
Halo, Bahasawan!
Bahasawan pasti sering melihat kata-kata kecil yang nyempil di depan kata benda bahasa Inggris, kan? Benar, kita sedang membicarakan artikel “a”, “an”, dan “the”. Meskipun bentuknya kecil, peran mereka cukup besar, lho.
Seringkali, saat Bahasmin mengoreksi tulisan atau mendengarkan latihan speaking, kesalahan kecil pada artikel a an the inilah yang bikin kalimat terasa kurang natural, bahkan kadang mengubah makna sepenuhnya.
Banyak yang menganggap remeh materi ini karena terlihat sepele. Padahal, penggunaan artikel a an the adalah fondasi penting untuk menunjukkan apakah benda yang kita bicarakan itu spesifik atau masih umum. Yuk, kita bedah tuntas supaya Bahasawan makin jago!
Memahami Konsep Dasar: Indefinite vs Definite
Sebelum masuk ke contoh, Bahasawan perlu paham dulu pembagian utamanya. Dalam tata bahasa Inggris, artikel a an the dibagi menjadi dua kategori besar berdasarkan fungsinya.
1. Indefinite Article (Tidak Tentu)
Kategori ini diisi oleh “a” dan “an”. Sesuai namanya, artikel ini digunakan untuk benda yang belum jelas, belum spesifik, atau baru pertama kali disebutkan dalam obrolan. Artinya, bendanya bisa yang mana saja.
2. Definite Article (Tentu)
Kategori ini adalah tempatnya “the”. Kita menggunakan “the” ketika bendanya sudah jelas. Artinya, baik pembicara maupun pendengar sudah sama-sama tahu benda mana yang sedang dibicarakan.
Penggunaan artikel a an the ini sebenarnya hanya soal konteks yang mana apakah Bahasawan menunjuk benda khusus atau sembarang benda.
Aturan Penggunaan artikel “a”, “an”, dan “the”
Masih banyak yang tertukar dalam menggunakan “a” dan “an”. Kuncinya bukan pada huruf depan tulisannya, tapi pada suara atau bunyi awal kata tersebut saat diucapkan.
Gunakan “A” untuk bunyi konsonan (mati)

Artikel “a” ini dipakai jika kata bendanya diawali suara selain a, i, u, e, o. Contohnya:
- A car (mobil).
- A laptop (laptop).
- A university (universitas). Meski kata “university” diawali dengan huruf vocal, akan tetapi dibaca dengan bunyi ‘yu’ yang mana huruf y merupakan huruf konsonan. Sehingga menggunakan “a”, bukan “an”.
Gunakan “AN” untuk bunyi vokal (hidup)

Artikel “an” dipakai jika kata bendanya diawali suara vokal. Contohnya:
- An apple (apel).
- An elephant (gajah).
- An hour (jam/durasi). Meski kata “hour” memiliki awal huruf konsonan, namun huruf “h”-nya tidak dibaca (silent h), jadi bunyinya langsung ‘aur’ (vokal). Maka dari itu, pasangannya adalah “an”.
Bahasawan harus hati-hati di sini. Seringkali artikel a an the dipisahkan oleh kata sifat (adjective). Jika ada kata sifat, sesuaikan artikelnya dengan bunyi kata sifat tersebut, bukan kata bendanya. Contoh: A man (seorang pria), tapi jika ditambah kata sifat ‘old’, menjadi An old man.
Baca juga artikel ini: 3 Aturan Penggunaan Countable dan Uncountable Noun.
Penggunaan artikel “The”

Kata “the” dalam pembahasan artikel a an the memiliki fungsi yang lebih spesifik. Bahasawan bisa menggunakan “the” untuk benda tunggal (singular) maupun jamak (plural), asalkan bendanya sudah definite (pasti).
Berikut adalah situasi di mana Bahasawan wajib pakai “the”:
- Benda yang sudah disebut sebelumnya (Second Mention). Misalnya dalam kalimat “I bought a book. The book is interesting.” Pertama kita pakai ‘a’ karena baru mengenalkan bukunya. Kalimat kedua pakai ‘the’ karena kita merujuk ke buku yang baru saja dibeli.
- Benda yang unik (hanya satu). Contohnya pada kata “The sun (matahari)”, “The president (presiden)”, “The world (dunia)”.
- Nama tempat dengan kata “Republic”, “Kingdom”, atau “States”. Misalnya seperti kata “The United States”, “The United Kingdom”. Akan tetapi kalau nama negara biasa seperti Indonesia atau Japan, tidak perlu pakai artikel “the”
- Urutan atau Peringkat (Superlative & Ordinal Numbers). Misalnya dalam kalimat “The best student (murid terbaik)”. “The first chapter (bab pertama)”.
Jadi, kalau Bahasawan ingin menunjuk sesuatu yang spesifik, pastikan “the” tidak ketinggalan dalam susunan artikel a an the kalimatmu.
Mengenal Zero Article (Tanpa Artikel)
Ada kalanya kita justru tidak boleh menggunakan artikel sama sekali. Ini disebut Zero Article. Bahasawan tidak perlu menambahkan a, an, atau the dalam kondisi berikut:
- Nama Orang: I met Budi ✅, bukan I met a Budi ❌
- Nama Kota/Negara (Tunggal): I live in Jakarta ✅, bukan I live in the Jakarta❌
- Benda Jamak yang Bermakna Umum, misalnya “Cats are animals” yang membicarakan semua kucing secara umum. Coba bandingkan dengan kalimat “The cats in the box” yang membicarakan kucing spesifik berada di dalam kotak.
- Nama Bahasa dan Pelajaran: “Math is difficult, English is fun.”
Memahami kapan tidak menggunakan artikel sama pentingnya dengan tahu kapan harus menggunakannya.
Kesalahan Umum dalam Artikel a, an, the
Bahasmin sering menemukan beberapa kesalahan pola yang berulang pada tulisan pemula. Coba cek apakah Bahasawan masih melakukan ini:
- Menggunakan a/an untuk benda jamak.
- Salah: I have a cars.
- Benar: I have cars atau I have some cars.
- Ingat, “a/an” itu artinya satu/sebuah. Tidak logis jika digabung dengan benda jamak.
- Menghilangkan artikel pada profesi.
- Salah: My father is doctor.
- Benar: My father is a doctor.
- Dalam bahasa Inggris, profesi seseorang harus diawali artikel.
- Salah persepsi tentang “The”.
- Banyak yang mengira “the” hanya untuk benda tunggal. Padahal, dalam aturan artikel a an the, kata “the” bebas dipakai untuk jamak maupun tunggal, selama bendanya spesifik.
Masih bingung membedakan benda tunggal dan jamak? Bahasawan bisa baca juga artikel ini: Apa Saja 8 Part of Speech: Panduan Lengkap dan Contoh Kalimat untuk memperkuat dasar noun kalian.
Mengapa Materi Ini Penting?
Mungkin Bahasawan berpikir, apakah native speaker akan paham kalau kita salah pakai artikel? Kemungkinan besar mereka tetap paham maksud utamanya. Tapi, kalimat Bahasawan akan terdengar janggal.
Penggunaan artikel a an the yang tepat menunjukkan level penguasaan bahasa. Dalam penulisan akademis atau email profesional, kesalahan ini bisa mengurangi kredibilitas tulisan Bahasawan. Selain itu, artikel membantu memberikan ritme pada kalimat sehingga lebih enak didengar.
Latihan Sederhana
Untuk menguasai materi artikel a an the, Bahasawan bisa mulai dengan melihat benda-benda di sekitar sekarang juga.
- Sebutkan bendanya. Contoh: A pen.
- Tunjuk bendanya secara spesifik. Contoh: The pen is blue.
- Ubah jadi jamak. Contoh: Pens are useful – tanpa artikel karena umum.
Lakukan latihan ini rutin setiap hari. Lama-kelamaan, Bahasawan akan terbiasa menentukan mana yang butuh artikel dan mana yang tidak tanpa perlu berpikir panjang lagi.
Ingin Lancar Speaking dengan Grammar yang Tepat?
Teori tentang artikel a an the sudah kita bahas tuntas di atas. Sekarang tantangannya adalah mempraktikkannya secara spontan saat berbicara. Jangan sampai teori ini cuma jadi hafalan saja.
Bahasmin mengajak kamu bergabung di SPEAKING INTENSIVE PREMIUM (Basic Speaking) dari Kelas Bahasa. Program ini dirancang khusus buat Bahasawan yang ingin fokus praktik ngomong. Kita akan belajar cara menyusun kalimat yang natural, memperbaiki pengucapan, dan tentunya menerapkan grammar dengan tepat dalam percakapan nyata.
Yuk, gabung sekarang di sini dan mulai bicara Inggris dengan lebih percaya diri!
Referensi:
- Murphy, R. (2019). English Grammar in Use: A Self-study Reference and Practice Book for Intermediate Learners of English (5th ed.). Cambridge University Press. https://www.cambridge.org/us/cambridgeenglish/catalog/grammar-vocabulary-and-pronunciation/english-grammar-use-5th-edition/english-grammar-use-a-self-study-reference-and-practice-book-intermediate-learners-english-5th-edition-book-answers-and-interactive-ebook?format=DO&isbn=9781108586627



