Regular vs Irregular Verbs: Paham 5 Panduannya dengan Cepat

ilustrasi Regular vs Irregular Verbs

Halo Bahasawan!

Saat kita berbicara bahasa Inggris, kita tidak bisa lepas dari perubahan waktu. Nah, perubahan waktu ini mengharuskan kita mengubah bentuk kata kerjanya.

Di sinilah kita bertemu dengan dua istilah penting, yaitu Regular vs Irregular verbs. Banyak pembelajar merasa kesulitan membedakan kapan harus menggunakan akhiran -ed dan kapan kata kerjanya berubah ejaan. Padahal, jika kita melihat strukturnya dengan teliti, perbedaannya sangat logis dan punya pola yang bisa dipelajari.

Artikel ini akan memandu Bahasawan memahami perbedaan keduanya secara bertahap, mulai dari definisi, pembagian kelompok kata, hingga contoh penggunaannya dalam kalimat. Mari kita mulai pembahasannya!

Baca Juga: Regular Verbs: Rahasia Jago Bahasa Inggris Tanpa Pusing Menghafal

Apa Itu Regular vs Irregular Verbs?

Dalam bahasa Inggris, kata kerja dibagi menjadi dua kategori besar berdasarkan cara perubahannya dari bentuk dasar (Present) ke bentuk lampau (Past). Perbandingan Regular vs Irregular verbs ini adalah fondasi utama dalam menyusun kalimat yang benar.

Regular Verbs atau Kata Kerja Beraturan adalah kata kerja yang mengikuti pola standar. Untuk mengubahnya ke bentuk lampau, Bahasawan hanya perlu menambahkan akhiran -ed atau -d pada kata dasarnya. Polanya konsisten dan berlaku untuk ribuan kata.

Sementara Irregular Verbs (Kata Kerja Tidak Beraturan) adalah kata kerja yang tidak mengikuti pola penambahan -ed. Perubahannya cukup bervariasi, ada yang berubah huruf vokalnya, berubah ejaan secara total, atau bahkan tidak berubah sama sekali bentuknya dari awal.

Memahami perbedaan definisi Regular vs Irregular verbs ini akan membantu Bahasawan menentukan strategi belajar yang tepat untuk masing-masing jenis kata kerja.

Panduan Penggunaan Regular Verbs V1 V2 V3

Regular verbs v1 v2 v3 memiliki pola yang sangat mudah diingat. V1 adalah bentuk dasar, sedangkan V2 adalah masa lampau dan V3 adalah past participle memiliki bentuk yang sama persis.

Rumus bakunya adalah

  • Verb 1: Kata dasar
  • Verb 2: Kata dasar + ed/d
  • Verb 3: Kata dasar + ed/d

Jika Bahasawan mencari 1000 regular verb dan artinya hampir semuanya akan mengikuti aturan ini. Namun, ada sedikit catatan soal penulisan ejaan:

  1. Jika kata berakhiran huruf ‘e’, cukup tambah ‘d’ (contoh: Love menjadi Loved).
  2. Jika kata berakhiran huruf ‘y’ yang didahului konsonan, ubah ‘y’ menjadi ‘i’ lalu tambah ‘ed’ (contoh: Study menjadi Studied).
  3. Jika kata berakhiran satu huruf vokal dan satu konsonan, huruf terakhir digandakan (contoh: Stop menjadi Stopped).

Meskipun aturannya sederhana, pemahaman mendalam tentang ejaan ini sangat penting dalam topik Regular vs Irregular verbs.

Contoh Kalimat Regular Verb

ilustrasi Regular vs Irregular Verbs
ilustrasi Regular vs Irregular Verbs

Agar lebih jelas, mari kita lihat penerapannya dalam kalimat. Berikut adalah contoh kalimat regular verb yang menunjukkan konsistensi bentuknya:

  1. I wash my car every Sunday. (V1 – Kebiasaan)
  2. I washed my car yesterday. (V2 – Lampau)
  3. I have washed my car already. (V3 – Selesai)

Bisa dilihat bahwa antara V2 dan V3 bentuknya sama persis (washed). Ini adalah ciri utama yang membedakan Regular vs Irregular verbs secara visual.

Panduan Penggunaan Daftar Irregular Verb

Sekarang kita masuk ke bagian yang lebih kompleks, yaitu daftar irregular verb. Berbeda dengan regular verb, kata kerja jenis ini tidak memiliki satu rumus pasti. Inilah alasan mengapa banyak orang mencari 1000 irregular verb dan artinya untuk dihafalkan.

Namun, menghafal secara acak itu melelahkan. Dalam perbandingan Regular vs Irregular verbs, cara terbaik menguasai irregular verb adalah dengan membaginya ke dalam tiga kelompok pola perubahan.

Kelompok Kata Kerja Tak Berubah

Ini adalah kelompok kata kerja di mana bentuk V1, V2, dan V3-nya sama persis. Tidak ada perubahan ejaan maupun pengucapan. Contohnya:

  • Cut – Cut – Cut (Memotong)
  • Hit – Hit – Hit (Memukul)
  • Put – Put – Put (Meletakkan)

Kelompok Perubahan Bunyi Vokal

Pada kelompok ini, biasanya huruf vokal di tengah kata berubah, namun pola bunyi akhirnya mirip.

  • Drink – Drank – Drunk (Minum)
  • Sing – Sang – Sung (Bernyanyi)
  • Swim – Swam – Swum (Berenang)

Kelompok Perubahan Total

Ini adalah kelompok yang bentuk V1, V2, dan V3-nya berbeda secara signifikan. Kelompok inilah yang paling sering menonjolkan perbedaan Regular vs Irregular verbs.

  • Go – Went – Gone (Pergi)
  • Eat – Ate – Eaten (Makan)
  • Write – Wrote – Written (Menulis)
  • Buy – Bought – Bought (Membeli)
  • Make – Made – Made (Membuat)
  • See – Saw – Seen (Melihat)
ilustrasi Regular vs Irregular Verbs
ilustrasi Regular vs Irregular Verbs

Kesalahan Umum dalam Penggunaan Regular Vs Irregular Verbs

Ada beberapa jebakan yang sering membuat pembelajar salah langkah dalam topik Regular vs Irregular verbs. Mengetahui ini sejak awal akan menyelamatkanmu dari rasa malu.

Kesalahan 1: Over-Generalization (Samarata)

Karena terbiasa dengan regular, kita sering latah menambahkan -ed di semua kata.

  • Salah: I eated noodle.
  • Benar: I ate noodle.

Kesalahan 2: Kesalahan Penggunaan V2 dan V3

Ingat, V2 berdiri sendiri (masa lampau), sedangkan V3 butuh teman yakni seperti have/has.

  • Salah: I seen him.
  • Benar: I saw him. (Atau: I have seen him).

Kesalahan 3: Salah Ucap (Pronunciation)

Pada regular verbs, akhiran -ed tidak selalu dibaca “ed”. Kadang dibaca ‘t’ (washed dibaca washt), kadang ‘d’ (played dibaca playd).

Strategi Belajar Regular vs Irregular Verbs

Setelah mengetahui polanya, bagaimana cara menguasainya? Masalah utama dalam belajar Regular vs Irregular verbs bukan pada pemahaman teori, melainkan pada penggunaannya yang tertukar.

Strategi pertama adalah prioritas. Jangan mencoba menghafal seluruh daftar sekaligus. Pilihlah kata kerja yang relevan dengan aktivitas Bahasawan. Misalnya, jika Bahasawan suka memasak, fokuslah pada kata Cook (Regular) dan Cut (Irregular).

Strategi kedua adalah latihan menulis. Cobalah membuat kalimat sederhana menggunakan contoh kalimat regular verb untuk menceritakan rutinitas, dan gunakan bentuk lampau irregular verb untuk menceritakan pengalaman unik. Contoh latihan: “Yesterday, I played (Regular) football and I won (Irregular) the match.”

Dengan menggabungkan kedua jenis kata kerja dalam satu kalimat, otak Bahasawan akan terlatih membedakan Regular vs Irregular verbs secara otomatis saat berbicara.

Baca Juga: 5 Fakta Penting Perubahan Bentuk Verb 1 2 3

Kesimpulan

Memahami perbedaan Regular vs Irregular verbs sebenarnya sederhana jika kita melihatnya dari segi pola. Regular verbs selalu konsisten dengan akhiran -ed, sedangkan Irregular verbs memiliki variasi bentuk yang perlu diingat per kelompok.

Kunci keberhasilannya adalah konsistensi latihan. Bahasawan tidak perlu terburu-buru menghafal 1000 irregular verb dan artinya. Mulailah dari kata-kata yang sering Bahasawan gunakan setiap hari. Gunakan contoh irregular verb v1 v2 v3 di atas sebagai referensi awal.

Semakin sering Bahasawan berlatih, semakin lancar pula penggunaan bahasa Inggris Bahasawan. Jadi, jangan ragu untuk terus mencoba membuat kalimat sendiri, ya!

Paham Grammar Saja Belum Cukup, Saatnya Bicara Tanpa Ragu!

Bahasawan sudah mantap soal rumus Regular vs Irregular Verbs. Tapi, skill Bahasa Inggris yang sebenarnya itu bukan cuma tahu V2, tapi juga bisa langsung pakai V2 itu di obrolan sehari-hari tanpa perlu mikir lama.

Jangan sampai grammar Bahasawan sudah perfect, tapi pas diajak ngomong Bahasa Inggris malah jadi kaku dan blank!

Saatnya upgrade kemampuan Bahasawan dari sekadar tahu teori ke fase “Bicara Lancar & Pede dalam situasi apa pun.

Langsung aja daftar kelas Speaking Intensive Premium dari Kelas Bahasa! Dalam 1 bulan intensif, Bahasawan akan fokus pada aplikasi nyata dari semua vocabulary dan grammar yang sudah dipelajari.

Dijamin, irregular verbs pun akan keluar secara autopilot di setiap percakapan Bahasawan.

Ayo, tingkatkan skill Bahasa Inggris Bahasawan ke level Bicara yang Powerfull sekarang juga!

[DAFTAR SPEAKING INTENSIVE PREMIUM (1 BULAN/499K) HARI INI!]

Referensi:

Ilustrasi
Logo Putih Kelas bahasa
Logo Putih Kelas bahasa

#StartTheNewYearWithBetterEnglish

Ikuti Kisah Sukses Ribuan Siswa Kelas Bahasa Lainnya Sekarang Juga

Daftar Sekarang
Rieska Novia
Rieska Novia

Hai! Aku Rieska Novia, fresh graduate ilmu perpustakaan dan informasi. Saat ini lagi menekuni menulis artikel SEO Friendly! Aku sangat tertarik dengan dunia kepenulisan serta literasi digital.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *