
Halo, Bahasawan!
Kalau dipikir-pikir, bahasa Inggris itu kadang terasa boros kata, ga sih? Coba bandingkan dengan bahasa kita sehari-hari. Di bahasa Indonesia, kita cukup bilang “Saya tidak tahu“. Jelas, padat, dan singkat. Tapi begitu kita ubah ke bahasa Inggris, aturannya jadi beda total.
Kita nggak bisa cuma bilang “I not know“. Itu terdengar aneh dan salah secara tata bahasa. Ketika menggunakan Bahasa inggris, kita butuh kata bantuan lain, yaitu do, sehingga kalimatnya menjadi “I do not know“. Pertanyaannya, kenapa harus ada kata “do” di situ? Padahal kalau diterjemahkan, kata itu seolah nggak ada artinya, kan?
Nah, kata tambahan inilah yang sering bikin Bahasawan tujuh keliling. Fenomena inilah yang akan kita bedah hari ini perbedaan auxiliary verb dan main verb.
Bahasmin jamin, kalau logika dasar ini sudah nyambung di kepala Bahasawan, menyusun kalimat bahasa Inggris yang panjang sekalipun bakal terasa jauh lebih masuk akal. Yuk, kita bongkar satu per satu!
Apa Itu Auxiliary Verb dan Main Verb?
Secara sederhana, Main Verb adalah kata kerja utama yang membawa pesan atau aksi sesungguhnya. Contohnya: eat (makan), sleep (tidur), work (bekerja). Tanpa dia, kita nggak tahu apa yang sedang terjadi.
Sementara itu, Auxiliary Verb ibaratnya adalah “asisten”. Sesuai namanya, tugas dia cuma membantu si bos tadi. Membantu apa? Membantu memperjelas kapan kejadiannya (tenses) atau bagaimana suasananya (mood). Dia tidak membawa makna aksi utama.
Jadi, perbedaan auxiliary verb dan main verb yang paling mendasar adalah hierarkinya, yaitu satu sebagai pemilik aksi, satu lagi sebagai pendukung tata bahasa.
Bedah 5 Poin Perbedaan Auxiliary Verb dan Main Verb

Biar Bahasawan makin jeli saat speaking atau writing, Bahasmin sudah rangkum lima poin teknis yang membedakan keduanya, diantaranya adalah:
1. Segi Makna Kata (Lexical Meaning)
Poin pertama dalam perbedaan auxiliary verb dan main verb ada pada kamus. Main verb punya makna leksikal yang mandiri. Kalau kamu buka kamus dan cari kata “Run”, artinya jelas yaitu berlari.
Tapi, auxiliary verb seringkali kehilangan arti harfiahnya saat dia berfungsi sebagai kata bantu. Contohnya dalam kalimat “I have eaten”. Kata “have” di sini bukan berarti “mempunyai”, tapi hanya penanda bahwa aksinya sudah selesai (Perfect Tense). Jadi jangan diterjemahkan kata per kata, ya!
2. Kemandirian dalam Kalimat
Coba perhatikan struktur kalimat sederhana. Main verb punya kekuatan untuk berdiri sendiri dalam kalimat positif, terutama Simple Present dan Simple Past.
- She drinks coffee. (Kata “drinks” berdiri sendiri sebagai main verb).
Sebaliknya, auxiliary verb tidak bisa berdiri sendiri untuk membentuk kalimat yang utuh maknanya, kecuali dalam kalimat jawaban singkat (short answer). Kalau Bahasawan cuma bilang “She is…” atau “I will…”, lawan bicara pasti bengong nunggu kelanjutannya. Ini bukti nyata perbedaan auxiliary verb dan main verb dalam hal kemandirian.
3. Posisi dalam Kalimat Tanya
Ini trik paling gampang buat ngetes mana yang auxiliary dan mana yang main verb. Dalam bahasa Inggris, kalau mau bikin pertanyaan, auxiliary verb harus pindah ke depan subjek.
- Kalimat Positif: You can swim.
- Kalimat Tanya: Can you swim?
Lihat, kan? “Can” (auxiliary) maju ke depan. Sedangkan “Swim” (main verb) tetap santai di tempatnya. Main verb tidak boleh pindah ke depan subjek sendirian (kecuali To Be yang berfungsi sebagai main verb).
4. Perubahan Bentuk karena Subjek
Dalam aturan Simple Present Tense, kita tahu ada penambahan akhiran -s/-es untuk subjek tunggal (He/She/It). Nah, perbedaan auxiliary verb dan main verb terlihat di sini. Kalau dalam kalimat itu ada auxiliary, maka auxiliary-lah yang berubah bentuk, sementara main verb-nya kembali ke bentuk dasar.
- Salah: Does she eats?
- Benar: Does she eat?
Auxiliary “Do” berubah jadi “Does”. Main verb “Eat” tetap polos.
5. Jumlah dalam Satu Kalimat
Bahasawan harus tahu, dalam satu klausa atau induk kalimat, hanya boleh ada satu main verb utama yang menjadi predikat. Tapi, auxiliary verb? Boleh lebih dari satu!
Contoh: “I have been watching TV.”
- Auxiliary 1: Have
- Auxiliary 2: Been
- Main Verb: Watching
Struktur bertumpuk ini wajar buat auxiliary, tapi tidak boleh digunakan untuk main verb. Kita nggak bisa bilang “I eat drink” karena susunan katanya terdapat dua main verb tanpa kata hubung. Jelas ya perbedaan auxiliary verb dan main verb dari segi jumlahnya?
Jenis-Jenis Kata Kerja yang Wajib Diwaspadai
Kadang, perbedaan auxiliary verb dan main verb jadi membingungkan karena ada kata-kata yang punya makna ganda. Mereka bisa jadi auxiliary, tapi di kalimat lain bisa jadi main verb. Siapa saja mereka?
Primary Auxiliary (Do, Be, Have)

Tiga kata ini adalah bunglon. Bahasawan harus lihat konteks kalimatnya baik-baik.
- I do my homework. (Di sini “do” adalah Main Verb, artinya mengerjakan).
- I do not know. (Di sini “do” adalah Auxiliary, cuma bantu bikin kalimat negatif).
Untuk pembahasan lebih detail dan mendalam soal fungsi ganda ini, Bahasawan bisa baca artikel Bahasmin yang khusus membahas Pengertian Auxiliary Verb.
Modal Auxiliary
Kata-kata seperti Can, Could, Will, Would, Should, May, Must adalah murni auxiliary. Mereka tidak akan pernah jadi main verb, tapi mereka selalu butuh main verb di belakangnya agar kalimatnya punya makna.
Contoh Analisis Kalimat Biar Makin Paham
Teori tanpa praktek itu nol besar. Yuk, kita bedah beberapa kalimat untuk melihat aplikasi perbedaan auxiliary verb dan main verb secara nyata di lapangan.
Kalimat 1: “She is listening to music.”
- Auxiliary: Is (Menunjukkan Present Continuous, sedang terjadi).
- Main Verb: Listening (Menunjukkan aksi mendengarkan).
Kalimat 2: “We have finished the project.”
- Auxiliary: Have (Menunjukkan Present Perfect, sudah terjadi).
- Main Verb: Finished (Menunjukkan aksi menyelesaikan).
Kalimat 3: “Did you buy the book?”
- Auxiliary: Did (Pindah ke depan karena kalimat tanya, bentuk Past).
- Main Verb: Buy (Kembali ke bentuk dasar V1, bukan V2, karena sudah ada “Did”).
Melihat pola di atas, kunci memahami perbedaan auxiliary verb dan main verb adalah dengan melihat siapa yang membawa pesan waktu dan siapa yang membawa pesan aksi.
Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi
Bahasmin sering banget nemuin kasus ini di kelas speaking. Saking fokusnya sama kata bantu, banyak yang suka menghilangkan main verb-nya, atau malah mencampuradukkan keduanya.
Contoh yang salah: “I will school tomorrow.”
Bahasawan mungkin menerjemahkan “Saya akan ke sekolah” secara harfiah. Tapi dalam bahasa Inggris, will adalah auxiliary. Dia butuh main verb. Kalimat itu terasa kurang lengkap. Yang benar adalah “I will go to school tomorrow.” (Harus ada kata go).
Atau kesalahan mencampur dua auxiliary modal, misalnya kalimat “I will can do it.”
Hal tersebut adalah kesaalahan besar! Modal tidak boleh ketemu modal secara langsung. Solusinya? Ubah salah satunya. Yang benar: “I will be able to do it.”
Baca Juga Artikel Ini: 3 Kunci Menguasai Auxiliary Verb Do Does Did Dijamin Paham
Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya
Memahami perbedaan auxiliary verb dan main verb adalah gerbang untuk menguasai tata bahasa Inggris yang lebih kompleks. Kalau kamu sudah bisa membedakan mana yang bantu dan mana yang utama, kamu nggak akan kaku lagi saat harus ngobrol pakai tenses yang berubah-ubah.
Ingat, grammar itu logika bahasa. Bukan sekadar hafalan saja dan cara terbaik melatih logika ini adalah dengan speaking secara rutin.
Kalau Bahasawan merasa butuh partner latihan yang bisa langsung mengoreksi penggunaan auxiliary verb kamu saat ngobrol biar nggak salah kaprah terus, Bahasmin punya tempat yang pas buat kamu. Jangan biarkan teori ini cuma mengendap di kepala tanpa dipraktekkan.
Sudah siap lancar ngomong Inggris dengan grammar yang tepat?
Yuk, gabung di kelas SPEAKING INTENSIVE PREMIUM dari Kelas Bahasa. Di sini kita akan praktek langsung, jadi kamu nggak cuma paham teori tapi juga luwes saat bicara.
Mau langsung amankan slot belajarmu? Silakan daftar kursus sekarang melalui link di bawah ini:
[Aku Mau Belajar Grammar dengan Kelas Bahasa Sekarang!]
Terus semangat dan sampai jumpa di kelas, ya Bahasawan!
Referensi:
- Murphy, R. (2019). English Grammar in Use: A Self-study Reference and Practice Book for Intermediate Learners of English (5th ed.). Cambridge: Cambridge University Press. https://www.cambridge.org/us/cambridgeenglish/catalog/grammar-vocabulary-and-pronunciation/english-grammar-use-5th-edition/english-grammar-use-a-self-study-reference-and-practice-book-intermediate-learners-english-5th-edition-book-answers-and-interactive-ebook?format=DO&isbn=9781108586627



