
Halo, Bahasawan!
Coba perhatikan dua kalimat ini “She have a cat” dan “She has a cat”.
Sekilas terdengar mirip, kan? Tapi bagi telinga orang yang paham bahasa Inggris, kalimat pertama itu rasanya seperti mendengar nada sumbang di tengah lagu favorit. Sedikit mengganggu dan langsung ketahuan kalau “kurang pas”.
Masalahnya, kekeliruan kecil seperti ini sering banget lolos dari perhatian kita. Kita seringkali fokus menghafal kosakata rumit biar terdengar pintar, tapi justru terpeleset di hal yang paling mendasar yaitu penggunaan have has had.
Padahal, tiga kata ini adalah tulang punggung percakapan sehari-hari. Salah menempatkan satu kata saja, konteks kalimatmu bisa berantakan atau minimal, lawan bicaramu bakal mengernyitkan dahi.
Nah, Bahasmin lewat ini akan langsung ajak kamu membedah pola pikirnya menggunakan struktur yang logis. Kita akan bahas tuntas aturannya supaya kamu nggak perlu lagi main tebak-tebakan saat memilih kata.
Yuk, kita luruskan logika bahasa Inggris kamu sekarang juga!
Pahami Dulu Pembagian Waktunya
Kebingungan utama dalam penggunaan have has had biasanya dimulai dari ketidaktahuan soal waktu kejadian (tenses). Di bahasa Indonesia, kita tidak punya perubahan kata kerja berdasarkan waktu. Kata “punya” hari ini dan “punya” tahun lalu tetap sama.
Tapi bahasa Inggris menuntut kejelasan, kapan kejadiannya?
Tim Masa Kini (Have dan Has)

Kalau Bahasawan ingin membicarakan kondisi saat ini, fakta umum, atau kebiasaan yang masih berlaku sekarang, opsi kamu hanya dua Have atau Has. Jangan pernah membawa-bawa Had ke dalam percakapan yang konteksnya “sekarang” (Present Tense).
Contohnya saat kamu mau bilang “Saya punya ide” yang muncul saat ini juga, kamu harus pilih antara Have atau Has.
Tim Masa Lalu (Had)
Sebaliknya, kalau ceritamu sudah lewat, sudah basi, atau sekadar kenangan (Past Tense), lupakan “Have” dan “Has”. Satu-satunya kunci jawaban untuk penggunaan have has had di masa lalu adalah “Had”. Ini berlaku untuk kejadian semenit yang lalu, kemarin, atau sepuluh tahun silam. Selama itu sudah jadi sejarah, kamu harus menggunakan “Had”.
Cara memilih Penggunaan Have, has dan had
Setelah paham waktunya, tantangan berikutnya adalah memasangkan subjek (pelaku). Banyak orang bingung di sini karena aturannya terlihat tidak konsisten, terutama untuk kata ganti “I” (Saya).
Penggunaan Kelompok Subjek Jamak (Have)
Kata Have digunakan untuk subjek yang jumlahnya lebih dari satu (jamak) dan untuk kata ganti orang pertama/kedua. Daftar subjek yang wajib menggunakan Have:
- I (Saya)
- You (Kamu/Kalian)
- We (Kami/Kita)
- They (Mereka)
- Plural Noun (Benda jamak, contoh: The students, My parents)
Contoh Kalimat:
- I have a laptop. (Saya punya laptop).
- They have a rigorous schedule. (Mereka punya jadwal yang padat).
Perhatikan bahwa meskipun “I” (Saya) adalah tunggal, aturan tata bahasa Inggris menempatkannya di kelompok ini. Ini adalah aturan baku yang harus diikuti.
Kelompok Subjek Tunggal (Has)
Kata Has digunakan khusus untuk orang ketiga tunggal (Third Person Singular). Ciri paling mudahnya adalah melihat huruf S di akhir kata Has yang menandakan Singular. Daftar subjek yang wajib menggunakan Has:
- He (Dia laki-laki)
- She (Dia perempuan)
- It (Kata ganti benda/hewan tunggal)
- Singular Noun/Name (Nama orang atau benda tunggal, contoh: Budi, The cat)
Contoh Kalimat:
- She has a new office. (Dia punya kantor baru).
- Budi has a good idea. (Budi punya ide bagus).
Kesalahan umum dalam penggunaan have has had sering terjadi pada subjek gabungan. Contoh: “Budi and Sarah has…” adalah SALAH. Karena Budi dan Sarah adalah dua orang (jamak), maka harus kembali menggunakan Have.
Aturan Penggunaan Had
Bagian ini jauh lebih sederhana dibandingkan poin sebelumnya. Dalam konteks masa lalu (Past Tense), penggunaan have has had tidak mengenal pembagian subjek. Kata Had ata Had bersifat netral. Kata ini bisa dipakai untuk semua jenis subjek, baik itu tunggal maupun jamak.
Mau itu I, You, They, We, She, He, atau It—kalau kejadiannya sudah lewat, semuanya rata pakai Had. Tidak ada pengecualian dan tidak ada pembagian kelompok.
Contoh Penerapan
- I had a cat when I was 5. (Saya punya kucing waktu umur 5 tahun).
- She had long hair last year. (Dia punya rambut panjang tahun lalu).
Jadi, kalau Bahasawan sedang bercerita nostalgia, nggak usah mikir panjang. Fokus saja pakai Had.
Dua Fungsi: Arti “Punya” vs “Sudah”
Ini adalah poin krusial yang sering bikin salah paham dalam menerjemahkan. Tiga kata ini, have, has serta punya jabatan ganda dalam kalimat dan artinya beda jauh.

Fungsi 1: Sebagai Kata Kerja Utama (main verb)
Di sini, penggunaan have has had diterjemahkan sebagai “Mempunyai” atau “Memiliki”. Cirinya adalah kata tersebut langsung diikuti oleh kata benda (noun). Dalam hal ini, penggunaan have has had berdiri sendiri sebagai kata kerja utama.
- I have a question. (Saya punya pertanyaan).
- She has a car. (Dia punya mobil).
- I have a laptop. (Saya punya laptop).
Fungsi 2: Sebagai Kata Kerja Bantu (Auxiliary Verb)
Di sini, artinya berubah menjadi “Sudah” atau “Telah”. Kata ini berfungsi untuk membentuk Perfect Tense. Cirinya adalah kata tersebut diikuti oleh kata kerja bentuk ketiga (Verb 3).
- I have finished my work. (Saya sudah menyelesaikan pekerjaan saya).
- She has eaten lunch. (Dia sudah makan siang).
Membedakan fungsi ini sangat krusial. Kamu harus tahu kapan harus mengartikannya sebagai “punya” dan kapan sebagai “sudah”.
Memahami bedanya “Punya” dan “Sudah” ini sangat penting. Jangan sampai kamu mengartikan “I have eaten” sebagai “Saya punya makan”. Itu terdengar aneh.
Baca juga artikel ini: Panduan Lengkap Jago Present Perfect Tense dalam 5 Menit!
Di artikel tersebut, kamu akan lihat lebih detail bagaimana penggunaan have has had menjadi fondasi utama kalimat Perfect Tense.
Aturan pada Kalimat Negatif dan Tanya
Bahasmin sering menemukan kesalahan berulang yang sebenarnya bisa dihindari kalau kamu tahu triknya. Ini dua jebakan terbesar dalam penggunaan have has had.
Jebakan Kalimat Negatif dan Tanya
Hati-hati saat membuat kalimat negatif (tidak) atau pertanyaan. Saat kalimatmu menggunakan kata bantu negatif seperti Don’t, Doesn’t, atau Didn’t, kata kerjanya WAJIB KEMBALI KE BENTUK DASAR (HAVE).
Lupakan Has, lupakan Had.
- Salah: She doesn’t has money.
- Benar: She doesn’t have money.
- Salah: Did you had lunch?
- Benar: Did you have lunch?
Kehadiran Do/Does/Did akan menetralkan kata kerja kembali ke bentuk aslinya. Kalau kamu masih bingung kenapa ada kata bantu lain yang ikut campur, coba pelajari konsep dasarnya terlebih dahulu.
Hati-hati dengan Singkatan (‘ve, ‘s, ‘d)
Dalam tulisan informal atau chatting, orang sering menyingkat kata. Ini juga bagian dari penggunaan have has had yang perlu kamu tahu biar nggak salah baca.
- ‘ve = Have (I’ve = I have).
- ‘d = Had (I’d = I had).
- ‘s = Has (She’s = She has).
Tapi waspada dengan ‘s. Singkatan ini juga bisa berarti Is. Cara bedainnya? Lihat kata setelahnya. Kalau diikuti Verb 3 (She’s gone), berarti itu Has. Kalau diikuti kata sifat (She’s happy), berarti itu Is.
Praktik Adalah Kunci Utama
Sekarang Bahasawan sudah mengantongi semua teorinya. Kamu sudah tahu pembagian waktu, pasangan subjek, arti ganda, sampai jebakan negatif dalam penggunaan have has had.
Secara teori, kamu sudah aman. Tapi, bahasa itu bukan ilmu yang cuma dihafal di kepala, melainkan skill fisik yang harus dipraktikkan oleh lidah. Bahasmin sering lihat orang yang nilai grammarnya 100, tapi gagap dan keringat dingin saat harus ngomong langsung.
Sayang banget, kan? Teori yang sudah kamu pelajari susah payah jadi nggak terpakai cuma karena kurang jam terbang ngobrol.
Kalau kamu merasa butuh teman latihan yang asyik, suportif, dan bisa kasih koreksi langsung tanpa bikin mental down, Bahasmin punya rekomendasi kelas yang pas buat kamu.
SPEAKING INTENSIVE PREMIUM (Basic Speaking)
Di kelas ini, kita nggak cuma bahas teori penggunaan have has had lewat teks atau papan tulis. Kita akan praktik ngomong langsung! Mentor-mentor kece bakal bantu kamu melancarkan lidah supaya “grammar” yang ada di kepala bisa keluar lancar lewat mulut secara refleks.
Yuk, gabung sekarang dan buktikan sendiri kemajuanmu!
Referensi:
- Murphy, R. (2019). English Grammar in Use: A Self-study Reference and Practice Book for Intermediate Learners of English (5th ed.). Cambridge: Cambridge University Press. englishfrench.academy/wp-content/uploads/2020/09/235_7-English-Grammar-in-Use.-Murphy-R.-2019-5th-394p-.pdf



