
Bahasawan, coba jujur deh: kamu pernah nggak merasa minder waktu ada dosen atau teman yang lancar ngomong bahasa Inggris di kelas?
Atau pernah ngalamin momen gugup pas disuruh presentasi tugas yang sebagian materinya harus dijelaskan pakai bahasa Inggris? Bahasmin pun dulu sempat ada di posisi itu — ngerasa kecil di tengah suasana kampus yang semakin kompetitif. Apalagi kalau udah ketemu teman-teman dari jurusan lain yang aktif di komunitas internasional, tampil di conference, atau jadi pendamping mahasiswa asing.
Rasanya, bahasa Inggris itu jadi skill yang wajib, tapi… sering banget disepelekan di awal-awal kuliah.
Padahal, kalau dari awal kuliah kamu udah mulai serius belajar Bahasa Inggris Untuk Mahasiswa , ada banyak peluang tak terduga yang bisa kamu raih sepanjang perjalanan jadi mahasiswa. Dari yang awalnya cuma buat bantuin ngerjain tugas, bisa berkembang jadi peluang beasiswa, jaringan internasional, sampai pengalaman profesional yang nggak semua mahasiswa punya.
Nah, sebagai Bahasmin yang pernah ada di posisi kamu, izinkan aku berbagi alasan kenapa Belajar Bahasa Inggris Untuk Mahasiswa sejak awal perkuliahan ternyata bukan cuma anjuran Bahasmin, tapi juga sudah banyak dibahas di media edukasi. Salah satunya di artikel dari Ilmufyi yang membahas berbagai cara meningkatkan kemampuan bahasa Inggris secara mandiri.
1. Bisa Gabung Komunitas English Club

Waktu semester awal, Bahasmin pernah iseng ikut trial meeting komunitas English Club di kampus. Ternyata, suasananya asyik banget. Ngobrol pakai bahasa Inggris, diskusi film, bahkan kadang ada debat seru tentang isu global.
Sayangnya, banyak mahasiswa baru yang pengen gabung tapi mundur duluan karena belum pede. Nah, kalau kamu udah punya dasar sejak awal, peluang buat berkembang lewat komunitas semacam ini jadi terbuka lebar.
Gabung komunitas bukan cuma soal Bahasa Inggris Untuk Mahasiswa, tapi juga memperluas pergaulan dan bikin kamu jadi pribadi yang aktif, kritis, dan percaya diri. Dan percaya deh, pengalaman ngobrol bareng teman lintas jurusan dan latar belakang itu priceless banget.
Baca juga: Belajar Cara Ngomong Bahasa Inggris dalam 30 Hari
2. Bisa Presentasi Pakai Bahasa Inggris

Beberapa mata kuliah, apalagi di jurusan sosial dan komunikasi, sering banget mewajibkan presentasi kelompok dalam Bahasa Inggris Untuk Mahasiswa. Dan dosennya tuh kadang nggak ngasih waktu lama buat persiapan.
Waktu itu, Bahasmin sempat lihat sendiri teman-teman yang sebenarnya paham materinya, tapi jadi grogi banget karena nggak terbiasa ngomong dalam bahasa Inggris. Padahal, kemampuan menyampaikan ide itu sama pentingnya dengan isi materi itu sendiri.
Kalau kamu sudah mulai latihan dari awal kuliah, presentasi bukan lagi beban. Justru bisa jadi momen buat nunjukin kemampuanmu di depan dosen dan teman-teman.
3. Menulis Skripsi atau Artikel Ilmiah Pake Bahasa Inggris Untuk Mahasiswa?

Saat kamu masuk semester akhir, biasanya ada pilihan buat nulis skripsi dalam Bahasa Inggris Untuk Mahasiswa atau submit artikel ilmiah ke jurnal internasional. Ini bukan cuma buat pamer, tapi kadang bisa jadi salah satu syarat buat lulus dengan predikat tertentu atau ikut seleksi magang akademik.
Bahasmin dulu pernah ikut seleksi call for paper dan nggak nyangka artikel ilmiah yang Bahasmin tulis dalam bahasa Inggris berhasil lolos dan diundang untuk dipresentasikan di sebuah konferensi internasional. Waktu itu rasanya campur aduk: antara bangga, gugup, sampai nyaris pengen mundur karena ngebayangin harus ngomong full English di depan peserta dari berbagai negara.
Malam sebelum presentasi, Bahasmin latihan berkali-kali. Sempat mikir, “Apa aku sanggup? Kalau gugup gimana? Kalau mereka nggak ngerti apa yang aku sampaikan gimana?”
Tapi ternyata, begitu sudah mulai berbicara, semua latihan dan kebiasaan belajar bahasa Inggris sejak awal kuliah benar-benar terasa hasilnya. Kata demi kata keluar dengan lancar. Slide demi slide terjelaskan dengan tenang. Bahkan ada peserta dari luar negeri yang ngasih feedback positif dan tanya lebih dalam setelah sesi selesai.
Kalau bukan karena bekal bahasa Inggris yang udah dilatih dari jauh-jauh hari, Bahasmin yakin banget momen itu bakal jadi kesempatan yang terlewat. Tapi karena udah terbiasa, semua jadi lebih ringan, was wes wos aja, lancar sampai akhir.
Kalau kamu udah terbiasa dari awal, tugas akhir seperti skripsi atau artikel jurnal akan terasa lebih ringan. Dan dosen pembimbing pun biasanya lebih senang membimbing mahasiswa yang sudah punya dasar kuat.
4. Ngobrol Langsung dengan Delegasi Kampus Luar Negeri

Setiap tahun, nggak sedikit kampus luar negeri yang datang ke universitas-universitas di Indonesia buat ngadain event roadshow atau presentasi langsung soal program dan beasiswa mereka.
Mereka buka booth, presentasi tentang kampus, dan bahkan ngadain sesi konsultasi beasiswa langsung.
Waktu itu, Bahasmin pernah ikut salah satu event beasiswa yang datang langsung ke kampus. Di sana, banyak mahasiswa datang, tapi cuma segelintir yang berani nanya langsung dalam bahasa Inggris. Dan percaya deh, momen-momen kayak gini bisa jadi awal mula relasi dengan perwakilan kampus luar negeri. Kalau kamu aktif, kadang kamu malah dikasih akses informasi lebih detail yang nggak dibagikan umum.
Jadi, kalau kamu bisa ngobrol langsung dengan mereka tanpa gugup, itu jadi nilai plus yang susah ditandingi.
Baca juga: Belajar Bahasa Inggris untuk Pemula di Kampung Inggris
5. Punya Peluang Ikut Lomba-lomba Bahasa Inggris Untuk Mahasiswa

Kampus dan berbagai organisasi biasanya rutin mengadakan lomba-lomba seperti speech contest, story telling, debat, hingga news casting. Buat kamu yang suka tantangan, lomba-lomba ini bisa banget jadi ajang unjuk kemampuan.
Di kampus, Bahasmin pernah ikut lomba nulis essay dalam bahasa Inggris dan alhamdulillah, menang. Waktu itu hadiahnya lumayan, bisa buat nambah uang jajan (dan sedikit healing juga 😄). Tapi yang lebih berkesan, rasanya bangga banget karena bisa menang lomba bukan cuma karena ide bagus, tapi juga karena kemampuan menyampaikannya dalam bahasa Inggris yang rapi dan meyakinkan.
Kalau nggak biasa nulis atau mikir dalam Bahasa Inggris Untuk Mahasiswa, mungkin ide yang bagus pun bisa susah disampaikan. Tapi karena udah terbiasa nulis dari awal kuliah, bikin essay kayak gitu bukan jadi beban, malah jadi tantangan seru.
Dan lomba semacam ini tuh banyak banget di kampus, kadang dari UKM, fakultas, sampai lembaga luar. Jadi kalau kamu udah punya skill bahasa Inggris, itu bisa jadi sumber cuan sekaligus prestasi akademik juga. Menyenangkan dan menguntungkan, kan?
6. Jadi Pendamping Mahasiswa Asing

Kalau kampusmu punya program pertukaran pelajar, biasanya bakal ada mahasiswa asing yang kuliah satu semester atau lebih. Nah, mereka butuh pendamping — dan biasanya dipilih dari mahasiswa lokal yang komunikatif, aktif, dan tentunya bisa Bahasa Inggris Untuk Mahasiswa.
Waktu itu, Bahasmin pernah dikasih tanggung jawab dari kampus buat nemenin mahasiswa dari Italia yang ikut program pertukaran selama satu semester. Awalnya sempat mikir, “Wah ini pasti berat, harus jagain, jelasin ini-itu, dan harus pakai bahasa Inggris terus.”
Tapi ternyata karena Bahasa Inggris Untuk Mahasiswa Bahasmin udah cukup terlatih, semuanya terasa natural. Kita ngobrol santai kayak teman biasa, bahas makanan, cerita tentang budaya, bahkan ngobrol soal tugas-tugas kampus. Nggak ada rasa canggung atau takut salah ngomong, karena dasarnya udah terbiasa.
Dan pengalaman ini bukan cuma seru, tapi juga jadi bekal penting. Bahasmin belajar banyak soal budaya luar, pola pikir mahasiswa asing, dan jadi makin pede berkomunikasi lintas budaya. Yang awalnya tanggung jawab, justru jadi pengalaman yang memorable banget.
7. Terpilih Masuk Kelas Internasional

Beberapa universitas membuka kelas internasional untuk jurusan-jurusan tertentu. Biasanya kamu akan diajar oleh dosen tamu dari luar negeri, menggunakan materi full English, dan punya standar evaluasi berbeda.
Kalau kamu punya sertifikat TOEFL atau IELTS sejak awal, atau terbiasa menggunakan Bahasa Inggris Untuk Mahasiswa dalam perkuliahan, kemungkinan besar kamu akan diundang ikut seleksi kelas ini.
Dan siapa tahu, dari sini kamu bisa lanjut double degree atau program magang internasional yang hanya dibuka untuk mahasiswa dari kelas internasional.
Investasi Diri yang Berdampak Besar
Bahasawan, semua yang Bahasmin ceritakan ini bukan teori – ini pengalaman nyata yang berdampak langsung pada jalannya kuliah dan peluang setelah lulus. Bahasa Inggris Untuk Mahasiswa bukan lagi hal mewah atau eksklusif, tapi sudah jadi standar baru di dunia kampus dan dunia kerja.
Kalau kamu merasa belum pede, tenang. Mulai aja dulu dari yang ringan. Baca artikel, nonton film tanpa subtitle, ikut kelas online yang santai.
Kalau kamu butuh tempat Bahasa Inggris Untuk Mahasiswa yang fleksibel dan bisa disesuaikan dengan gaya hidup mahasiswa, kelasbahasa.id bisa jadi tempat start yang pas. Di sana ada program untuk belajar dari nol, latihan speaking, sampai persiapan beasiswa. Komunitasnya juga suportif dan nggak bikin malu buat mulai.
Karena makin cepat kamu mulai, makin banyak pintu yang akan terbuka untukmu.
[…] Baca juga: 7 Alasan Belajar Bahasa Inggris Untuk Mahasiswa […]