Paham Simple Future Tense dengan 4 Trik Cepat Ini!

ilustrasi simple future tense

Halo, Bahasawan!

Bahasawan, coba deh bayangkan besok pagi bangun tidur, terus langsung kepikiran rencana weekend nanti. Mungkin Bahasawan bakal nonton film baru, jalan-jalan cari kuliner baru, atau sekadar rebahan seharian. Nah, sadar nggak sih kalau saat Bahasawan membicarakan rencana-rencana itu di dalam bahasa Inggris, kamu sedang menggunakan simple future tense?

Bahasawan pasti sering membicarakan rencana kegiatan untuk esok hari atau minggu depan. Nah, saat menceritakan kejadian yang belum terjadi ini adalah kebutuhan dasar dalam percakapan bahasa Inggris. Tanpa pemahaman yang tepat soal waktu masa depan, obrolan kita hanya akan berputar di masa lalu atau masa kini saja.

Di sinilah peran vital dari simple future tense. Materi ini bukan sekadar hafalan sekolah, melainkan tata bahasa yang paling sering muncul saat Bahasawan ingin membuat janji temu, menyusun jadwal liburan, atau sekadar memprediksi cuaca.

Bahasmin menulis artikel ini khusus untuk membantu Bahasawan menguasai materi simple present tense tanpa perlu pusing dengan istilah rumit. Kita akan membedah tuntas mulai dari pengertian, perbedaan penggunaan kata kerja bantu, hingga variasi kalimatnya.

Simak penjelasannya sampai akhir agar gak makin bingung!

Baca Juga: Cara Cepat Paham Simple Past Tense Dalam 5 Menit!

Definisi Simple Future Tense

Secara harfiah, simple future tense adalah bentuk waktu dalam tata bahasa Inggris yang berfungsi untuk menjelaskan suatu peristiwa yang belum mulai dan baru akan terjadi di waktu mendatang.

Poin utamanya ada pada niat atau prediksi. Tidak peduli apakah kejadian itu akan terjadi satu detik lagi, satu jam lagi, atau sepuluh tahun lagi, selama kejadiannya belum terjadi saat kita berbicara, maka kita menggunakan tenses ini.

Bahasawan perlu tahu bahwa penggunaan simple future tense sangat fleksibel. Teman Global bisa menggunakannya dalam situasi formal seperti rapat kantor, atau situasi santai saat nongkrong bersama teman. Karena fleksibilitas inilah, tenses ini menjadi salah satu materi wajib bagi pemula.

Bongkar Rumus Future Tense: Will vs Be Going To

Nah, masuk ke bagian teknis dikit, ya. Tapi tenang, Bahasmin janji nggak bakal bikin pusing kayak pelajaran matematika. Rumus future tense itu sebenarnya sangat fleksibel karena punya dua kelompok, yakni Will dan Be Going To.

Banyak yang mengira semua kalimat masa depan harus menggunakan kata “Will”. Padahal, ada aturan yang membuat kalimat Bahasawan akan terdengar lebih natural dan akurat. Rumus future tense terbagi menjadi dua kategori utama berdasarkan situasi penggunaannya.

Mari Bahasmin jelaskan perbedaannya secara rinci agar Bahasawan tidak salah pilih kata.

1. Pola Menggunakan “Will”

Pola ini digunakan untuk keputusan spontan yang baru dipikirkan saat bicara, tawaran bantuan, janji, atau prediksi tanpa bukti fisik yang kuat.

ilustrasi simple future tense
ilustrasi simple future tense
  • Rumus Positif: Subject + Will + Verb 1 + Object
  • Rumus Negatif: Subject + Will + Not (Won’t) + Verb 1 + Object
  • Rumus Tanya: Will + Subject + Verb 1 + Object?

2. Pola Menggunakan “Be Going To”

Pola ini wajib Bahasawan pakai jika rencananya sudah dipikirkan matang-matang sebelum berbicara, atau prediksinya didasarkan pada tanda-tanda yang jelas terlihat.

ilustrasi simple future tense
ilustrasi simple future tense
  • Rumus Positif: Subject + To Be (is/am/are) + Going to + Verb 1 + Object
  • Rumus Negatif: Subject + To Be + Not + Going to + Verb 1 + Object
  • Rumus Tanya: To Be + Subject + Going to + Verb 1 + Object?

Perbedaan mendasar ini sering terlewatkan. Namun, dengan memahaminya, Bahasawan akan terdengar lebih fasih seperti penutur asli.

Koleksi Contoh Kalimat Future Tense Paling Umum

Teori tanpa contoh hanya akan membuat kita bingung. Bahasmin sudah mengumpulkan berbagai contoh kalimat future tense yang relevan dengan kehidupan sehari-hari Bahasawan. Perhatikan konteks penggunaannya di bawah ini.

Contoh Situasi Spontan (Pakai Will):

  1. “The phone is ringing. I will answer it.” (Telepon berbunyi. Aku akan mengangkatnya. -> Keputusan diambil detik itu juga saat telepon bunyi.)
  2. “I forgot my wallet. I will pay later.” (Dompetku ketinggalan. Aku akan bayar nanti. -> Reaksi langsung atas kejadian lupa dompet.)
  3. “Don’t worry, I won’t leave you alone.” (Jangan khawatir, aku tidak akan meninggalkanmu sendirian. -> Sebuah janji.)

Contoh Situasi Terencana (Pakai Be Going To):

  1. “We are going to fly to Japan next month.” (Kami akan terbang ke Jepang bulan depan. -> Tiket sudah dibeli, rencana sudah siap.)
  2. “Look at the traffic! We are going to be late.” (Lihat macetnya! Kita pasti bakal terlambat. -> Prediksi berdasarkan fakta macet di depan mata.)
  3. “She is going to buy a new car soon.” (Dia berencana membeli mobil baru segera. -> Niat sudah ada sebelumnya.)

Dengan sering membaca dan melafalkan contoh kalimat future tense di atas, lidah Bahasawan akan terbiasa dengan polanya secara otomatis.

Perbedaan dengan Future Perfect Continuous Tense

Setelah menguasai dasar dari simple future tense, ada baiknya Bahasawan mengenal satu tingkat di atasnya agar wawasan tata bahasanya makin lengkap. Ada bentuk waktu yang disebut future perfect continuous tense.

Seringkali pembelajar tertukar antara dua tenses ini. Padahal fokusnya berbeda jauh.

Jika simple future tense hanya menyatakan “suatu kejadian akan terjadi”, maka future perfect continuous tense menekankan pada “durasi kejadian yang akan sedang berlangsung” di masa depan.

Bahasmin kasih contoh konkretnya:

  • Simple Future: “I will study English tomorrow.” (Aku akan belajar bahasa Inggris besok.) -> Fokus pada kegiatannya.
  • Future Perfect Continuous: “By 10 AM tomorrow, I will have been studying English for two hours.” (Menjelang jam 10 besok, aku akan sudah sedang belajar bahasa Inggris selama dua jam.) -> Fokus pada durasi waktunya.

Meskipun future perfect continuous tense terdengar rumit dan jarang dipakai dalam percakapan santai, mengetahuinya akan sangat membantu saat Bahasawan membaca berita atau tulisan akademis. Tapi untuk percakapan harian, tetap prioritaskan penguasaan simple future tense terlebih dahulu.

Kesalahan Umum Saat Menggunakan Simple Future Tense

Bahasmin sering menemukan beberapa kesalahan fatal yang dilakukan pemula saat mempraktikkan simple future tense. Mengetahui kesalahan ini bisa menghindarkan Bahasawan dari kebingungan lawan bicara.

  1. Menggunakan Dua Kata Kerja Bantu: Salah: “I will can go.” Benar: “I will be able to go.” Ingat, kata Will tidak boleh bertemu langsung dengan modal lain seperti Can.
  2. Lupa Menambahkan “Be” pada “Going To”: Salah: “I going to eat.” Benar: “I am going to eat.” Pola Going to wajib didahului oleh To Be (Is/Am/Are).
  3. Menggunakan Verb 2 atau Verb-ing setelah Will: Salah: “I will went” atau “I will going”. Benar: “I will go”. Setelah kata Will, kata kerja harus selalu kembali ke bentuk dasar (V1) yang paling murni.

Langkah Praktis Menguasai Materi Ini

Mempelajari simple future tense tidak harus dengan cara menghafal buku tebal. Bahaswan bisa memulainya dengan cara yang lebih alami. Jadikan tenses ini sebagai alat bantu untuk menyusun jadwal harianmu.

Setiap pagi, cobalah sebutkan tiga hal yang akan kamu lakukan hari itu menggunakan bahasa Inggris. Misalnya: “Today, I will finish my report,” atau “I am going to meet my friend at 5 PM.”

Konsistensi adalah kuncinya. Semakin sering Bahasawan menggunakan simple future tense dalam konteks nyata, semakin lekat pemahaman itu di ingatan. Jangan takut salah, karena kesalahan adalah bagian dari proses belajar.

Baca Juga: Panduan Lengkap Jago Present Perfect Tense dalam 5 Menit!

Kesimpulan

Kita sudah membahas tuntas segala hal tentang tenses masa depan ini. Mulai dari pemahaman bahwa future tense adalah bentuk waktu untuk kejadian mendatang, detail rumus future tense yang membedakan niat spontan dan terencana, hingga deretan contoh kalimat future tense yang bisa langsung kamu praktikkan.

Bahasawan juga sudah melihat sedikit perbandingannya dengan future perfect continuous tense serta kesalahan-kesalahan umum yang perlu dihindari. Sekarang, simple future tense bukan lagi materi yang menakutkan, melainkan alat yang siap Bahasawan gunakan kapan saja.

Stop cuma hafal rumus, saatnya SPEAK UP! 

Simple Future Tense sudah dikuasai! Tapi, tahu nggak, Bahasawan? Percuma hafal rumus kalau nggak berani praktik ngobrolin rencana masa depan pakai grammar ini dengan percaya diri.

Tingkatkan skill Bahasa Inggris-mu dari sekadar tahu grammar jadi Jago Bicara di Speaking Intensive Premium dari Kelas Bahasa!

[DAFTAR KELAS SPEAKING INTENSIVE PREMIUM HARI INI!]

Referensi:

Ilustrasi
Logo Putih Kelas bahasa
Logo Putih Kelas bahasa

#StartTheNewYearWithBetterEnglish

Ikuti Kisah Sukses Ribuan Siswa Kelas Bahasa Lainnya Sekarang Juga

Daftar Sekarang
Rieska Novia
Rieska Novia

Hai! Aku Rieska Novia, fresh graduate ilmu perpustakaan dan informasi. Saat ini lagi menekuni menulis artikel SEO Friendly! Aku sangat tertarik dengan dunia kepenulisan serta literasi digital.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *