
Halo, Bahasawan!
Saat belajar bahasa Inggris, kita pasti sering bertemu dengan kata-kata seperti am, is, are, was, dan were. Kata-kata ini dikenal sebagai to be. Biasanya, kita mengartikannya sebagai “adalah” atau “ada”. Namun, dalam tata bahasa Inggris yang lebih lanjut, fungsi to be bisa berubah menjadi sesuatu yang disebut auxiliary verb atau kata kerja bantu.
Dalam penggunaan to be sebagai auxiliary, kata-kata tersebut tidak berdiri sendiri. Mereka bertugas membantu kata kerja utama untuk membentuk struktur kalimat tertentu, yaitu kalimat yang menyatakan kejadian sedang berlangsung (Continuous Tense) dan kalimat pasif (Passive Voice).
Melalui artikel ini, Bahasmin akan menjelaskan secara rinci bagaimana cara menempatkan to be sebagai kata kerja bantu yang tepat. Kita akan membahas aturannya dalam berbagai bentuk waktu (tenses) agar kalimat yang Bahasawan susun menjadi akurat dan sesuai kaidah tata bahasa.
Apa Itu Auxiliary Verb dan Fungsinya?
Dalam sebuah kalimat bahasa Inggris yang lengkap, kita membutuhkan subjek dan predikat. Predikat ini biasanya berupa kata kerja (verb). Namun, ada kalanya kata kerja utama tidak bisa bekerja sendirian untuk menyampaikan makna waktu tertentu.
Di sinilah penggunaan to be sebagai auxiliary sangat dibutuhkan. Ia hadir sebelum kata kerja utama untuk memberikan informasi tambahan mengenai kapan peristiwa itu terjadi atau bagaimana status subjeknya.
Tanpa adanya auxiliary verb, struktur kalimat akan menjadi rancu. Lawan bicara mungkin mengerti maksud Bahasawan, tetapi secara tata bahasa kalimat tersebut dianggap salah. Oleh karena itu, memahami peran ini adalah langkah utama untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris ke level selanjutnya.
Baca juga artikel ini: 7 Poin Pengertian Auxiliary Verb Bikin Jago Bahasa Inggris!
Peran Penting Penggunaan To Be sebagai Auxiliary
Secara garis besar, penggunaan to be sebagai auxiliary punya dua peran vital yang bakal sering banget Bahasawan temui. Yuk, kita bedah satu per satu!

1. Sebagai Pembentuk Continuous Tense
Fungsi pertama dan yang paling umum dari penggunaan to be sebagai auxiliary adalah untuk membentuk Continuous Tense. Ini adalah jenis kalimat yang digunakan untuk menyatakan aktivitas yang sedang dilakukan pada saat berbicara atau pada periode waktu tertentu.
| Rumus | : | Subject + To Be + Verb-ing |
Perhatikan contoh berikut untuk melihat perbedaannya:
- She works hard. (Dia bekerja keras – Fakta umum).
- She is working hard. (Dia sedang bekerja keras – Saat ini).
Pada kalimat kedua, kata “is” berfungsi sebagai auxiliary. Ia menghubungkan subjek “She” dengan kata kerja “working”. Jika Bahasawan menghilangkan “is” dan hanya mengatakan “She working”, kalimat tersebut tidak memiliki predikat yang sah. Inilah inti dari penggunaan to be sebagai auxiliary pada bentuk kalimat aktif yang sedang berlangsung.
Hal ini juga berlaku untuk masa lampau. Jika kejadiannya sedang berlangsung di masa lalu, kita cukup mengganti to be-nya menjadi bentuk lampau (was atau were).
- They were studying when I arrived. (Mereka sedang belajar saat saya datang).
Untuk memahami lebih dalam mengenai rumus kejadian yang sedang berlangsung ini, Bahasawan bisa baca juga artikel ini: Jago Present Continuous Tense: Rumus dan 30 Contoh Praktis
2. Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif
Selain untuk menyatakan aktivitas yang sedang berjalan, penggunaan to be sebagai auxiliary juga merupakan syarat mutlak dalam membentuk kalimat pasif (Passive Voice).
Dalam kalimat pasif, fokus kalimat berubah dari siapa yang melakukan menjadi apa yang dikenai Tindakan. Sehingga pola kalimatnya pun berubah. Jika sebelumnya to be bertemu dengan Verb-ing, pada kalimat pasif to be akan bertemu dengan Verb 3 (Past Participle).
| Rumus | : | Subject + To Be + Verb 3 |
Mari kita lihat contoh penerapannya:
- Aktif: Someone locks the door. (Seseorang mengunci pintu).
- Pasif: The door is locked. (Pintu itu dikunci).
Dalam contoh di atas, kata “is” tidak diartikan sebagai “sedang”, melainkan mengubah makna kata kerja “lock” menjadi “dikunci”. Tanpa penggunaan to be sebagai auxiliary, kita tidak bisa membentuk kalimat pasif yang benar dalam bahasa Inggris. Jadi, jika Bahasawan melihat to be diikuti oleh kata kerja bentuk ketiga, ingatlah bahwa itu adalah kalimat pasif.
Memilih To Be yang Tepat untuk Subjek

Aspek teknis yang tidak kalah penting dalam penggunaan to be sebagai auxiliary adalah kesesuaian antara subjek dan kata kerja (Subject-Verb Agreement). Seringkali kita sudah tahu rumusnya, tetapi salah memilih jenis to be-nya. Berikut adalah panduan singkat agar Bahasawan tidak salah pilih:
Waktu Sekarang (Present):
- Am: Khusus untuk subjek I (Saya).
- Is: Untuk subjek tunggal (He, She, It, Budi).
- Are: Untuk subjek jamak atau You (You, We, They, Budi dan Ani).
Waktu Lampau (Past):
- Was: Untuk subjek tunggal (I, He, She, It).
- Were: Untuk subjek jamak (You, We, They).
Kesalahan dalam memilih pasangan ini akan membuat kalimat terdengar janggal. Misalnya, mengatakan “The cats is sleeping” adalah salah karena subjeknya jamak (cats). Seharusnya kalimat yang benar adalah “The cats are sleeping”. Pastikan penggunaan to be sebagai auxiliary selalu sinkron dengan jumlah subjeknya.
Kesalahan Umum yang Sering Terjadi
Meskipun terlihat sederhana, masih banyak kesalahan yang sering terjadi terkait materi ini. Bahasmin merangkum beberapa kesalahan yang perlu dihindari agar tulisan Bahasawan lebih akurat.
Kesalahan yang paling fatal adalah menggunakan to be pada kalimat verbal sederhana. Ini biasanya terjadi karena penerjemahan kata per kata dari bahasa Indonesia.
Contoh salah:
- I am agree with you.
- She is go to school every day.
Perlu diingat bahwa agree (setuju) dan go (pergi) adalah kata kerja utama. Dalam Simple Present Tense, kata kerja ini tidak membutuhkan bantuan to be. Kalimat yang benar cukup: “I agree with you” dan “She goes to school”.
Jadi, aturan utamanya adalah penggunaan to be sebagai auxiliary hanya muncul jika berpasangan dengan Verb-ing atau Verb-3. Jika kalimat Bahasawan menggunakan kata kerja bentuk pertama (Verb-1) untuk menyatakan kebiasaan, hilangkan to be-nya.
Kapan Menggunakan Being dan Been?
Pertanyaan selanjutnya yang sering muncul adalah mengenai kata being dan been. Apakah keduanya termasuk dalam pembahasan ini? Jawabannya adalah iya. Mereka adalah bentuk lain dari to be yang juga memiliki fungsi sebagai auxiliary.
- Been (Bentuk ketiga dari Be): Kata ini biasanya muncul dalam kalimat Perfect Tense. Contoh: I have been working here for two years. (Saya sudah bekerja di sini selama dua tahun). Di sini, been membantu menjelaskan durasi waktu dari masa lalu hingga sekarang. Ini adalah variasi penggunaan to be sebagai auxiliary yang menunjukkan rentang waktu.
- Being (Bentuk -ing dari Be): Kata ini sering digunakan dalam kalimat pasif yang sedang berlangsung (Passive Continuous). Contoh: The car is being repaired. (Mobil itu sedang diperbaiki). Tanpa kata being, kalimatnya akan menjadi “The car is repaired” (Mobil itu diperbaiki – selesai/fakta), yang maknanya berbeda. Kata being menekankan bahwa proses perbaikan sedang terjadi saat ini.
Memahami variasi seperti being dan been akan memperkaya penggunaan to be sebagai auxiliary dalam kalimat yang lebih kompleks.
Tips Latihan Konsisten
Mempelajari teori hanyalah langkah awal. Untuk benar-benar menguasai materi ini, Bahasawan perlu membiasakan diri dengan pola kalimat yang benar.
Cobalah untuk lebih teliti saat membaca berita atau artikel berbahasa Inggris. Perhatikan setiap kali Bahasawan menemukan kata is, am, are, was, atau were. Cek kata setelahnya:
- Apakah diikuti kata kerja berakhiran -ing? Berarti itu Continuous.
- Apakah diikuti kata kerja bentuk ketiga? Berarti itu Pasif.
Analisis sederhana seperti ini sangat efektif untuk melatih kepekaan kita terhadap penggunaan to be sebagai auxiliary. Semakin sering Bahasawan melihat polanya, semakin alami penggunaan tata bahasa tersebut dalam percakapan sehari-hari.
Baca juga artikel ini: 4 Aturan Wajib Kata Kerja Be (am, is, are) untuk Pemula
Kesimpulan
Demikianlah pembahasan lengkap mengenai penggunaan to be sebagai auxiliary. Intinya, to be tidak hanya berarti “adalah”, tetapi memiliki peran penting sebagai asisten yang membentuk waktu dan jenis kalimat.
Ingatlah tiga poin kuncinya (1) gunakan to be dengan Verb-ing untuk aktivitas yang sedang berlangsung, gunakan dengan Verb-3 untuk kalimat pasif, dan hindari penggunaannya dengan Verb-1 pada kalimat sederhana.
Siap Level-Up Diri di Tahun 2026? Yuk mulai SEKARANG juga!
Nah, sekarang rumusnya udah nempel di kepala, kan? Tapi ingat ya, Bahasawan, rumus penggunaan to be sebagai auxiliary cuma bakal jadi sampah memori kalau nggak pernah keluar dari mulut kamu.
Masalahnya, kadang kita bingung mau praktek sama siapa? Masa ngomong sama tembok terus? Kan nggak asik.
Kalau kamu butuh partner tektokan yang seru, lingkungan yang supportive, plus mentor yang siap benerin pronunciation kamu tanpa bikin mental down, Bahasmin sangat menyarankan kamu buat gabung di kelas ini. Kita bakal ‘paksa’ kamu ngomong sampai lancar!
Siap tantang diri sendiri? Klik di sini buat info lengkapnya di Program Speaking Intensive Kelas Bahasa!
Referensi:
- Murphy, R. (2019). English Grammar in Use. Cambridge University Press. https://www.cambridge.org/us/cambridgeenglish/catalog/grammar-vocabulary-and-pronunciation/english-grammar-use-5th-edition/english-grammar-use-a-self-study-reference-and-practice-book-intermediate-learners-english-5th-edition-book-answers-and-interactive-ebook?format=DO&isbn=9781108586627



