
Halo Bahasawan!
Banyak dari Bahasawan mungkin sudah hafal di luar kepala soal penggunaan Kata Kerja Be (am, is, are). Sejak kita sekolah pasti sudah diajarkan jika “I” itu pasangannya “am”, atau “You” pasangannya “are”.
Tapi, kenapa saat praktik speaking, kalimat seperti “I am agree” atau “She beautiful today” masih sering banget terdengar? Sekilas, pesannya tersampaikan, ya. Tapi kalau kita bedah lagi, ternyata kedua kalimat ini kurang tepat loh, Bahasawan!
Kesalahan ini sangat wajar terjadi. Dalam Bahasa Indonesia, kita tidak punya perubahan kata kerja berdasarkan subjek atau waktu. Tapi di bahasa Inggris, ketelitian ini sangat penting. Nah, kali ini kita bakal membedah tuntas logika penggunaan Kata Kerja Be (am, is, are) supaya Bahasawan bisa langsung praktik tanpa ragu lagi.
Yuk, kita bedah materinya!
Baca Juga: 4 Rahasia Jago Speaking: Teknik Shadowing Bahasa Inggris
1. Fungsi Dasar Kata Kerja Be (am, is, are) sebagai Penghubung

Dalam struktur kalimat bahasa Inggris, Kata Kerja Be (am, is, are) berfungsi sebagai Linking Verb atau kata kerja penghubung. Tugas utamanya adalah menghubungkan Subjek dengan informasi tambahan tentang subjek tersebut. Informasi ini bukan berupa aksi atau tindakan, melainkan status, kondisi, atau keberadaan.
Jadi, kapan kita wajib menggunakan Kata Kerja Be (am, is, are)? Kita menggunakannya saat kalimat tersebut tidak memiliki kata kerja aksi (seperti makan, lari, tidur), melainkan diikuti oleh tiga jenis kata ini:
Kata Sifat (Adjective)
Kata sifat menjelaskan kondisi atau karakter subjek. Karena sifat bukan tindakan, kita butuh Be. Menjelaskan kondisi, perasaan, atau ciri fisik. Contoh:
- I am tired. (Saya lelah). ”tired” di sini bukanlah kata kerja, melainkan kata sifat yang menjelaskan kondisi “saya” sebagai subjek
- The room is clean. (Ruangannya bersih). “clean” adalah kata kerja yang menjelaskan kondisi ruangan.
Kata Benda (Noun)
Kata benda menjelaskan profesi, identitas, atau nama. Karena benda bukan tindakan, kita butuh Be. Contoh:
- She is a dentist. (Dia seorang dokter gigi).
- They are students. (Mereka adalah murid).
Kata Keterangan Tempat (Adverb of Place)
Keterangan tempat menjelaskan lokasi. Karena lokasi bukan tindakan, kita butuh Be. Contoh:
- We are in the classroom. (Kami ada di kelas).
- She is from Jakarta. (Dia berasal dari Jakarta).
Singkatnya, jika dalam kalimat tidak ada kata kerja yang melakukan aksi, maka Bahasawan wajib menyisipkan Am, Is, atau Are sebelum kata sifat/benda/tempat tersebut. Tanpa keberadaan Kata Kerja Be (am, is, are), kalimat-kalimat di atas menjadi tidak gramatikal atau kurang lengkap dalam standar penulisan bahasa Inggris.
2. Aturan Pasangan Subjek yang Tidak Boleh Tertukar
Di poin kedua ini, kita bicara soal Subject-Verb Agreement atau kesepakatan antara subjek dan kata kerjanya. Kata Kerja Be (am, is, are) memiliki aturan pasangan yang mutlak dan tidak bisa ditawar dalam grammar. Bahasmin buatkan rinciannya biar mudah diingat:
Penggunaan “Am”
Kata ini sangat spesifik. Am hanya digunakan jika subjeknya adalah I (Saya). Tidak ada subjek lain yang boleh menggunakan kata ini. Contoh:
- I am ready to learn.
Penggunaan “Is”
Kata ini digunakan untuk subjek tunggal (satu orang atau satu benda) dan kata ganti orang ketiga tunggal. Subjek Kata Ganti untuk “He” (Dia laki-laki), “She” (Dia perempuan), “It” (Benda/Hewan), serta Nama Orang/Benda Tunggal seperti Budi, Sarah, The cat, My phone. Contoh: He is smart. / Budi is here.
Penggunaan “Are”
Kata ini digunakan untuk subjek jamak lebih dari satu dan orang kedua, seperti “You” (Kamu/Kalian), “We” (Kami/Kita), “They” (Mereka), serta nama orang Jamak misalnya Budi and Sarah atau My parents. Contoh: They are happy. / You are my best friend.
Masih sering kepleset pakai is buat you? Tenang, itu wajar kok buat yang jarang praktek. Biar lidah Bahasawan terbiasa dan refleksnya jalan, kita butuh rutinitas ngobrol. Gabung yuk di program Speaking Intensive dari Kelas Bahasa, di sana mentor bakal bantu benerin kesalahan Bahasawan langsung secara real time!
3. Hindari Bentrokan dengan Kata Kerja Aksi (Verb 1)
Banyak Bahasawan sering mencampuradukkan Kata Kerja Be (am, is, are) dengan kata kerja asli (Verb 1). Dalam bentuk Simple Present Tense (kalimat sederhana masa kini), Kata Kerja Be (am, is, are) TIDAK BOLEH bertemu langsung dengan Kata Kerja Dasar (Verb 1).
- Salah: I am agree. (Saya setuju).
- Salah: She is work. (Dia bekerja).
- Salah: We are study. (Kami belajar).
Kenapa salah? Karena kata agree, work, dan study sudah merupakan kata kerja aksi. Kita tidak butuh penghubung lagi. Kalimat tersebut sudah lengkap tanpa bantuan to be.
- Benar: I agree.
- Benar: She works.
- Benar: We study.
Kapan Kata Kerja Be (am, is, are) boleh bertemu kata kerja lain? Hanya jika kata kerja tersebut diubah menjadi Verb-ing (sedang melakukan/Continuous) atau Verb-3 (Pasif). Tapi untuk tahap pemula, fokus saja dulu memisahkan: kalau sudah ada kata kerja aksi, buang to be-nya. Kalau tidak ada aksi (cuma sifat/benda), baru pakai to be-nya.

4. Cara Mengubah Struktur Kalimat Tanya dan Negatif
Setelah paham penempatannya, Bahasawan juga perlu tahu cara mengubah kalimat positif menjadi negatif atau pertanyaan. Logikanya sederhana, kita hanya memindah posisi atau menambah kata.
Kalimat Negatif (Penyangkalan)
Untuk bilang “tidak”, cukup tambahkan kata “not” setelah Kata Kerja Be (am, is, are). Jangan pakai “don’t” atau “doesn’t” di sini ya.
- I am not hungry. (Saya tidak lapar).
- She is not a teacher. (Dia bukan guru).
- They are not here. (Mereka tidak di sini).
Kalimat Tanya (Interogatif)
Untuk bertanya, pindahkan Kata Kerja Be (am, is, are) ke posisi paling depan sebelum subjek.
- Am I late? (Apakah saya terlambat?)
- Is she nice? (Apakah dia baik?)
- Are you busy? (Apakah kamu sibuk?)
Perubahan struktur ini seringkali terlupakan saat kita berbicara cepat. Seringkali kita hanya mengandalkan intonasi naik padahal secara gramatikal yang baku, posisi to be harus pindah ke depan.
Baca Juga: 7 Cara Melatih Pronunciation Inggris Agar Terdengar Natural
Pentingnya Praktik Langsung dalam Speaking
Membaca teori tentang Kata Kerja Be (am, is, are) memang membantu pemahaman kognitif kita. Tapi bahasa adalah keterampilan fisik, melibatkan mulut, telinga, dan refleks otak. Mengetahui rumus “Subject + Is + Adjective” berbeda dengan kemampuan mengucapkan “She is busy” dalam hitungan detik saat ditanya teman.
Banyak Bahasawan yang hafal teori ini di luar kepala, tapi masih terbata-bata saat harus menggunakannya dalam percakapan nyata. Itu karena kurangnya latihan dalam speaking.
Oleh karena itu, Bahasmin sangat menyarankan Bahasawan untuk tidak berhenti di artikel ini. Gunakan pengetahuan ini sebagai modal dasar, lalu uji kemampuan kalian di lingkungan yang mendukung.
Misalnya dengan bergabung di kelas praktik Speaking Intensive dari Kelas Bahasa, kesalahan penggunaan am, is, are akan dikoreksi langsung dengan cara yang konstruktif, sehingga Bahasawan bisa memperbaiki kesalahan tersebut secara permanen.
Kesimpulan
Menguasai Kata Kerja Be (am, is, are) adalah fondasi utama untuk bisa berbicara bahasa Inggris dengan struktur yang benar.
Ingat rangkuman poin utamanya:
- Gunakan sebagai penghubung untuk kata sifat, benda, atau lokasi.
- Pasangkan sesuai subjeknya (Am=I, Is=Single, Are=Plural).
- Jangan gabungkan dengan Verb 1 dalam kalimat sederhana.
- Geser ke depan untuk bertanya, tambah “not” untuk menyangkal.
Jadi, kapan Bahasawan mau mulai serius lancarin Inggris-nya? Nggak perlu nunggu sempurna buat mulai ngomong. Yuk, kepoin program Speaking Intensive dari Kelas Bahasa dan kita mulai perjalanan seru biar Bahasawan makin pede ngomong sama siapa aja.
Sampai jumpa di kelas!
Referensi:
- British Council LearnEnglish. “The verb ‘be'”. https://learnenglish.britishcouncil.org



