
Halo, Bahasawan!
Kalau diperhatikan, hampir semua percakapan bahasa Inggris yang sederhana selalu dimulai dengan pola kalimat yang sama. Saat seseorang memperkenalkan diri, menjelaskan kebiasaan, atau sekadar menceritakan rutinitas harian, bentuk waktu yang dipakai jarang berubah. Di sinilah sebenarnya peran penting dari pengertian simple present tense mulai terasa, meskipun sering tidak disadari.
Banyak pembelajar merasa sudah memahami jenis tense ini, karena sering menemukannya sejak awal belajar grammar dalam bahasa inggris. Namun, masalah biasanya muncul ketika mulai berbicara atau menulis. Kalimatnya terdengar aneh, bukan karena salah kosakata, tetapi karena cara memahami bentuk dan pola kalimatnya kurang tepat sejak awal.
Kali ini, Bahasmin ingin mengajak Bahasawan melihat pengertian simple present tense bukan sebagai materi hafalan, melainkan sebagai pola komunikasi yang hidup dan dekat dengan keseharian. Penasaran kan? Yuk, langsung siapkan catatannya!
Baca Juga: Pengertian Present Perfect Tense: Rumus, dan Contoh
Apa yang Dimaksud dengan Simple Present Tense?
Coba perhatikan obrolan ringan dalam bahasa Inggris. Kalimat seperti “I work here,” “She likes coffee,” atau “They live nearby” terdengar sangat alami. Tidak ada keterangan waktu khusus, tapi maknanya tetap jelas.
Dari situ, pengertian simple present tense bisa dipahami melalui konteks penggunaannya. Bentuk ini dipakai untuk menyampaikan informasi yang dianggap berlaku secara umum atau terus berulang. Fokusnya bukan pada kapan kejadian berlangsung, melainkan pada kenyataan bahwa hal tersebut memang terjadi secara konsisten.
Inilah alasan mengapa simple present tense adalah bentuk yang paling sering muncul dalam percakapan dasar. Tanpa disadari, tense ini menjadi alat utama untuk menyampaikan identitas dan kebiasaan.
Waktu yang Tepat Menggunakan Simple Present Tense
Banyak pembelajar baru merasa percaya diri setelah memahami rumus dasar. Namun, kepercayaan diri itu sering runtuh saat mulai praktik. Kesalahan kecil seperti lupa menambahkan akhiran kata kerja atau salah memilih to be ketika mengobrol langsung terasa mencolok.
Di tahap ini, banyak orang baru menyadari bahwa mereka belum benar-benar memahami konsepnya. Kesalahan tersebut bukan karena tidak belajar, melainkan karena sejak awal terlalu fokus pada rumus, bukan makna.
Pengalaman ini umum terjadi dan wajar. Justru dari sini, pemahaman tentang pengertian simple present tense menjadi jauh lebih penting dibanding sekadar menghafal bentuk kalimat.
Tahu teorinya saja belum cukup kalau belum paham kapan mempraktikkannya. Nah, memahami pengertian simple present tense harus dibarengi dengan konteks waktu. Supaya tidak salah momen, berikut adalah situasi-situasi penting di mana Bahasawan wajib memakai pola ini:
Menyatakan Fakta yang Umum dan Kebenaran Universal (General Truth)
Digunakan untuk fakta ilmiah atau kebenaran mutlak yang tidak bisa disangkal oleh siapa pun. Kalimat seperti “Cats like milk” atau “The earth rotates on its axis” tidak bergantung pada waktu tertentu. Informasi tersebut dianggap benar kapan pun disampaikan. Contoh lain: “Indonesia has three different time zones.” (Indonesia memiliki tiga zona waktu yang berbeda). Kata “has” yang digaris bawahi merupakan kata kerja yang digunakan untuk menyatakan fakta umum subjek (Indonesia).
Menceritakan Rutinitas atau Kebiasaan (Habitual Action)
Segala kegiatan yang dilakukan secara berkala, bisa jadi harian, mingguan, atau tahunan. Rutinitas juga menjadi bagian besar dari penggunaan simple present tense. Saat Bahasawan berkata, “I check my email every morning,” yang disampaikan bukan kejadian sekali, melainkan kebiasaan yang terus berulang. Contoh lainnya “My brother jogs around the Gelora Bung Karno stadium every weekend” (Kakak saya lari pagi di stadion GBK setiap akhir pekan). Dua konteks ini memperlihatkan bahwa simple present tense berkaitan erat dengan pola hidup sehari-hari.
Memberikan Perintah atau Petunjuk (Instruction)
Sering dipakai saat Bahasawan menunjukkan jalan atau memberi instruksi langkah-langkah. Contohnya “You go straight, then turn left” (Kamu jalan lurus, lalu belok kiri).
Menyebutkan Jadwal Tetap (Fixed Arrangements)
Kerap dipakai untuk membicarakan jadwal transportasi umum atau agenda resmi. Contohnya “The last train from Jakarta leaves at 11 PM tonight.” (Kereta terakhir dari Jakarta berangkat jam 11 malam ini).
Memahami Rumus Simple Present Tense Tanpa Terjebak
Secara teknis, simple present tense formula memang ada. Namun, memahami logikanya jauh lebih membantu daripada menghafalnya mentah-mentah. Secara garis besar, kalimat dibagi menjadi dua: yang mengandung aksi dan yang hanya menjelaskan kondisi.
Yuk simak detail rumus simple present tense dan contohnya di bawah ini:
1. Rumus Simple Present Tense Verbal dan Contoh Penggunaannya
Kalimat verbal wajib memiliki kata kerja (Verb). Kalimat verbal dipakai saat ada aktivitas yang dilakukan subjek. Pola ini sering muncul dalam cerita keseharian.

Coba perhatikan contoh simple present tense verbal di tabel. Ada perubahan kata kerja saat subjeknya tertentu, kan? Nah, dalam pengertian simple present tense, perubahan ini mutlak terjadi hanya jika subjeknya orang ketiga tunggal (He, She, It).
2. Rumus Simple Present Tense Nominal
Berbeda dengan bentuk verbal, pengertian simple present tense nominal tidak melibatkan aktivitas. Fokusnya ada pada keadaan, sifat, atau identitas. Sebagai gantinya, Bahasawan harus menggunakan To Be (Am, Is, Are). Pola ini biasanya muncul saat ingin menjelaskan perasaan, identitas, atau situasi.

Menguasai contoh kalimat nominal simple present tense ini krusial banget supaya Bahasawan tidak salah pasang verb di tempat yang harusnya diisi To Be. Ini akan mematangkan pemahamanmu soal pengertian simple present tense secara utuh.
Ciri-Ciri Utama dari Simple Present Tense
Bahasawan masih bingung membedakan kalimat ini dengan tenses lain dalam teks panjang? Saat membaca teks bahasa Inggris, ada beberapa petunjuk yang bisa membantu mengenali bentuk waktu ini. Gampang kok, cukup cek ciri-ciri simple present tense berikut ini:
- Kata Kerja Bentuk Asli: Mayoritas menggunakan Verb-1 murni (kecuali subjek tunggal yang perlu tambahan s/es).
- Pakai ‘To Be’ Masa Kini: Wajib menggunakan Is, Am, atau Are. Jangan pakai Was/Were ya!
- Muncul Do/Does: Kata bantu ini pasti nongol di kalimat tanya dan negatif.
- Ada Penanda Waktu (Time Signal): Biasanya ada keterangan frekuensi kejadian. Time signal simple present tense yang khas antara lain:
- Adverb of frequency: Always, usually, often, seldom, rarely, never.
- Time phrase: Every day, every month, once a week, twice a year.
Kalau Bahasawan melihat indikator di atas, sudah pasti kalimat itu merujuk pada pengertian simple present tense.
Kapan Menggunakan Akhiran -s atau -es pada Kata Kerja?
Bagian ini sering jadi jebakan dalam pengertian simple present tense. Ingat ya, aturan penambahan akhiran -s/-es (suffix) ini HANYA berlaku di kalimat positif dengan subjek orang ketiga tunggal (He, She, It).
Biar enggak ketukar-tukar, ini panduannya:
- He, she, it → kata kerja berubah
- Subjek lain → kata kerja tetap
- Pakai akhiran -es kalau kata kerjanya berakhiran bunyi desis atau vokal tertentu (seperti huruf -o, -ch, -sh, -x, -ss, -z).
- Go menjadi Goes
- Watch menjadi Watches
- Fix menjadi Fixes
- Discuss menjadi Discusses
- Pakai akhiran -s untuk kata kerja standar selain aturan di atas.
- Play menjadi Plays
- Run menjadi Runs
- Read menjadi Reads
- Type menjadi Types
- Khusus akhiran -y, ubah menjadi -ies kalau huruf sebelumnya adalah konsonan (huruf mati).
- Fly menjadi Flies
- Try menjadi Tries
- Fry menjadi Fries
Catatan penting: Jika subjeknya I, You, They, We, Bahasawan bebas tugas, alias tidak perlu menambah akhiran apa pun pada kata kerjanya!
Baca Juga: Future Perfect Tense: Rumus, Penggunaan, dan Contoh Kalimat
Kesimpulan
Mempelajari pengertian simple present tense sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan, kan? Kuncinya ada pada konsistensi mengenali situasi “saat ini” dan “kebiasaan”. Mulai dari memahami definisi simple present tense, menghafal rumus simple present, hingga mengenali ciri ciri simple present tense, semuanya saling berkaitan.
Dengan memahami rumus simple present tense dan berlatih menggunakan contoh kalimat nominal simple present tense maupun verbal yang bervariasi, Bahasawan akan semakin percaya diri.
Selamat belajar dan semoga sukses, Bahasawan!
Formula Grammar Sudah Ditangan, Sekarang Giliran Speaking Intensifnya!
Mantap! Sekarang Bahasawan sudah tahu cara menggunakan Simple Present Tense untuk mendeskripsikan kebiasaan dan fakta sehari-hari. Tapi, kalau cuma tahu rumusnya, ngobrolnya tetap stuck dong!
Yuk, gabung dengan SPEAKING INTENSIVE PREMIUM di Kelas Bahasa! Dalam 1 bulan, Bahasawan akan didorong untuk langsung praktik menggunakan semua grammar yang sudah dipelajari. Dapatkan feedback personal dari tutor dan wujudkan cita-cita Bahasawan ngomong Bahasa Inggris tanpa ragu.
Siap Tinggalkan Rasa Gugup dan Auto Lancar Bicara? Daftar Sekarang di Kelas Bahasa!
Referensi:
Azar, B. S. (2017). Understanding and using English grammar. 5th ed. Longman. https://archive.org/details/understandingusi05edazar_q1d1/page/n2/mode/1up






