
Halo, Bahasawan!
Sebuah kalimat tidak akan berfungsi tanpa adanya kata kerja. Saat kita berbicara atau menulis, kita pasti ingin menyampaikan pesan tentang apa yang terjadi atau bagaimana keadaannya. Di sinilah peran vital dari topik yang akan kita bahas kali ini.
Bahasmin sering melihat banyak teman-teman yang sudah hafal banyak kosakata benda seperti table, car, house, tapi macet saat harus menyusunnya menjadi kalimat utuh. Masalah utamanya biasanya satu yaitu kurang paham dasar dasar kata kerja. Tanpa elemen ini, komunikasi hanya akan berisi potongan informasi yang tidak menyatu.
Nah, melalui artikel ini, Bahasmin ingin mengajak Bahasawan untuk memahami struktur dan dasar-dasar kata kerja Bahasa Inggris supaya bisa lebih cepat dipahami dan engga bikin bingung lagi deh! Penasaran gak sih? Yuk, siapkan catatanmu!
Baca Juga: 5 Langkah Paham Passive Voice Tenses untuk Pemula Anti Ribet
Pengertian Verb (Kata Kerja)
Sebelum melangkah jauh, kita harus sepakat dulu soal definisi. Sebenarnya verb itu apa dan fungsinya kira-kira apa sih?
Secara harfiah dalam kamus, verbs artinya kata kerja. Namun, fungsinya dalam kalimat jauh lebih luas dari sekadar aktivitas fisik. Dalam pemahaman dasar dasar kata kerja, kata ini berfungsi untuk menjelaskan apa yang dilakukan oleh subjek atau bagaimana kondisi subjek tersebut berada.
Jadi, verb kata kerja adalah komponen yang memberikan kabar atau informasi utama dalam kalimat. Tanpa verb, Bahasawan hanya menyebutkan nama benda atau orang tanpa ada kejelasan apa yang terjadi pada mereka. Memahami definisi ini adalah pondasi paling awal untuk menguasai dasar dasar kata kerja secara utuh.
Mengapa Dasar Dasar Kata Kerja Itu Krusial?
Mungkin Bahasawan bertanya, kenapa sih harus ribet belajar dasar dasar kata kerja? Jawabannya simple yaitu karena waktu.
Bahasa Inggris sangat unik karena verb (kata kerja) di dalamnya menyimpan informasi waktu. Saat Bahasawan bilang “eat” (makan), itu berbeda maknanya dengan “ate” (sudah makan). Dengan menguasai dasar dasar kata kerja, Bahasawan tidak hanya memberi tahu apa yang dilakukan, tapi juga kapan hal itu terjadi. Ini adalah pondasi komunikasi yang efektif agar tidak terjadi salah paham.
Kenalan dengan Jenis-Jenis Verb yang Wajib Diketahui
Nah, biar nggak bingung saat menyusun kalimat, Bahasmin akan membagi kata kerja verb menjadi tiga kelompok utama yang paling sering muncul. Ini adalah inti dari dasar dasar kata kerja yang wajib Bahasawan pahami.
1. Action Verbs (Kata Kerja Aksi)

Ini tipe yang paling umum, paling mudah dikenali dan paling sering digunakan. Sesuai namanya, jenis ini menunjukkan tindakan yang nyata. Dalam mempelajari dasar dasar kata kerja, tipe ini dibagi lagi menjadi dua kondisi:
- Aksi Fisik: Tindakan yang terlihat oleh mata dan melibatkan gerakan tubuh. Contohnya: Run (lari), Eat (makan), Kick (menendang). Saat Bahasawan menggunakan kata ini, orang lain bisa langsung memvisualisasikan kegiatannya.
- Aksi Mental: Tindakan yang terjadi secara internal atau abstrak dari dalam diri kita. Contohnya: Think (berpikir), Decide (memutuskan), Remember (mengingat). Walaupun tidak terlihat gerakannya, kata-kata ini tetap dihitung sebagai action karena subjek sedang melakukan proses sesuatu.
Penting untuk diingat bahwa dalam verb kata kerja tipe aksi, ada yang membutuhkan objek (transitif) dan ada yang tidak (intransitif). Misalnya, kata buy (membeli) pasti butuh objek apa yang dibeli, sedangkan sleep (tidur) bisa berdiri sendiri.
Saat Bahasawan menggunakan dasar dasar kata kerja tipe aksi, audiens langsung bisa membayangkan kegiatannya.
2. Linking Verbs (Kata Kerja Penghubung)
Bagian ini sering menjadi jebakan bagi pemula. Ingat, verbs artinya tidak selalu tentang melakukan aksi. Ada kalanya verb hanya bertugas sebagai penghubung.
Linking verbs menghubungkan subjek dengan informasi tambahan tentang subjek tersebut, baik itu berupa kata sifat (adjective) atau kata benda (noun). Contoh yang paling umum adalah To Be (is, am, are, was, were). Contohnya:
- She is smart. (Dia pintar). Di sini, “is” tidak melakukan aksi, tapi menghubungkan “She” dengan sifat “smart”.
- The soup smells good. (Supnya sangat harum). Kata “smells” menghubungkan “soup” dengan sifat “good“. Dalam konteks ini, “smells” tidak melakukan aksi mencium bau, tapi mendeskripsikan aroma sup tersebut.
Memahami perbedaan ini sangat penting dalam mempelajari dasar dasar kata kerja.
3. Helping Verbs (Kata Kerja Bantu)
Sesuai namanya, jenis ini tidak berdiri sendiri sebagai penjelas utama, melainkan membantu verb utama untuk memberikan makna yang lebih spesifik. Dalam struktur dasar dasar kata kerja, helping verbs (atau auxiliary verbs) punya peran besar dalam menentukan tenses (waktu) dan modalitas. Contohnya: can, will, must, have.
- I will eat. (Saya akan makan). Kata “will” membantu menjelaskan bahwa makannya belum terjadi.
- I am working. Kata “am” membantu menjelaskan bahwa pekerjaan sedang dilakukan sekarang.
- I can work. Kata “can” membantu menjelaskan kemampuan.
Tanpa bantuan kata-kata ini, kita akan kesulitan menjelaskan konteks waktu atau nuansa kemampuan dan kewajiban. Jadi, jangan sepelekan peran kata bantu ini ya, Bahasawan.
Perubahan Bentuk Dasar dasar Kata Kerja Berdasarkan Waktu
Seperti yang sempat Bahasmin singgung di awal, bahasa Inggris itu sangat sensitif terhadap waktu. Bagian inilah yang sering bikin pusing, padahal sebenarnya logis banget! Dalam dasar dasar kata kerja, kita mengenal perubahan bentuk atau yang sering disebut V1, V2, dan V3.
Mari Bahasmin sederhanakan konsepnya:
- V1 (Base Form): Gunakan ini untuk fakta umum, kebiasaan sehari-hari, atau perintah. Misalnya: I go to office. (Saya pergi ke kantor – sebagai rutinitas).
- V2 (Past Form): Digunakan khusus untuk kejadian yang sudah selesai di masa lalu. Waktunya spesifik. Contoh: I went to office yesterday. (Saya pergi ke kantor kemarin).
- V3 (Past Participle): Digunakan untuk kejadian yang “sudah” dilakukan (Perfect Tense) atau kalimat pasif. Biasanya diawali kata have/has. Contoh: I have gone to office. (Saya sudah pergi ke kantor).
Melihat pola ini, jelas bahwa dasar dasar kata kerja sebenarnya hanya soal penempatan konteks waktu yang tepat. Bahasawan tidak perlu menambahkan kata “sudah” atau “kemarin” jika bentuk verb-nya sudah tepat, karena pendengar native speaker akan otomatis paham.
Regular Verbs vs. Irregular Verbs
Saat Bahasawan mulai menghafal kosakata, Bahasawan akan menemukan dua pola perubahan dalam dasar dasar kata kerja.
- Regular Verbs (Beraturan): Ini adalah kelompok kata kerja yang perubahannya mudah ditebak. Bahasawan hanya perlu menambahkan akhiran -ed atau -d untuk bentuk masa lalu (V2 dan V3).
- Clean menjadi Cleaned.
- Start menjadi Started. Pola ini mencakup sebagian besar kata kerja verb dalam bahasa Inggris, jadi cukup membantu bagi pemula.
- Irregular Verbs (Tidak Beraturan): Kelompok ini tidak mengikuti aturan penambahan -ed. Bentuknya bisa berubah total atau malah tidak berubah sama sekali. Tidak ada rumus pasti untuk bagian ini. Satu-satunya cara menguasai bagian dasar dasar kata kerja yang satu ini adalah dengan sering melihat dan menggunakannya. Contohnya:
- Eat menjadi Ate (V2) dan Eaten (V3).
- Cut tetap Cut (V2) dan Cut (V3).
Tips Santai Menguasai Verb Kata Kerja
Bahasmin punya beberapa trik agar Bahasawan bisa lebih cepat paham dengan materi dasar dasar kata kerja:
- Jangan Menghafal Kamus: Serius, itu membosankan. Cobalah buat satu kalimat konyol setiap hari menggunakan satu kata kerja verb baru.
- Baca Bacaan Sederhana: Cari artikel pendek atau buku cerita anak. Perhatikan kata kerjanya. Kenapa penulis pakai went bukan go? Analisis sederhana ini melatih kepekaan.
- Dengar Lagu & Nonton Film: Perhatikan bagaimana verb adalah kunci dari lirik atau dialog favoritmu. Kapan mereka pakai V1? Kapan V2?
- Praktik Ngomong Sendiri: Kedengarannya aneh, tapi menceritakan kegiatanmu sendiri (misal saat masak atau mandi) dalam bahasa Inggris sangat ampuh melatih dasar dasar kata kerja.
Baca Juga: 100% Paham! Latihan Soal Tenses Bahasa Inggris & Jawaban
Kesimpulan
Mempelajari dasar dasar kata kerja bukanlah tentang menghafal tabel yang rumit, melainkan memahami bagaimana kita menyampaikan pesan dan waktu kepada lawan bicara. Ingat, verb adalah nyawa dari kalimatmu. Tanpanya, idemu tidak akan tersampaikan dengan hidup. Mulailah perlahan dari jenis yang paling sering digunakan, lalu kembangkan seiring waktu. Tidak perlu terburu-buru, yang penting konsisten.
Jadi, sudah siap untuk mempraktikkan dasar dasar kata kerja hari ini? Mulailah dari hal kecil, buat satu kalimat tentang apa yang sedang Bahasawan rasakan sekarang.
Siap Ubah Hafalan Kata Kerja Jadi Obrolan Intensive yang Asyik?
Bahasawan, sudah mantap nih dasar dasar kata kerjanya! Tapi, Bahasmin mau tanya, seberapa sering kamu bisa langsung ‘Go’ dari teori ke praktek ngobrol sehari-hari?
Sering kan, sudah hafal Verb 2 atau Tenses, tapi pas mau ngomong langsung, tiba-tiba blank? Itu tandanya, saatnya Bahasawan level up! Jangan cuma jago di kertas, tapi harus lancar di lidah!
Kelas Bahasa punya solusinya, loh! Yuk, langsung kepoin dan daftar kelas SPEAKING INTENSIVE PREMIUM!
Ini kelas yang akan mengubah pengetahuan Bahasawan tentang kata kerja dan grammar lainnya menjadi skill komunikasi nyata.
- Fokus: Belajar ungkapan (ekspresi) yang dipakai orang native speaker setiap hari.
- Metode: Latihan ngomong intensif dan personal dengan tutor yang fokus memberi feedback biar Bahasawan PD (Percaya Diri) 100%!
- Tujuan: Mampu menggunakan kosakata dan grammar yang sudah dipelajari (termasuk kata kerja tadi!) dalam percakapan sehari-hari tanpa mikir lama.
Tunggu apa lagi? Ubah PR Bahasa Inggris jadi Skill Masa Depan di karier dan studi Bahasawan!
DAFTAR SPEAKING INTENSIVE PREMIUM DAN NGOBROL LANCAR SEKARANG!
Referensi:
- Azar, B. S. (2017). Understanding and using English grammar. 5th ed. Longman. https://dn790006.ca.archive.org/0/items/EnglishUnderstandingAndUsingEnglishGrammar/English%3DUnderstanding_And_Using_English_Grammar.pdf






