3 Aturan Penggunaan Countable dan Uncountable Noun

ilustrasi countable dan uncountable noun

Halo, Bahasawan!

Jujur aja, Bahasa Inggris itu kadang memang aneh. Coba bayangkan situasi ini deh, ketika kamu punya dua roti di piring dalam Bahasa Indonesia, sah-sah saja bilang “Saya punya dua roti”. Tapi kalau kamu langsung terjemahkan ke bahasa Inggris menjadi “I have two breads“, itu salah besar menurut aturan tata bahasa Inggris.

Kenapa bisa begitu? Karena dalam tata bahasa Inggris, roti itu dianggap bahan atau massa, bukan satuan. Nah, hal-hal kecil seperti inilah yang sering bikin kita bingung saat belajar countable dan uncountable noun.

Di artikel ini, Bahasmin nggak akan kasih kamu rumus yang bikin pusing. Kita akan bedah logikanya satu per satu biar kamu paham kenapa suatu benda bisa dihitung dan kenapa yang lainnya enggak. Yuk, kita luruskan kesalahpahaman ini bareng-bareng!

Konsep Dasar Countable dan Uncountable Noun

Sebelum masuk ke contoh yang rumit, kita pegang dulu konsep dasarnya. Membedakan dua jenis kata benda ini penting banget karena akan mempengaruhi kata kerja (verb) yang kamu pakai. Kalau salah pilih, kalimat kamu bakal terdengar janggal di telinga native speaker.

Sesuai namanya, countable noun adalah kata benda yang wujudnya jelas, terpisah satu sama lain, dan bisa kamu tunjuk sambil berhitung “satu, dua, tiga”. Contoh paling gampangnya adalah kucing, buku, atau pulpen. Ciri utamanya, benda ini punya bentuk tunggal (singular) dan jamak (plural). Kalau satu “cat”, kalau banyak jadi “cats”.

Kebalikannya, countable dan uncountable noun punya sisi yang abstrak. Uncountable noun adalah benda yang sifatnya berupa cairan, butiran sangat kecil seperti pasir, gas, atau konsep ide. Kamu nggak bisa hitung bendanya langsung, kecuali kamu hitung wadahnya atau takarannya. Karena nggak bisa dihitung satu-satu, benda jenis ini selalu dianggap tunggal (singular).

Daftar Kata Khusus Aturan Penggunaan Countable dan Uncountable Noun

Banyak Bahasawan yang sudah jago grammar dasar tapi kurang tepat saat menggunakan kata-kata di bawah ini. Masalahnya bukan karena kamu nggak pintar, tapi karena logika Bahasa Indonesia dan Inggris di sini bertolak belakang.

Dalam materi countable dan uncountable noun, ada beberapa kata spesifik yang sering kita anggap bisa dihitung, padahal menurut aturan native speaker, itu dilarang. Mari kita bedah satu per satu di bawah ini.

Aturan 1: Kenapa Uang (Money) Tidak Bisa Dihitung?

ilustrasi countable dan uncountable noun
ilustrasi countable dan uncountable noun

Ini pertanyaan sejuta umat. Kenapa uang (money) masuk kategori tidak bisa dihitung? Padahal tiap hari kita menghitung uang untuk jajan atau belanja, kan? Masalah ini sering jadi perdebatan seru saat membahas countable dan uncountable noun.

Sebenarnya yang kita hitung itu bukan uang-nya, tapi mata uang-nya (Rupiah, Dollar, Yen). Kata “money” sendiri adalah konsep abstrak dari alat tukar atau kekayaan. Jadi, money itu selamanya uncountable. Jangan pernah bilang: “I have many moneys.” Itu salah total.

Kalau Bahasawan mau menyebut jumlahnya, sebutkan nominal mata uangnya. Bilangnya begini: “I have ten dollars” atau “I have five thousand rupiahs”. Di sini, kata dollars dan rupiahs adalah countable noun, sedangkan konsep money-nya tetap uncountable.

Aturan 2: Logika Makanan dan Perabotan Rumah

ilustrasi countable dan uncountable noun
ilustrasi countable dan uncountable noun

Masalah utama lainnya dalam materi countable dan uncountable noun biasanya muncul di kata-kata seputar rumah tangga. Misalnya dalam kasus penyebutan jumlah makanan. Di Indonesia, kita biasa beli dua roti. Tapi dalam bahasa Inggris, bread itu uncountable karena dianggap adonan panggang. Begitu juga dengan meat (daging) atau cheese (keju). Mereka dianggap sebagai “massa” atau bahan, bukan satuan.

Selain itu, kalau kamu masuk ke toko mebel, kamu melihat kursi dan meja. Kursi (chair) itu countable. Meja (table) itu countable. Tapi Furniture? Itu uncountable. Alasannya, furniture adalah kata kategori kolektif. Jadi, jangan pernah bilang “I bought two furnitures“. Gunakan saja nama bendanya langsung.


Biar makin jago membedakan jenis kata, Bahasawan perlu memperkuat pemahaman soal 8 jenis kata dalam bahasa Inggris. Langsung meluncur ke sini ya: Apa Saja 8 Part of Speech: Panduan Lengkap dan Contoh Kalimat

Aturan 3: Jebakan Kata “News” dan “Information”

ilustrasi countable dan uncountable noun
ilustrasi countable dan uncountable noun

Kata News punya akhiran huruf ‘s’, jadi banyak yang mengira ini jamak (plural). Padahal, news itu tunggal dan tidak bisa dihitung. Dalam kalimat, dia selalu pakai is, bukan are.

  • Benar: The news is good.
  • Salah: The news are good.

Begitu juga dengan Information. Kita sering bilang dua informasi penting. Tapi dalam aturan countable dan uncountable noun, information itu uncountable. Jangan pernah tambahkan ‘s’ di belakangnya (informations). Informasi adalah konsep pengetahuan yang tidak berwujud fisik satuan.

Quantifier: Much vs Many

Salah satu tujuan utama belajar countable dan uncountable noun adalah biar Bahasawan nggak salah pilih quantifier (kata penunjuk jumlah). Ini adalah kesalahan paling umum saat speaking.

  • Many dan Few: Pasangan setia untuk Countable Noun (benda yang bisa dihitung).
    • I have many friends.
    • I have a few books.
  • Much dan Little: Pasangan setia untuk Uncountable Noun (benda yang tak bisa dihitung).
    • I don’t have much time.
    • Add a little sugar.

Bagaimana kalau takut salah atau lupa? Tenang, ada jalan tikus. Gunakan kata “A lot of” atau “Some”. Dua kata sakti ini sifatnya netral dan bisa masuk ke dua kubu, baik countable dan uncountable noun. Aman, kan?

Trik Mengubah Uncountable Menjadi Countable

Bahasmin, gimana kalau maksa pengen ngitung benda uncountable? Bisa banget! Caranya adalah dengan menambahkan “Partitive Noun” atau satuan ukurannya. Ini trik jitu buat Bahasawan yang hobi belanja atau masak. Daripada bingung, gunakan pola wadah atau satuannya:

  • A slice of bread (selembar roti).
  • A bar of chocolate (sebatang cokelat).
  • A glass of water (segelas air).

Bahkan benda abstrak pun bisa dihitung kalau pakai trik ini. Contohnya:

  • A piece of advice (sebuah nasihat).
  • A drop of hope (secercah harapan).

Dengan menambahkan satuan di depannya, benda yang tadinya abstrak jadi punya wujud yang jelas dan bisa dihitung dalam logika countable dan uncountable noun.

Contextual Nouns

Bahasa Inggris itu unik dan dinamis. Ada beberapa kata yang bisa jadi countable di satu situasi, tapi berubah jadi uncountable di situasi lain. Pemahaman level lanjut soal countable dan uncountable noun ini bakal bikin skill kamu naik level.

  • Contoh katanya adalah Rambut (Hair). Kalau bicara rambut di kepala secara umum (satu kesatuan): My hair is long (Uncountable). Sementara kalau nemu helai rambut di sup (satuan): There is a hair in my soup (Countable).
  • Contoh Kasus: Kopi (Coffee): penyebutan kopi ebagai tanaman atau bubuk menggunakan uncountable, Coffee grows in Brazil. Sementara kalau sebagai pesanan minuman di kafe seperti “Two coffees, please”, artinya menggunakan Countable, karena maksudnya adalah two cups of coffee.

Jeli melihat konteks adalah kunci menguasai materi ini dengan sempurna.

Jangan Cuma Dihafal, tapi juga Dipakai Dong!

Belajar teori countable dan uncountable noun memang penting, tapi kalau cuma dihafal di kepala, percuma saja. Kamu bakal tetap kaku saat ngobrol karena terlalu sibuk mikirin “eh ini pakai much apa many ya?”.

Kunci biar lancar adalah pembiasaan. Artinya semakin sering kamu ngomong, semakin telinga kamu peka mana yang enak didengar dan mana yang aneh.

Mau latihan ngomong Inggris yang terarah dan intensif?

Yuk, gabung di SPEAKING INTENSIVE PREMIUM (Basic Speaking) dari Kelas Bahasa. Di program ini, kita nggak bakal nyuruh kamu ngafalin rumus seharian. Kita fokus praktik, praktik, dan praktik sampai lidah kamu luwes dan nggak kaku lagi. Bahasmin dan para mentor tunggu di kelas ya, biar speaking kamu makin lancar!

Daftar sekarang dan rasakan bedanya!

[AKU MAU BELAJAR SPEAKING BARENG KELAS BAHASA SEKARANG]

Referensi: Murphy, Raymond. (2019). English Grammar in Use (5th Edition). Cambridge: Cambridge University Press. https://www.cambridge.org/pm/cambridgeenglish/catalog/grammar-vocabulary-and-pronunciation/english-grammar-use-5th-edition

Rieska Novia
Rieska Novia

Hai! Aku Rieska Novia, fresh graduate ilmu perpustakaan dan informasi. Saat ini lagi menekuni menulis artikel SEO Friendly! Aku sangat tertarik dengan dunia kepenulisan serta literasi digital.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *