5 Kesalahan Saat Perkenalan Dalam Bahasa Inggris Untuk Interview

ilustrasi perkenalan dalam bahasa inggris untuk interview

Halo, Bahasawan!

Bahasmin paham banget kalo sesi perkenalan dalam bahasa inggris untuk interview kerja itu bikin jantung rasanya kayak lagi lari kejar-kejaran, kan?

Tapi, apakah Bahasawan tahu? Kesalahan seringkali bukan ada di tata bahasa, melainkan di pemilihan kata dan mindset saat kamu menyampaikan perkenalan diri!

Duh, jangan sampai deh golden chance kamu lenyap karena kesalahan kecil!

Tapi tenang, Bahasmin udah ngerangkum 5 kesalahan paling umum dan cara mengubah kesalahan itu jadi kalimat yang ngebuat kamu lebih percaya diri saat perkenalan dalam bahasa inggris untuk interview.

Cukup menarik, kan? Baca artikel ini sampai selesai ya!

Baca Juga: Cara Mudah Perkenalan dalam Bahasa Inggris di Depan Kelas

Apa aja Kesempatan yang Hilang saat Melakukan Kesalahan Perkenalan dalam Bahasa Inggris Untuk Interview?

Coba Bahasawan bayangkan deh, teks perkenalan dalam bahasa inggris untuk interview yang sudah kamu susun, bisa jadi justru berisi frasa yang paling sering didengar recruiter. Ini tentu aja bikin bosen dan ga menarik lagi, kan?

Kalau Bahasawan bisa menghindari kesalahan ini saat interview, otomatis narasi perkenalan dalam bahasa inggris untuk interview kamu akan terdengar segar dan terdengar berbeda dengan kandidat lainnya. Ini bikin rekruiter nganggap Bahasawan punya cara yang unik!

Nah, kalau ditelusuri lebih jauh, ternyata pada saat melakukan kesalahan interview, terdapat beberapa kesempatan yang hilang. Diantaranya:

Kesalahan UmumKesempatan yang Hilang
Terlalu fokus pada daftar pekerjaan.Menunjukkan kemampuan problem solving saat ini.
Penggunaan filler words (misalnya: like, um, maybe).Membangun citra profesionalisme dan percaya diri.
Gagal menghubungkan skill pribadi dengan visi perusahaan.Menegaskan kenapa kamu layak untuk direkrut di perusahaan

Seperti yang sudah Bahasmin sampaikan di awal artikel ini, Bahasmin akan kasih tahu Bahasawan soal kesalahan-kesalahan saat perkenalan dalam bahasa inggris untuk interview yang bisa Bahasawan hindari.

Dijamin deh, Bahasawan enggak akan kehilangan kesempatan emas lagi!

5 Kesalahan Perkenalan Dalam Bahasa Inggris Untuk Interview

ilustrasi perkenalan dalam bahasa inggris untuk interview
ilustrasi perkenalan dalam bahasa inggris untuk interview

Berikut akan Bahasmin jelaskan kesalahan-kesalahan yang mungkin bisa terjadi saat Bahasawan melakukan Perkenalan Dalam Bahasa Inggris Untuk Interview:

Kesalahan #1: Terlalu General dan Tidak Spesifik

Banyak Bahasmin pada saat perkenalan dalam bahasa inggris untuk interview hanya memberikan informasi general. Ini membuat recruiter merasa seperti membaca ulang CV yang sudah mereka lihat.

Padahal pada saat interview, kamu harus bisa menjual skill yang kamu punya secara langsung agar recruiter tertarik, bukan hanya lewat tulisan saja. Misalnya:

  • Dari pada mengucapkan “My duties were to manage…” kamu bisa memaparkannya dengan “My core mandate was to transform [Area] by streamlining [Specific Process].”
  • Dari pada hanya menyebutkan “i’m good at teamwork”, Bahasawan bisa lebih menjelaskan dengan kalimat “My strength lies in galvanizing cross-functional teams to achieve a unified outcome.”

Cara-cara diatas akan lebih membantu Bahasawan terlihat memiliki kesan professional yang kuat, loh!

Kesalahan #2: Gagal Menjual Dampak

Recruiter tidak peduli seberapa sibuk kamu, mereka peduli apa hasil dari kesibukanmu. Maka dari itu, Bahasawan harus bisa menjual apa pencapaian yang sebelumnya pernah kamu raih, dibandingkan dengan menyebutkan apa saja jobdeskmu.

  • Dibandingkan menyebutkan “I helped increase sales.”,lebih baik menjelaskan pencapaian kuantitatif seperti “I architected a new strategy that achieved a validated 25% elevation in the conversion rate.
  • Alih-alih hanya mengatakan I handled customer complaints., lebih baik ditambahkan “I specialized in conflict resolution, which permanently stabilized client retention metrics.”

Kesalahan #3: Transisi yang Terlalu Mendadak

Perkenalan diri yang baik harus mengalir, bukan terputus-putus. Kesalahan umum biasanya adalah langsung melompat-lompat dari nama ke pengalaman tanpa jeda, sehingga Bahasawan terdengar tidak lancar. Misalnya:

  • Thank you. I am X. I worked at Y.“, akan lebih enak didengar ketika Bahasawan memperkenalkan dengan “I truly value this opportunity. To appropriately frame my suitability, my professional narrative centers around [Skill/Field].”
  • Dibanding hanya menyebutkan secara singkat, “I’m done talking about my education., akan lebih nyaman di dengar sebagai, “This foundational expertise ensures my skill set is ready to be immediately deployed for your team.”

Kesalahan #4: Terlalu Fokus pada ‘Saya Ingin Belajar’ terutama kalau kamu Fresh Graduate

Meskipun Fresh Graduate, recruiter ingin tahu nilai apa yang kamu bawa sekarang. Terlalu fokus pada keinginan belajar membuatmu terdengar pasif.

  • Gunakan “I am eager for the platform where I can deploy my specialized methodology to generate immediate, measurable results.” Dibandingkan hanya menyebutkan “I want to learn more from your company.”
  • Bahasawan bisa pakai kalimat “My academic immersion has equipped me with the foundational expertise needed to handle the complexities of this role.”, dibanding menyebut “My academic immersion has equipped me with the foundational expertise needed to handle the complexities of this role.”

Kesalahan #5: Mengakhiri Perkenalan dengan Nada Ragu

Penutup adalah kesempatan terakhir kamu untuk meninggalkan kesan percaya diri. Kadang, bagian ini sering dianggap opsional, padahal bagian penutup juga salah satu bagian yang penting.

  • Dibandingkan hanya, “that’s all. Thank you” lebih enak didengar jika “I am eager for the ‘green light’ to move forward and immediately begin contributing to your team’s success.
  • Dari pada hanya I hope to hear from you.”, opsi lainnya Bahasawan bisa menyebutkan “I look forward to detailing the blueprint for my future contributions here.”

Contoh Perkenalan Diri dalam Bahasa Inggris untuk Interview

Sebagai penutup, Mimin Global kasih nih contoh singkat yang sudah anti-blunder untuk interview perkenalan diri kamu:

I sincerely appreciate the time allocated for this discussion. I’m [Your Full Name], and I’m ready to share the specialized methodology I developed during my studies in [Major]. My focus has been building systems that translate complex theory into clean, measurable solutions.

I applied this directly in my final project where, by designing a custom automation protocol, we successfully reduced data processing time by a confirmed 35%. I view this role at [Company Name] as the ideal place where my efficiency-focused methodology can immediately contribute to your future projects. I am fully prepared to detail the blueprint for my future contributions.”

Baca Juga: Panduan Lengkap Offering Help: Arti, Contoh Dialognya!

Sekarang Giliran Bahasawan Action!

Gimana nih, Bahasawan? Kamu sudah punya senjata rahasia yang bukan hanya berupa contoh perkenalan dalam bahasa Inggris untuk interview secara formal, tapi juga filter untuk menghilangkan blunder yang sering menjebak.

Tentu aja, Bahasawan ingin lebih lancar dalam melakukan perkenalan diri dalam bahasa Inggris untuk interview kan? Bahasmin di sini juga bawa solusi!

Jangan sampai ketinggalan kelas SPEAKING INTENSIVE PREMIUM dari Kelas Bahasa.

Di kelas ini, Bahasawan akan dilatih intensif secara online oleh tutor kompeten dengan metode khas Kampung Inggris.

Kamu nggak cuma akan hafal, tapi langsung bisa pakai expressions dalam percakapan sehari-hari hingga diskusi profesional.

Tunggu apa lagi? Ubah rasa malu jadi percaya diri. Ambil langkah pertamamu sekarang DISINI!

Referensi:

Ilustrasi
Logo Putih Kelas bahasa
Logo Putih Kelas bahasa

#StartTheNewYearWithBetterEnglish

Ikuti Kisah Sukses Ribuan Siswa Kelas Bahasa Lainnya Sekarang Juga

Daftar Sekarang
Rieska Novia
Rieska Novia

Hai! Aku Rieska Novia, fresh graduate ilmu perpustakaan dan informasi. Saat ini lagi menekuni menulis artikel SEO Friendly! Aku sangat tertarik dengan dunia kepenulisan serta literasi digital.

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *