3 Kunci Menguasai Auxiliary Verb Do Does Did Dijamin Paham

ilustrasi auxiliary verb do does did

Halo, Bahasawan!

Bahasa Inggris itu kadang memang aneh. Di bahasa Indonesia, kita cukup bilang “Apakah kamu tidur?” dan kalimatnya sudah benar. Tapi begitu masuk ke bahasa Inggris, kita dipaksa mikir dulu, ini kejadiannya kapan? Siapa yang tidur? Sendiri atau rame-rame?

Gara-gara aturan inilah, banyak orang yang akhirnya stuck. Mau ngomong takut salah, mau nulis takut diketawain polisi grammar. Padahal, penggunaan auxiliary verb do does did itu sebenarnya punya pola yang sangat logis dan sudah berpola. Sekali Bahasawan tahu kuncinya, nggak bakal ketuker lagi seumur hidup.

Artikel ini akan membedah bagaimana auxiliary verb do does did bekerja layaknya kerangka yang menopang kalimat agar terdengar kokoh dan alami. Penasaran nggak sih? Yuk, kita bahas!

Mengapa Bahasa Inggris Sangat Bergantung pada Kata Bantu?

Sebelum kita masuk ke teknis penggunaannya, Bahasawan perlu memahami alasan keberadaan kata-kata ini. Dalam tata bahasa Inggris, kata kerja utama atau yang biasa kita sebut main verb seperti eat, sleep, run, atau work memiliki keterbatasan fungsi. Mereka adalah kata kerja yang manja karena tidak bisa berdiri sendiri untuk membentuk kalimat tanya atau kalimat penyangkalan.

Jika Bahasawan menerjemahkan “Apakah kamu makan?” secara harfiah menjadi “Eat you?”, struktur tersebut akan terdengar sangat asing dan salah di telinga penutur asli. Kalimat tersebut kehilangan penanda waktu dan tata krama gramatikal. Di sinilah peran vital auxiliary verb do does did masuk. Mereka bertugas sebagai asisten yang memberitahu lawan bicara mengenai kapan peristiwa itu terjadi dan siapa pelakunya, bahkan sebelum kata kerja utamanya muncul. Tanpa bantuan kelompok kata ini, komunikasi akan terasa rancu dan membingungkan.

Aturan menggunakan Auxiliary Verbs Do Does Did

Kebingungan yang paling sering terjadi adalah membedakan kapan harus menggunakan Do dan kapan menggunakan Does. Aturan dasarnya sangat ketat namun sederhana. Kedua kata ini hanya digunakan dalam lingkup Simple Present Tense.

Artinya, Bahasawan hanya boleh menggunakannya untuk menyatakan fakta, kebiasaan, atau kejadian yang berlangsung di masa sekarang. Jika konteks waktunya sudah sesuai, langkah selanjutnya adalah melihat subjek kalimatnya.

ilustrasi auxiliary verb do does did
ilustrasi auxiliary verb do does did

1. Aturan kata bantu Do

Kata bantu Do digunakan secara spesifik untuk subjek jamak dan kata ganti orang pertama serta kedua. Jika subjek kalimat Bahasawan adalah I (saya), You (kamu), We (kami/kita), atau They (mereka), maka kata bantu yang wajib digunakan adalah Do.

Contoh penerapan yang benar adalah “Do you agree?” atau “They do not know”. Penggunaan yang salah seperti “Does you agree” sering terjadi karena kurangnya pembiasaan terhadap pengelompokan subjek ini.

2. Aturan Kata Bantu Does

Sementara itu, Does memiliki aturan penggunaan yang berbeda. Kata ini digunakan khusus untuk subjek orang ketiga tunggal. Kategori ini mencakup He (dia laki-laki), She (dia perempuan), It (benda/hewan), dan nama orang tunggal. Satu hal krusial yang perlu diperhatikan saat menggunakan Does adalah perubahan pada kata kerja utama.

Dalam kalimat positif, kata kerja untuk orang ketiga tunggal biasanya ditambahkan akhiran -s atau -es (seperti She works). Namun, ketika auxiliary verb do does did bentuk Does muncul dalam kalimat tanya atau negatif, akhiran tersebut harus dihilangkan. Kalimatnya menjadi “Does she work?”, bukan “Does she works?”. Kembalinya kata kerja ke bentuk dasar ini adalah aturan tata bahasa yang wajib dipatuhi.

Baca juga artikel ini: Simple Present Tense: Contoh Kalimat dan Rumusnya

3. Aturan Penggunaan Did

Setelah memahami aturan masa sekarang, kita beralih ke penggunaan bentuk lampau atau Past Tense. Di sini, Bahasawan akan menggunakan Did. Berbeda dengan bentuk sekarang yang memisahkan subjek, Did berlaku untuk semua jenis subjek tanpa terkecuali. Syarat utamanya hanyalah konteks waktu kejadian yang sudah berlalu, baik itu kemarin, minggu lalu, atau tahun lalu.

Karena sifatnya yang universal, Bahasawan bisa menggunakan Did untuk subjek I, You, We, They, She, maupun He. Contoh kalimatnya adalah “Did you finish the report?” atau “She did not come yesterday“. Kemudahan ini membuat penyusunan kalimat masa lalu menjadi lebih ringkas karena kita tidak perlu menganalisis jumlah subjeknya terlebih dahulu.

Namun, ada satu aturan yang tetap berlaku sama seperti pada penggunaan Does, yaitu soal bentuk kata kerja utama. Karena kata Did sudah berfungsi sebagai penanda masa lampau, kata kerja utama dalam kalimat tersebut tidak boleh lagi berbentuk lampau (Verb 2). Kata kerja harus kembali ke bentuk dasar (Verb 1).

Kesalahan yang sering terjadi adalah penggunaan struktur ganda seperti “Did you ate?”. Kalimat yang benar secara tata bahasa adalah “Did you eat?“. Prinsip efisiensi dalam auxiliary verb do does did melarang adanya dua penanda waktu dalam satu klausa.

Kesalahan Fatal yang Sering Tidak Disadari dalam Penggunaan Auxiliary Verb Do Does Did

Meskipun teorinya terdengar sederhana, praktik di lapangan seringkali berbeda. Bahasmin sering menemukan kesalahan berulang yang dilakukan oleh pembelajar bahasa Inggris terkait auxiliary verb do does did ini. Kesalahan terbesar adalah fenomena penandaan ganda atau double marking. Ini terjadi ketika seseorang terlalu bersemangat ingin menunjukkan waktu kejadian sehingga mengubah semua elemen kalimat.

ilustrasi auxiliary verb do does did
ilustrasi auxiliary verb do does did

Menghindari Kesalahan Penandaan Ganda (Double Marking)

Bahasawan mungkin pernah mendengar atau bahkan tidak sengaja menulis kalimat seperti Did you bought the ticket?” atau Does she works here?”, kan? Bagian ini perlu perhatian khusus karena merupakan sumber kesalahan gramatikal yang paling umum.

Konsep double marking atau penandaan ganda adalah kondisi di mana pembicara menggunakan kata kerja bantu (auxiliary) dan juga mengubah kata kerja utama (main verb), sehingga terjadi redundansi atau pemborosan struktur.

Dalam penggunaan auxiliary verb do does did, fungsi penandaan waktu dan subjek sudah diambil alih sepenuhnya oleh kata bantu tersebut. Oleh karena itu, kata kerja yang mengikutinya harus bersifat netral atau bentuk dasar. Jika Bahasawan mengatakan “Does he likes?”, itu adalah penandaan ganda karena Does sudah menandakan orang ketiga tunggal, sehingga penambahan -s pada likes tidak diperlukan lagi.

Begitu juga dengan Did she went?, di mana Did sudah menandakan masa lalu, sehingga penggunaan went (Verb 2) menjadi berlebihan dan salah. Membiasakan diri untuk langsung mengembalikan kata kerja ke bentuk awal setelah mengucapkan kata bantu adalah kunci kelancaran berbicara yang benar.

Fungsi Penekanan dalam Kalimat Positif

Secara umum, kelompok kata ini memang diajarkan untuk membentuk kalimat tanya dan negatif. Namun, dalam praktik bahasa Inggris sehari-hari, auxiliary verb do does did juga sering muncul dalam kalimat positif. Penggunaan ini valid secara tata bahasa dan memiliki fungsi spesifik, yaitu untuk memberikan emphasis atau penekanan pada pernyataan tersebut.

Ketika Bahasawan mengatakan “I do study every day“, makna kalimat tersebut lebih kuat daripada sekadar “I study every day“. Penambahan do di situ berfungsi untuk meyakinkan lawan bicara atau menyangkal keraguan.

Hal yang sama berlaku untuk bentuk lampau, seperti “I did call you“, yang berarti pembicara menekankan bahwa ia benar-benar telah menelepon. Jadi, jika Bahasawan mendengar struktur ini dalam percakapan atau film, itu bukanlah kesalahan tata bahasa, melainkan variasi penggunaan untuk tujuan ekspresif.

Pelajari Selengkapnya: Pengertian Auxiliary Verb dan Contohnya

Kesimpulan

Penguasaan materi auxiliary verb do does did ini memang membutuhkan latihan yang konsisten. Kuncinya adalah selalu memeriksa konteks waktu sebelum berbicara. Apakah kejadiannya sekarang atau lampau? Jika sekarang, periksa subjeknya. Jika lampau, gunakan Did untuk semuanya. Pola pikir sistematis ini akan membantu Bahasawan berbicara dengan lebih percaya diri dan akurat.

Namun, teori saja tidak cukup kalau lidah tidak dibiasakan. Bagi Bahasawan yang ingin mendalami aspek teoretis dan jenis kata kerja bantu lainnya secara lebih rinci, Bahasmin merekomendasikan untuk ikut program Speaking Intensive dari Kelas Bahasa!

Di program ini, kita tidak hanya belajar rumus, tapi langsung praktik bicara agar grammar kamu otomatis nempel di kepala tanpa perlu mikir lama.

[Yuk, kepoin Program Speaking Intensive di sini!]

Selamat berlatih dan jadikan kesalahan sebagai bagian dari proses belajar, Bahasawan!

Referensi:

Rieska Novia
Rieska Novia

Hai! Aku Rieska Novia, fresh graduate ilmu perpustakaan dan informasi. Saat ini lagi menekuni menulis artikel SEO Friendly! Aku sangat tertarik dengan dunia kepenulisan serta literasi digital.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *