Memahami Penggunaan Present Perfect Tense Passive Voice

Selain bentuk sekarang dan lampau, ada satu lagi bentuk passive voice tenses yang sangat berguna, yaitu present perfect tense passive voice.

Pola ini digunakan untuk menyatakan suatu tindakan yang sudah selesai dilakukan, namun waktu spesifiknya tidak penting atau tidak disebutkan. Fokus utamanya adalah pada hasil dari tindakan tersebut yang masih relevan sampai saat bicara.

Rumus dan Logika

Strukturnya sedikit lebih panjang karena melibatkan kata bantu have/has dan been. Subject + have / has + been + Verb 3

  • Gunakan has untuk subjek tunggal (he, she, it).
  • Gunakan have untuk subjek jamak (I, you, they, we).

Contoh dalam Konteks Profesional

Misalkan Bahasawan ingin melaporkan bahwa pekerjaan sudah beres:

  • Aktif: I have sent the email. (Saya sudah mengirim email itu).
  • Pasif: The email has been sent. (Email sudah dikirim).

Dalam kalimat pasif di atas, kita menekankan bahwa status email tersebut adalah “terkirim”. Kita tidak perlu menyebutkan “yesterday” atau jam berapa, karena yang penting adalah tugas itu sudah tuntas (completed action). Penggunaan present perfect tense passive voice ini sangat efektif untuk memberikan laporan status (status update) yang singkat dan jelas.

Di Mana Saya Bisa Menemukan Contoh Soal Tenses untuk Pemula?

Setelah memahami teori dan rumus di atas, langkah selanjutnya adalah latihan. Pemahaman tentang passive voice tenses akan hilang jika tidak sering digunakan.

Bahasawan bisa menemukan materi latihan yang autentik dan gratis dari sumber-sumber berikut:

  1. Portal Berita Berbahasa Inggris: Situs seperti BBC News, CNN, atau The Jakarta Post adalah sumber terbaik. Judul berita dan paragraf pertama (lead) biasanya menggunakan struktur pasif untuk memadatkan informasi. Cobalah bedah satu artikel dan lingkari semua kalimat yang menggunakan pola to be + verb 3.
  2. Buku Manual dan Instruksi: Coba baca buku panduan penggunaan barang elektronik di rumah Bahasawan. Kalimat instruksi sering menggunakan bentuk pasif, contohnya: “Batteries must be inserted” atau “The device is equipped with…”. Ini adalah contoh passive voice tenses yang paling nyata dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Situs Edukasi Grammar: Website seperti British Council Learn English, Cambridge Dictionary, atau Ego4u menyediakan ribuan bank soal khusus tenses yang bisa diakses gratis. Cari bagian “Passive Voice Exercises” untuk menguji pemahaman Bahasawan secara terukur.

Baca Juga: Panduan Lengkap Jago Present Perfect Tense dalam 5 Menit!

Kesimpulan

Menguasai passive voice tenses sebenarnya hanyalah masalah pembiasaan logika. Bahasawan hanya perlu mengingat tiga poin utama perubahan strukturnya, yaitu objek pindah ke depan, sesuaikan to be dengan waktu kejadian misalnya is/are untuk sekarang, was/were untuk lampau, has/have been untuk yang sudah tuntas, serta kata kerja harus selalu dalam bentuk ketiga (Verb 3).

Dengan memahami pola passive voice simple present tense, passive voice simple past tense, dan present perfect tense passive voice, komunikasi Bahasawan akan menjadi lebih fleksibel. Bahasawan tidak lagi terpaku pada satu gaya kalimat saja, melainkan bisa menyesuaikan struktur kalimat dengan kebutuhan informasi yang ingin disampaikan.

Dari Passive Voice di Tulisan ke Active Voice di Lisan!

Selamat, Bahasawan! Passive Voice Tenses sudah aman di kepala. Itu artinya, Bahasawan sudah siap membuat kalimat yang terdengar profesional, formal, dan keren.

Bahasmin mau tanya jujur nih, mampukah Bahasawan menggunakan Passive Voice secepat kilat saat ngobrol dengan teman atau presentasi di depan klien?

Saatnya ubah semua teori yang sudah Bahasawan kuasai menjadi aksi nyata! 

Kelas SPEAKING INTENSIVE PREMIUM dari Kelas Bahasa dirancang untuk satu tujuan yaitu membiasakan lidah Bahasawan menggunakan grammar yang benar secara otomatis, termasuk Passive Voice, dalam percakapan sehari-hari maupun situasi profesional.

Di sini, fokus kita bukan lagi menghafal rumus, tapi mengaplikasikannya sampai lancar di luar kepala. Ayo, aktifkan kemampuan bicara Bahasawan sekarang juga!

DAFTAR KELAS SPEAKING INTENSIVE PREMIUM HARI INI!

Referensi:

Ilustrasi
Logo Putih Kelas bahasa
Logo Putih Kelas bahasa

#StartTheNewYearWithBetterEnglish

Ikuti Kisah Sukses Ribuan Siswa Kelas Bahasa Lainnya Sekarang Juga

Daftar Sekarang
Rieska Novia
Rieska Novia

Hai! Aku Rieska Novia, fresh graduate ilmu perpustakaan dan informasi. Saat ini lagi menekuni menulis artikel SEO Friendly! Aku sangat tertarik dengan dunia kepenulisan serta literasi digital.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *