4 Trik Jitu Paham Past Continuous Tense & Rumusnya

ilustrasi past continuous tense

Halo, Bahasawan!

Coba perhatikan, pasti Bahasawan pasti pernah mendapat pertanyaan seperti, “What are you doing late night?”, kan? Nah, untuk menjawab pertanyaan itu, Bahasawan tidak bisa pakai Past Tense biasa.

Bahasawan butuh pakai past continuous tense. Kenapa? Karena harus menjelaskan sebuah aktivitas yang sedang berjalan dan mengisi durasi waktu tersebut. Kalau Bahasawan cuma jawab “Saya makan”, itu kurang akurat. Jawaban yang tepat adalah “Saya sedang makan” karena menjelaskan proses yang berlangsung di jam itu.

Past continuous tense ini bukan sekadar aturan tata bahasa, loh, tapi juga menjadi alat wajib untuk membuat cerita kamu punya latar belakang waktu yang jelas dan logis. Di artikel ini, Bahasmin akan bantu kamu membedah tuntas tense ini, mulai dari rumus past continuous tense sampai bedanya dengan tense lain yang sering bikin lidah keseleo.

Yuk, kita mulai bedah satu per satu!

Baca Juga: Panduan Lengkap Jago Present Perfect Tense dalam 5 Menit!

Apa Itu Past Continuous Tense?

Secara teknis, past continuous tense adalah bentuk kalimat yang menceritakan kejadian yang sedang berlangsung di masa lampau pada titik waktu yang spesifik.

Bayangkan Bahasawan punya sebuah video rekaman kegiatan kemarin. Kalau video itu diputar, itu adalah proses. Kalau video itu di-pause di tengah-tengah, itulah momen past continuous tense. Poin pentingnya ada dua, yaitu (1) kejadiannya ada di masa lalu dan sudah lewat serta (2) Kejadiannya punya durasi atau sedang aktif dilakukan saat itu.

Jadi, tense ini bukan soal sudah selesai atau belum, tapi soal apa yang sedang asyik dilakukan di masa lalu. Ini beda banget sama Simple Past Tense yang sifatnya seperti menjelaskan satu kejadian yang sudah selesai.

Rumus Past Continuous Tense

Bahasawan nggak perlu takut sama istilah rumus. Rumus past continuous tense punya dua hal utama, yakni Was/Were dan Verb-ing. Ingat saja aturan Ing itu artinya sedang. Karena kejadiannya lampau, kita butuh to be lampau (was/were).

Ilustrasi 4 Trik Jitu Paham Past Continuous Tense & Rumusnya

Berikut penjabaran lengkapnya:

1. Pola Kalimat Positif

Ini untuk menceritakan apa yang sedang terjadi.

  • Structure: Subject + Was/Were + Verb-ing + Object/Complement
  • Aturan To Be:
    • Was: I, He, She, It, Nama Tunggal (Budi).
    • Were: You, They, We, Nama Jamak (Budi and Ani).

Contoh:

  • She was reading a novel all afternoon. (Dia sedang membaca novel sepanjang sore.)
  • The students were discussing the project. (Para siswa sedang mendiskusikan proyek itu.)

2. Pola Kalimat Negatif

Ini untuk menyangkal atau bilang tidak. Tinggal selipkan “not”.

  • Structure: Subject + Was/Were + Not + Verb-ing
  • Tips: Was not bisa disingkat Wasn’t. Were not bisa disingkat Weren’t.

Contoh:

  • I wasn’t sleeping when you called. (Aku nggak lagi tidur pas kamu telepon.)

3. Pola Kalimat Tanya (Interogatif)

Ini dipakai detektif tadi untuk bertanya. Balik posisinya.

  • Structure: Was/Were + Subject + Verb-ing + …?

Contoh:

  • Were you waiting for me? (Apa kamu tadi lagi nungguin aku?)

Cukup sederhana, kan? Kunci utamanya adalah jangan sampai tertukar pasangannya. Jangan sampai You was atau I were. Kalau itu sudah benar, separuh jalan sudah Bahasawan kuasai.

Kapan Waktu yang Tepat Menggunakannya?

Supaya nggak asal ngomong, Bahasawan perlu tahu konteks. Past continuous tense paling sering muncul di tiga situasi ini. Coba pahami:

Situasi 1: Interrupted Action

Ini skenario paling umum. Ada kejadian panjang yang sedang berlangsung, lalu dipotong oleh kejadian pendek.

  • Kejadian panjang: Pakai past continuous tense.
  • Kejadian pemotong: Pakai Simple Past Tense.
  • Kata hubung: When (ketika).

Contoh: I was taking a shower when the lights went out. (Aku lagi mandi, pas lampu mati.) Mandinya belum kelar, eh lampunya mati duluan.

Situasi 2: Parallel Actions

Ini kalau Bahasawan menceritakan dua kejadian yang terjadi bersamaan di masa lalu tanpa saling ganggu.

ilustrasi past continuous tense
ilustrasi past continuous tense
  • Kata hubung: While (sementara/selagi).

Contoh: I was studying while my brother was playing games. (Aku lagi belajar sementara adikku lagi main game.)

Situasi 3: Waktu Spesifik (Specific Time)

Menjelaskan apa yang terjadi di jam tertentu.

  • Contoh: At 7 AM yesterday, I was jogging in the park. (Jam 7 pagi kemarin, aku lagi lari pagi di taman.)

Bedanya dengan Tense Lain

Nah, di sinilah biasanya Bahasawan mulai kebingungan. Ada banyak tense yang namanya mirip-mirip. Biar artikel ini lengkap dan bikin makin jago, Bahasmin akan jelaskan perbedaannya:

Past Continuous Tense Vs. Past Perfect Continuous Tense

Kalau past continuous tense itu ibarat bilang “Aku lagi lari”, maka past perfect continuous tense itu bilang “Aku sudah lari selama 1 jam (dan masih lari/baru berhenti) pas kamu datang”.

Bedanya ada di penekanan durasi. Contohnya sebagai berikut.

  • Past Continuous: Fokus ke aksinya (I was working).
  • Past Perfect Continuous: Fokus ke durasi waktunya (I had been working for 2 hours).

Jadi kalau nggak ada keterangan “berapa lama”, cukup pakai yang continuous biasa saja.

Past Continuous Tense Versus Past Future Perfect Tense

Tenang, past future perfect tense ini sebenarnya bentuk pengandaian. Tense ini bicara soal rencana di masa lalu yang seharusnya sudah selesai, tapi kenyataannya tidak terjadi.

  • Contoh: I would have finished the cake. (Aku seharusnya sudah menghabiskan kuenya). Ini berbeda dengan past continuous tense yang bicara fakta nyata.

Past Continuous Tense Versus Future Perfect Continuous Tense

Future perfect continuous tense dipakai untuk membayangkan durasi di masa depan.

  • Contoh: By 2030, I will have been living here for 10 years.

Jelas beda banget ya. Yang satu masa lalu, yang ini visi masa depan.

Bahasawan nggak perlu menghafal semua nama tense yang panjang itu sekarang. Cukup tahu bedanya saja supaya nggak tertukar saat ngobrol santai. Fokus utama kita tetap di past continuous tense karena ini yang paling sering dipakai sehari-hari.

Kesalahan Umum yang Sering Terjadi

Supaya tulisan atau omongan Bahasawan makin natural, hindari jebakan-jebakan kecil ini. Bahasmin sering lihat kesalahan ini di media sosial:

  • Lupa To Be (Was/Were): misalnya Tanpa was/were, kalimatnya jadi buntung dan grammar-nya salah total. Contohnya adalah I was eating rice yesterday.
  • Tertukar When dan While: Meskipun kadang bisa ditukar, aturannya: When diikuti kejadian singkat (Simple Past), While diikuti kejadian panjang (Past Continuous).

Baca Juga: Paham Simple Future Tense dengan 4 Trik Cepat Ini!

Kesimpulan

Ibaratnya, Past continuous tense adalah jembatan waktu yang membawa pendengar masuk ke suasana masa lalu yang sedang terjadi. Jadi, apa poin utamanya?

  • Gunakan untuk aktivitas yang sedang berjalan di masa lalu.
  • Ingat pasangan Was/Were + Verb-ing.
  • Gunakan saat ada kejadian lain menyela atau terjadi bersamaan.

Sekarang, coba Bahasawan tantang diri sendiri. Lihat jam sekarang, lalu ingat-ingat apa yang sedang dilakukan kemarin di jam yang sama persis. Susun kalimatnya dalam kepala. Kalau sudah bisa, berarti Bahasawan sudah menguasai rumus past continuous tense dengan baik.

Gimana, lebih masuk akal kan penjelasannya? Selamat mempraktikkan dan sampai jumpa di pembahasan seru lainnya!

Siap Mengubah Teori Past Continuous Jadi Obrolan Keren?

Bahasmin tahu, tantangan sebenarnya bukan cuma tahu rumusnya, melainkan saat harus ngobrol! Kira-kira, mampukah Bahasawan menggunakan Past Continuous Tense secara spontan dan tanpa mikir di depan teman bicara?

Teori grammar yang sudah Bahasawan pelajari harus langsung diaplikasikan agar skill speaking Bahasawan ikut melesat.

Kelas SPEAKING INTENSIVE PREMIUM dari Kelas Bahasa adalah solusinya! Kelas ini dirancang khusus untuk Bahasawan agar percaya diri berdiskusi dan berbicara dalam bahasa Inggris, serta melatih expression harian tanpa takut salah grammar lagi.

Jangan tunda lagi! Yuk, tingkatkan skill speaking Bahasawan agar selevel dengan kemampuan grammar Bahasawan!

DAFTAR KELAS SPEAKING INTENSIVE PREMIUM HARI INI!

Referensi:

Ilustrasi
Logo Putih Kelas bahasa
Logo Putih Kelas bahasa

#StartTheNewYearWithBetterEnglish

Ikuti Kisah Sukses Ribuan Siswa Kelas Bahasa Lainnya Sekarang Juga

Daftar Sekarang
Rieska Novia
Rieska Novia

Hai! Aku Rieska Novia, fresh graduate ilmu perpustakaan dan informasi. Saat ini lagi menekuni menulis artikel SEO Friendly! Aku sangat tertarik dengan dunia kepenulisan serta literasi digital.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *