Contoh Recount Text tentang Pengalaman di SMP serta Panduan Menyusunnya

Ilustrasi Contoh recount text tentang pengalaman di smp

Halo Bahasawan!

Siapa di sini yang suka tiba-tiba senyum-senyum sendiri kalau ingat masa-masa sekolah?

Memang ya, masa-masa di sekolah itu memang masa paling seru dan berkesan! Tapi, pernahkah Bahasawan berpikir, “gimana ya cara “mengabadikan” kisah-kisah seru itu ke dalam tulisan yang benar, tapi tetap asik dibaca?”

Tenang, Bahasawan bisa menulis salah satu jenis teks, yaitu Recount Text!

Kali ini, Bahasmin bakal ngasih tahu kamu cara menulis dan contoh recount text tentang pengalaman di SMP. Tentu aja, bukan cuma bakal benar secara struktur. Tapi, kita akan bongkar sampai contoh yang super panjang. Siap? Yuk, kita mulai!

Baca Juga: Recount Text adalah: Definisi, Tujuan, Struktur & Contohnya

Contoh Recount Text tentang Pengalaman di SMP Sebenarnya Seperti Apa Sih?

Sebelum lebih jauh kita bahas contohnya, Bahasawan perlu tahu dulu, Recount text adalah teks yang akan menceritakan kembali kejadian yang pernah kamu alami. Jadi, ini adalah teks yang menceritakan tentang pengalaman unik yang tidak bisa dilupakan.

Biasanya, teks ini ditulis sebagai kenang-kenangan atau menginformasikan kepada pembaca tentang pengalaman yang sudah dilalui seseorang. Makanya, bahasa keren lainnya sering disebut recount text experience, loh!

Sini Bahasmin kasih tahu contohnya!

Ciri KhasPenjelasan SantaiContoh Kalimat
Fokus WaktuSelalu pakai Simple Past Tense. Kenapa? Karena ceritanya sudah lewat!I went to the library yesterday.
Urutan KejadianCerita harus berurutan, dari awal sampai akhir, supaya tidak bingung.First, I woke up, then I took a bath.
Kata KeteranganBanyak pakai kata keterangan waktu lampau (misalnya yesterday, last year, three years ago) dan tempat.We played hide-and-seek in the school yard.

Gimana sih Struktur Penulisan Recount Text itu?

Perlu diingat, tidak jauh berbeda dengan jenis teks yang lainnya, recount text juga punya kerangka wajib yang gampang diingat dan harus berurutan!

Yang Pertama, Orientation!

Bagian awal dari cerita yang akan Bahasawan tulis. Pada bagian ini, Bahasawan dapat menyebutkan jawaban dari pertanyaan dasar dalam sebuah paragraf pertama. Misalnya: apa yang akan diceritakan? Siapa saja yang terlibat? Kapan waktu dan di mana tempat kejadian itu berlangsung?

ilustrasi Contoh Recount Text tentang Pengalaman di SMP
ilustrasi Contoh Recount Text tentang Pengalaman di SMP

Yang Kedua, Events!

Nah, pada paragraf kedua dan seterusnya adalah bagian di mana Bahasawan bisa menuliskan isi semua kejadian yang pernah dialami. Saat menceritakan pengalaman harus disusun dengan urutan kronologis.

ilustrasi Contoh Recount Text tentang Pengalaman di SMP
ilustrasi Contoh Recount Text tentang Pengalaman di SMP

Jangan pernah lupa, gunakan kata kerja bentuk kedua (V2) karena kejadiannya sudah lampau. Selalu gunakan kata penghubung seperti First, Then, After that, atau Finally untuk menunjukkan runtutan kejadiannya, ya Bahasawan!

Terakhir, Re-orientation!

Akhirnya bagian terakhir dari Contoh Recount Text tentang Pengalaman di SMP, yaitu penutup atau kesimpulan. Isinya bisa berupa kesan, atau pelajaran hidup yang Bahasawan dapat dari pengalaman itu.

ilustrasi Contoh Recount Text tentang Pengalaman di SMP
ilustrasi Contoh Recount Text tentang Pengalaman di SMP

Contoh: That trip was one of the best memories of my entire school life. Despite the cold, the view and the bond we forged taught me the true meaning of friendship.

Baca Juga: Bongkar Tuntas Contoh Recount Text paling Relatable

Intip Cerita Contoh Recount Text Panjang dan Seru!

Bahasawan sudah tahu teorinya, sekarang waktunya praktik! Bahasmin akan kasih dua contoh recount text panjang yang relatable dan bikin kita nostalgia.

Contoh 1: Pengalaman Paling ‘Nyeleneh’ di Field Trip SMP

OrientationLast semester, when I was in the ninth grade, my school organized a field trip to the historical museum and the botanical garden in Bogor. Our bus was full of loud students, everyone was excited, and I was sitting next to my best friend, Risa.
EventsThe first stop was the museum. We listened to the guide for an hour, but truthfully, Risa and I were bored. We snuck out to the gift shop. Suddenly, Risa pointed to a strange ancient mask on the wall and dared me to take a quick selfie with it, making a silly face. I did it without thinking! Just as I snapped the picture, I heard a very loud, booming voice: “What are you doing there, young lady!” It was Mrs. Endah, the strictest history teacher, known for her sharp eyes. My heart pounded so hard I thought it would jump out of my chest. She dragged Risa and me back to the group. Then, she made us stand in front of the entire class as a punishment. Everyone giggled, but I felt my cheeks burn with embarrassment. Later that day, at the botanical garden, I tripped over a root while trying to avoid eye contact with Mrs. Endah. I fell right into a small flower bed. Luckily, I didn’t get hurt, but my white shoes were covered in mud, and everyone saw it. That day seemed to be a series of unfortunate, humiliating events.*
Re-orientationEven though that field trip was disastrous and utterly humiliating, it became the legendary story that my friends and I still tell and laugh about to this day. It taught me that not all memorable experiences are good ones, but they are definitely the funniest! It was truly a memorable recount text about my junior high school experience.

Contoh 2: Pengalaman Kocak Belajar di Rumah Waktu Pandemi

OrientationIn 2020, when the pandemic suddenly hit, all schools were closed, and we all had to switch to online learning, or PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). My biggest challenge was the sudden change in routine and the need to be focused at home. I was in the 8th grade at the time.
EventsMy first few weeks were a disaster. I overslept several times and joined the Zoom class still wearing my favorite, faded Mickey Mouse pajamas. One morning, my Physics teacher, Mr. Taufik, who was a very serious man, asked me to turn on my camera to show my homework. As I reached for my textbook, I forgot that my adorable but very clingy cat, Koko, was sleeping on my lap. When I moved too quickly, Koko woke up, yawned, and then, in a very dramatic fashion, jumped right onto the keyboard, making the camera shake wildly! The entire class burst into laughter, and Mr. Taufik, for the first time ever, smiled! Immediately after that, Koko decided to start meowing loudly, demanding attention, completely disrupting the explanation of Newton’s Law. I rushed to mute my mic and apologized profusely. After that incident, Koko became the class’s uninvited mascot. Every time I joined the video call, my classmates would ask “Where is Koko today?” It turned a stressful learning environment into something lighter.
Re-orientationEven though studying from home was tough and full of technical issues, those silly moments made me realize that connection can happen anywhere. That was a unique recount text experience that I will never forget, and it showed me that even our pets can make learning more fun!

Saatnya Cas-Cis-Cus Cerita!

Nah, Bahasawan! Sekarang Bahasawan sudah tahu bahwa contoh recount text tentang pengalaman di SMP itu bukan hanya sekadar tugas sekolah, tapi juga mesin waktu pribadi Bahasawan untuk menghidupkan kembali kenangan.

Kalau Bahasawan ingin bisa menulis dan menceritakan pengalaman lampau dalam bahasa Inggris secara cas-cis-cus dan penuh percaya diri, ini saat yang tepat, banget!

Yuk, segera gabung Kelas Speaking Intensive dari Kelas Bahasa sekarang!

[DAFTAR KELAS SPEAKING INTENSIVE SEKARANG]

Referensi:
Rezkyana, D. (2020). Media Pembelajaran Magic Puzzle untuk Pembelajaran Teks Recount di SMP. Penerbit Adab. https://bintangpusnas.perpusnas.go.id/konten/BK14193/media-pembelajaran-magic-puzzle-untuk-pembelajaran-teks-recount-di-smp.

Ilustrasi
Logo Putih Kelas bahasa
Logo Putih Kelas bahasa

#StartTheNewYearWithBetterEnglish

Ikuti Kisah Sukses Ribuan Siswa Kelas Bahasa Lainnya Sekarang Juga

Daftar Sekarang
Rieska Novia
Rieska Novia

Hai! Aku Rieska Novia, fresh graduate ilmu perpustakaan dan informasi. Saat ini lagi menekuni menulis artikel SEO Friendly! Aku sangat tertarik dengan dunia kepenulisan serta literasi digital.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *