
Bahasawan, pernah nggak Kamu bingung saat belajar tata bahasa tentang mengapa beberapa kalimat panjang tapi tetap masuk akal? Nah, kuncinya ada pada frasa. Masalahnya, bahasa Inggris mengandung banyak jenis klausa yang berbeda dengan struktur yang berbeda pula. Sangat wajar jika orang yang berbicara merasa bingung saat harus membedakan satu jenis klausa dari yang lain.
Tapi tenang, di artikel ini Kelas Bahasa bakal bantu kamu memahami, apa sih clause itu dalam bahasa Inggris? Dan jenis-jenisnya. Siap belajar? Yuk, kita mulai bahas tentang clause!
Apa itu Clause?
Bahasawan, gampangnya, clause dalam bahasa inggris itu adalah sekumpulan kata yang minimal memiliki subjek (S) dan predikat (P) yang berhubungan satu sama lain. Tujuan utama dari clause adalah menyampaikan informasi tentang sebuah keadaan atau aksi.
Clause dalam bahasa inggris
- Bentuk paling sederhana: Clause hanya terdiri dari Subject (S) + Verb (V).
- Bentuk lebih lengkap: Bisa juga berupa Subject (S) + Verb (V) + Object (O) / Complement / Adverb.
Contoh:
- I ate.
Maksudnya, Subject = I (pronoun), Predicate = ate (verb). - Her brother is playing video games.
Maksudnya, Subject = her brother (noun phrase), Predicate = is playing (verb phrase), Object = video games.
Jadi, setiap kali kamu lihat kalimat dengan S + V (plus tambahan O, C, atau Adv), itu tandanya kamu sedang berhadapan dengan sebuah clause.
Tipe Clause Dalam Bahasa Inggris
Dua kategori utama klausa dalam bahasa Inggris adalah independent clause dan dependent clause.
- Independent clause bisa berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap.
- Dependent clause butuh klausa lain supaya maknanya utuh.
Untuk meningkatkan pemahaman kamu tentang bagaimana klausa ini digunakan, mari kita pelajari lebih lanjut tentang dua jenis klausa ini!
1. Independent Clause
Salah satu kalimat yang dapat berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap disebut kalimat utama, atau main clause.
Kalimat ini memiliki struktur sederhana: terdapat subjek dan predikat yang cukup untuk menyampaikan makna lengkap tanpa memerlukan kalimat lain.
“She is studying for her tests.”
Kalimat ini merupakan kalimat utama karena dapat berdiri sendiri. Subjeknya adalah “Dia,” dan “Saya sedang belajar” adalah predikat dari kata kerja present continuous.
Bahasawan juga dapat menggunakan kalimat independen untuk membuat pernyataan sederhana, atau menggabungkannya dengan kalimat independen lain untuk membentuk kalimat majemuk.
Bahasawan juga bisa menggunakan tanda baca seperti koma atau titik koma, atau konjungsi koordinatif seperti for, and, nor, but, or, yet, so untuk menggabungkannya.
2. Dependent Clause
Dependent clause, atau subordinate clause, tidak dapat berdiri sendiri. Klausa ini harus digabungkan dengan klausa utama agar menjadi kalimat utuh.
Biasanya, dependent clauses berfungsi memberi tambahan informasi, deskripsi lebih detail, atau menunjukkan syarat/kondisi dari main clauses. Strukturnya tetap sama seperti independent clause, yaitu ada subject dan predicate, tapi maknanya belum lengkap kalau sendirian.
Contoh:
- If it rains, we will stay at home.
Maksudnya, “If it rains” adalah subordinate clause yang memberi kondisi untuk main clause “we will stay at home”. Kalau berdiri sendiri, “If it rains” tidak jelas maksudnya, jadi perlu digabung dengan main clause. - I will call you back after my meeting is over.
Dengan kata lain, klausul subordinate “when I finish my meeting” berfungsi sebagai keterangan waktu untuk klausul utama “I will call you back”. Lagi-lagi, klausa ini tidak dapat digunakan secara independen.
Kalau sebuah kalimat menggabungkan main clause dengan dependent clause, hasilnya disebut complex sentence. Penggabungan ini biasanya memakai subordinating conjunctions (seperti although, because, unless, while, dll.) atau relative pronouns/adverbs (seperti who, which, whom, dll.).
Contoh complex sentence:
- “I needed to get some food, so I headed to the store.”
Pada dasarnya, kata itu terkait karena ia menghubungkan dependent phrase, “Saya perlu membeli beberapa makanan,” dengan sentence utama, “Saya pergi ke toko.” - My sister is the girl with the red outfit.
Pada dasarnya, fungsi kata adalah untuk menghubungkan kalimat utama “Gadis itu adalah saudari saya” dengan klausa relatif “yang mengenakan gaun merah.”
Dependent Clause terbagi menjadi berbagai kategori berdasarkan fungsinya, yaitu:
a. Noun Clause
Noun clauses, juga disebut nominal clauses, adalah jenis klausa bergantung yang berfungsi sebagai kata benda (noun) dalam kalimat. Karena sifatnya yang mirip dengan noun, klausa ini dapat berfungsi sebagai subjek, objek, atau komplementer.
Biasanya, noun clause diawali dengan question words (what, where, why, who, when, whose, dll.) atau conjunctions seperti that, whether, if.
Contoh:
- Everyone was taken aback by her statement.
Oleh karena itu, “Apa yang dia katakan” adalah klausa nomina yang dimulai dengan kata “apa” dan berfungsi sebagai subjek kalimat. - They are discussing whether to accept the offer.
Maksudnya, “whether to accept the offer” adalah noun clause yang dimulai dengan conjunction whether, dan berfungsi sebagai object dari kata kerja discussing.
b. Adjective Clause
Klausa dependen yang dikenal sebagai klausa sifat memiliki tujuan yang sama dengan kata “sifat”, yaitu untuk memberikan pelengkap bagi kata benda yang sudah ada. Selain itu, klausa sifat juga dapat memberikan informasi tambahan mengenai kalimat utama yang muncul sebelumnya. Secara umum, klausa ini bertujuan untuk memberikan detail yang lebih spesifik atau makna dari suatu objek tertentu.
Adjective clauses are also called relative clauses because they usually begin with relative pronouns/adverbs such as ‘who’, ‘whom’, ‘which’, ‘that’, ‘whose’, ‘when’, ‘where’, or ‘why’.
Contoh:
- The house that I bought is big and beautiful.
Maksudnya, the adjective clause “that I bought” explains the noun phrase “the house”. - I’m annoyed that Susan is doing that once more.
Dengan kata lain, klausa kata sifat “yang mengganggu saya” berkontribusi pada klausa utama “Susan melakukannya lagi.”
c. Adverb Clause
Klausa keterangan, yang juga disebut klausa adverbial, adalah klausa dependen yang berfungsi sama seperti kata keterangan, yaitu untuk memberikan pelengkap bagi kata kerja, kata sifat, atau bahkan kata keterangan lain dalam sebuah frasa. Klausa kata keterangan umumnya berfungsi untuk menjelaskan cara, waktu, alasan, syarat, atau tempat dari klausa utama.
Dalam bahasa Inggris, ada banyak jenis adverbial clause, misalnya, clause of time, clause of result, clause of concession, dan conditional clause.
Dalam kebanyakan kasus, konjungsi subordinatif seperti because, since, when, where, while, as, so that, dan lain-lain.
Contoh:
- When I arrived, the party had already started.
Maksudnya, adverbial clause “when I arrived” memberi keterangan waktu untuk main clause. - If you work hard, you will succeed.
Maksudnya, adverbial clause “if you work hard” memberi keterangan syarat untuk main clause.
Pentingnya Clause Dalam Bahasa Inggris
Clause adalah salah satu fondasi penting dalam tata bahasa Inggris. Dengan memahami independent clause, dependent clause, serta turunannya seperti noun clause, adjective clause, dan adverb clause, Bahasawan bisa menyusun kalimat yang lebih bervariasi, jelas, dan efektif. Semakin paham clause, semakin mudah juga untuk menulis maupun berbicara dalam bahasa Inggris dengan percaya diri.
Mau Makin Jago Bikin Kalimat Bahasa Inggris?
Gabung bareng Kelas Bahasa dan belajar grammar dengan cara seru, interaktif, dan gampang dipahami. Yuk, #LevelUp bareng Bahasmin sekarang juga!







