7 Poin Pengertian Auxiliary Verb Bikin Jago Bahasa Inggris!

pengertian auxiliary verbs

Halo, Bahasawan!

Sering bingung kenapa ada “do” di kalimat tanya, atau kenapa “is” muncul tiba-tiba di kalimat present continuous? Tenang, itu bukan konspirasi grammar, kok. Itu tandanya Bahasawan sedang berhadapan dengan komponen kalimat yang super penting tapi sering disalahpahami. Iya, auxiliary verb!

Nah, kali ini Bahasmin bakal ajak kamu memahami pengertian auxiliary verb sejelas-jelasnya. Meski topik ini sering dianggap sepele, pengertian auxiliary verb adalah mesin penggerak kalimat bahasa Inggris. Tanpa memahami pengertian auxiliary verb dengan benar, kemampuan speaking maupun writing kita bakal terasa kaku, tidak natural, bahkan bisa salah makna.

Tapi tenang aja, Bahasawan. Bahasmin sudah siapkan panduan lengkapnya loh! Sudah siap menyimaknya? Yuk, siapin catatan biar bisa langsung praktik!


Ingin panduan lengkap cara ngomong Inggris yang natural dan benar? Yuk, praktik langsung bareng mentor di program Speaking Intensive dari Kelas Bahasa! Cek detailnya di sini!


Apa Itu Auxiliary Verb Sebenarnya?

Secara harfiah, pengertian auxiliary verb adalah kata kerja bantu. Posisinya bukan sebagai kata kerja utama, melainkan pendamping. Sementara, yugas utamanya adalah membantu kata kerja utama (main verb) agar kalimatnya punya makna yang lengkap.

Bahasawan bisa menganggap auxiliary verb ini sebagai penunjuk arah. Dia memberi tahu lawan bicara tentang konteks kalimat kamu. “Apakah kamu sedang bertanya? Apakah kamu sedang menyangkal? Atau apakah kejadiannya sudah lewat?”

Tanpa memahami pengertian auxiliary verb, Bahasawan akan kesulitan membentuk kalimat dasar. Misalnya, untuk bilang “Saya tidak tahu“, kita tidak bisa cuma bilang “I no know“. Kita butuh bantuan auxiliary do menjadi “Apa Itu Auxiliary Verb Sebenarnya?

Mari kita luruskan definisinya. Secara harfiah, pengertian auxiliary verb adalah kata kerja bantu. Posisinya bukan sebagai kata kerja utama, melainkan pendamping. Tugas utamanya adalah membantu kata kerja utama (main verb) agar kalimatnya punya makna yang lengkap.

Bahasawan bisa menganggap auxiliary verb ini sebagai penunjuk arah. Dia memberi tahu lawan bicara tentang konteks kalimat kamu. Apakah kamu sedang bertanya? Apakah kamu sedang menyangkal? Atau apakah kejadiannya sudah lewat?

Tanpa memahami pengertian auxiliary verb, Bahasawan akan kesulitan membentuk kalimat dasar. Misalnya, untuk bilang “Saya tidak tahu“, kita tidak bisa cuma bilang “I no know“. Kita butuh bantuan auxiliary do menjadi “I do not know“. Sederhana, tapi fatal kalau salah.

Baca Juga: Apa Saja 8 Part of Speech: Panduan Lengkap dan Contoh Kalimat

Mengapa Auxiliary Verb Sangat Penting?

Banyak pemula yang sering melewatkan kata bantu ini. Padahal, pengertian auxiliary verb memegang tiga fungsi utama dalam komunikasi:

a. Sebagai Penunjuk Waktu (Tenses): Auxiliary verb seperti is, am, are menunjukkan kejadian saat ini, sedangkan was, were menunjukkan masa lalu. Tanpa ini, lawan bicara bingung kapan kejadiannya.

b. Sebagai Pembentuk Suasana (Mood): Dia menentukan apakah kalimat itu fakta, perintah, atau sekadar kemungkinan.

c. Sebagai konstruksi Kalimat: Tanpa auxiliary, kita tidak bisa membuat kalimat tanya (Interrogative) dan negatif (Negative) yang benar secara tata bahasa.

Jadi, menguasai pengertian auxiliary verb adalah cara agar kalimatmu terdengar lebih terstruktur dan mudah dipahami.

Apa Saja Jenis Auxiliary Verb?

pengertian auxiliary verbs
pengertian auxiliary verbs

Dalam tata bahasa Inggris, auxiliary verb terbagi menjadi dua kelompok. Membedakan keduanya akan sangat membantu Bahasawan memahami pengertian auxiliary verb secara menyeluruh.

Primary Auxiliary Verb

Ini adalah kelompok yang paling sering digunakan. Anggotanya ada tiga, yaitu Be, Do, dan Have. Keunikan dari kelompok ini adalah mereka bisa berubah bentuk sesuai dengan subjek dan waktunya.

  • Be (To Be): Is, am, are, was, were. Biasanya dipakai buat menjelaskan status atau kegiatan yang sedang berlangsung (continuous).
  • Do: Do, does, did. Digunakan untuk kalimat tanya, negatif, atau penekanan.
  • Have: Have, has, had. Digunakan untuk kejadian yang “sudah” selesai (perfect tense).

Untuk detail fungsi kata-kata ini, Bahasawan bisa membaca artikel tentang Be, Do, Have yang membahas komponen ini lebih dalam.

Modal Auxiliary Verb

Kelompok kedua adalah Modal. Berbeda dengan Primary, bentuk Modal selalu tetap. Tidak ada penambahan -s, -ed, atau -ing. Contohnya: Can, Could, Will, Would, Should, May, Might, Must. Fungsi mereka memberikan makna tambahan seperti kemampuan, izin, atau keharusan.

Bagaimana Contoh Penggunaan dalam Kalimat?

Biar teori pengertian auxiliary verb ini makin jelas, kita lihat langsung praktiknya. Perhatikan bedanya:

  • Kalimat Positif: She is writing. (Dia sedang menulis). Di sini, is membantu menjelaskan bahwa kegiatan menulis sedang terjadi sekarang.
  • Kalimat Negatif: They do not agree. (Mereka tidak setuju). Kata do muncul khusus untuk mendukung kata not.
  • Kalimat Tanya: Have you finished? (Sudahkah kamu selesai?). Kata have pindah ke depan untuk membentuk pertanyaan.

Melihat pola di atas, jelas bahwa pengertian auxiliary verb adalah kerangka utama dalam kalimat sehari-hari.

Apa Bedanya Auxiliary dan Ordinary Verb?

Ini bagian yang perlu diperhatikan. Kata seperti Be, Do, dan Have memiliki dua fungsi. Kadang jadi pembantu (auxiliary), kadang jadi kata kerja utama (ordinary/main verb).

Cara membedakannya mudah:

  1. Sebagai Auxiliary Verb: Selalu diikuti oleh kata kerja lain. contoh: “I do not know.” (Ada kata kerja know setelah do).
  2. Sebagai Ordinary Verb: Berdiri sendiri tanpa kata kerja lain. Contohnya “I do my homework.” (Hanya ada do, artinya “mengerjakan”).

Memahami perbedaan posisi ini adalah inti dari pengertian auxiliary verb yang sesungguhnya. Jangan sampai tertukar ya, Bahasawan!

Kapan Kita Harus Menggunakannya?

Penggunaan auxiliary verb bergantung pada kebutuhan kalimat Bahasawan saat itu. Berikut panduan singkatnya:

  • Gunakan Do/Does/Did saat ingin bertanya atau menyangkal dalam kalimat verbal sederhana (Simple Tense).
  • Gunakan Is/Am/Are/Was/Were saat ingin menyatakan kondisi atau kegiatan yang sedang berlangsung (Continuous).
  • Gunakan Have/Has/Had saat ingin menyatakan sesuatu yang sudah tuntas (Perfect).
  • Gunakan Modals (Can/Will/Must) saat ingin menyatakan kemampuan atau masa depan.

Dengan panduan ini, penerapan pengertian auxiliary verb dalam percakapan akan terasa lebih natural.


Masih sering bingung kapan pakai ‘Was’ dan kapan pakai ‘Did’? Itu wajar kok! Biar nggak tebak-tebakan terus, mending kita bahas tuntas bareng mentor di program Speaking Intensive dari Kelas Bahasa. Praktik langsung bikin paham lebih cepat. Daftar Kelasnya Di Sini!

Kesalahan Umum yang Sering Terjadi Saat Menggunakan Auxiliary Verbs

Meskipun pengertian auxiliary verb terlihat sederhana, masih banyak kesalahan yang sering terjadi. Bahasmin rangkum poin yang wajib kamu hindari:

  • Double Modals: Jangan pernah menggabungkan dua modal.
    • Salah: I will can come.
    • Benar: I will be able to come.
  • Lupa Bentuk Dasar: Setelah Modal (can, will, must), kata kerja wajib kembali ke bentuk asli (V1).
    • Salah: She can sings.
    • Benar: She can sing.
  • Salah Pasangan Subjek: Perhatikan kesesuaian subjek dan auxiliary (Subject-Verb Agreement).
    • Salah: You does not know.
    • Benar: You do not know.

Baca Juga: 4 Aturan Wajib Kata Kerja Be (am, is, are) untuk Pemula

Kesimpulan

Nah, Bahasawan, itulah 7 poin penting mengenai pengertian auxiliary verb yang sudah kita bahas tuntas. Ternyata konsepnya sangat logis, kan?

Intinya, auxiliary verb adalah alat bantu yang membuat bahasa Inggris menjadi lebih presisi. Tanpa mereka, komunikasi kita akan rawan salah paham. Mulailah perhatikan keberadaan kata-kata kecil ini saat kamu membaca artikel atau menonton film. Semakin peka kamu terhadap penggunaannya, semakin cepat pula kamu menguasainya.

Jangan cuma menghafal teori pengertian auxiliary verb ini, tapi cobalah ucapkan. Bahasa itu keterampilan, lidah harus dilatih agar terbiasa dengan struktur yang benar.


Mau jago speaking dan praktek langsung penggunaan auxiliary verb biar nggak kaku?

Teori sudah di tangan, sekarang saatnya beraksi! Jangan biarkan kemampuanmu diam di tempat. Yuk, gabung sama Bahasmin dan teman-teman lain di program Speaking Intensive. Kita bakal latih mental dan lidah kamu biar makin fasih, luwes, dan percaya diri ngomong Inggris.

👉 Amankan Slot Speaking Intensive Kamu Di Sini Sekarang!

Referensi:

Rieska Novia
Rieska Novia

Hai! Aku Rieska Novia, fresh graduate ilmu perpustakaan dan informasi. Saat ini lagi menekuni menulis artikel SEO Friendly! Aku sangat tertarik dengan dunia kepenulisan serta literasi digital.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *