Panduan Lengkap 5 Perbedaan Active dan Passive Voice yang Wajib Tahu!

ilustrasi Perbedaan Active dan Passive Voice

Halo Bahasawan!

Jujur deh, belajar grammar itu sering bikin kita pengen tutup buku, kan? Apalagi pas ketemu materi soal perbedaan active dan passive voice. Rasanya kok kayak muter-muter aja. Padahal, kalau kita tahu triknya, ini sebenarnya cuma masalah “siapa yang melakukan” dan “siapa yang kena dampaknya“.

Bahasmin tahu betul, mengubah kebiasaan susunan kalimat dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris memang butuh waktu. Makanya, artikel ini disusun khusus sebagai panduan lengkap untuk membahas tuntas materi tersebut tanpa bahasa yang rumit. Mulai dari definisi dasar, lima perbedaan active dan passive voice secara spesifik, hingga ragam contoh nyata di lapangan, semuanya akan kita bedah perlahan. Yuk, kita mulai pembahasannya!

Apa itu Active Voice dan Passive Voice?

Sebelum kita main-main ke bagian teknis dan rumus, kita lurusin dulu konsep dasarnya. Memahami makna dari dua jenis kalimat ini adalah fondasi paling penting supaya Bahasawan nggak gampang terkecoh saat merangkai active and passive voice buat speaking atau writing.

Definisi Active Voice

Active voice atau kalimat aktif adalah struktur kalimat yang menyorot tajam sang “pelaku”. Subjeknya benar-benar proaktif melakukan sebuah aksi atau pekerjaan. Kalau Bahasawan mau cerita secara lugas, percaya diri, dan langsung ke poin utamanya, bentuk aktif inilah yang harus dipakai.

Karena polanya sangat selaras dengan cara kita ngobrol sehari-hari di bahasa Indonesia, materi ini biasanya jadi menu wajib pertama di program kursus bahasa Inggris online untuk pemula biar muridnya cepat PD buat buka mulut dan mulai berbicara.

Definisi Passive Voice

Sebaliknya, passive voice alias kalimat pasif itu sengaja menggeser sorotan utamanya. Pelakunya disingkirkan dari panggung utama, dan yang jadi bintang sorotan justru adalah benda atau pihak yang menerima aksi tersebut.

Kapan kalimat pasif ini dipakai? Bahasawan bisa menggunakannya kalau memang nggak tahu siapa pelakunya, pelakunya sengaja dirahasiakan, atau saat Bahasawan mau bikin teks yang lebih netral dan objektif. Mengetahui kapan harus ganti haluan dari aktif ke pasif adalah inti paling dasar dari esensi perbedaan active dan passive voice.

5 Perbedaan Active dan Passive Voice

Biar pemahaman Bahasawan makin kebentuk, Bahasmin udah ngerangkum lima poin beda nyatanya nih. Coba perhatiin kelima perbedaan active dan passive voice di bawah ini:

1. Arah Fokus Utama Kalimat

Perbedaan active dan passive voice yang paling kelihatan jelas ada di arah fokusnya. Kalimat aktif itu “nunjuk” si pembuat ulah (aktornya), sedangkan kalimat pasif itu “ngelirik” objek yang jadi korban atau penerima aksinya.

2. Posisi Subjek dan Objek

Di kalimat aktif, pelakunya duduk manis di depan kalimat. Di kalimat pasif, posisinya diputar balik. Objek ditarik ke depan buat jadi subjek baru, dan pelaku aslinya digeser ke belakang (biasanya ditambahkan kata by), atau bahkan dicoret sama sekali dari kalimat biar lebih ringkas.

3. Aturan Penggunaan Kata Kerja (Verb)

Di kalimat aktif, Bahasawan bebas pakai tenses apa aja. Mau pakai Verb 1, Verb 2, atau Verb-ing, semuanya sah. Tapi, ada perbedaan active dan passive voice yang super krusial di sini: kalimat pasif wajib hukumnya pakai Verb 3 (Past Participle) di segala situasi dan kondisi waktu. Nggak bisa ditawar!

4. Kehadiran To Be Sebagai Nyawa

Kalimat aktif bisa berdiri sendiri tanpa bantuan to be (kecuali buat hal yang sedang berlangsung). Sebaliknya, kalimat pasif itu “alergi” kalau nggak ada to be (seperti is, am, are, was, were, been, being). Kalau Bahasawan bikin kalimat pasif tanpa menyisipkan to be, itu artinya grammar-nya masih keliru.

5. Rasa dan Kesan yang Ditimbulkan

Kalimat aktif memberikan kesan yang hidup, berenergi, dan sangat personal. Cocok banget buat obrolan santai nongkrong. Sementara kalimat pasif ngasih vibes yang berjarak, sopan, dan akademis. Menguasai perbedaan active dan passive voice berarti Bahasawan tahu cara menempatkan diri dalam berkomunikasi.

Rumus Active dan Passive Voice

Supaya nggak pusing sama teorinya, coba intip tabel sederhana di bawah ini. Bahasmin sengaja bikin panduan rumus active dan passive voice yang anti-ribet:

Jenis KalimatPola SederhanaTips Mengingat
Active VoiceSubjek + Aksi/Verb + ObjekFokus pada: Siapa melakukan apa?
Passive VoiceObjek + To Be + Verb 3Fokus pada: Siapa kena apa?

Rumus Active Voice

Sederhana banget. Tentukan siapa pelakunya, masukin kata kerjanya, lalu sebut sasarannya. Struktur lurus kayak gini jarang banget bikin bingung karena otak kita memang terprogram mikir dengan alur sebab-akibat kayak gini.

Rumus Passive Voice

Nah, di sini butuh kejelian tingkat dewa. Bahasawan harus teliti menyandingkan to be dengan waktu kejadiannya. Pasif itu agak nuntut kepekaan, mirip banget pas kita lagi belajar meracik kalimat langsung dan tidak langsung dalam bahasa Inggris, di mana kita harus ngubah verb dengan sangat hati-hati supaya maknanya nggak lari.

Contoh Active dan Passive Voice dalam Berbagai Tenses

Biar nggak kaku dan langsung nyantol di kepala, ini dia rangkuman contoh active and passive voice full dalam bahasa Inggris dari berbagai macam tenses yang sering dipakai. Jadikan ini contekan andalan Bahasawan!

Contoh dalam Simple Present (Kebiasaan/Fakta)

  • Active: The chef cooks the meal. (Koki itu memasak hidangannya.)
  • Passive: The meal is cooked by the chef. (Hidangannya dimasak oleh koki itu.)

Contoh dalam Present Continuous (Sedang Terjadi)

  • Active: They are painting the wall. (Mereka sedang mengecat dinding itu.)
  • Passive: The wall is being painted by them. (Dinding itu sedang dicat oleh mereka.)

Contoh dalam Simple Past (Sudah Lewat)

  • Active: The author wrote a new book. (Penulis itu menulis buku baru.)
  • Passive: A new book was written by the author. (Buku baru ditulis oleh penulis itu.)

Contoh dalam Future Tense (Akan Datang)

  • Active: The company will hire new staff. (Perusahaan akan mempekerjakan staf baru.)
  • Passive: New staff will be hired by the company. (Staf baru akan dipekerjakan oleh perusahaan.)

Dari tabel di atas kelihatan banget kan? Mau tenses-nya seribet apa pun, kata kerja di bagian kalimat pasif ending-nya selalu mentok di wujud Verb 3 (cooked, painted, written, hired).

Tips Mudah Memahami Perbedaan Active dan Passive Voice

Bahasmin kasih satu trik rahasia. Cara paling gampang nebak perbedaan active dan passive voice pas lagi baca artikel adalah ngelihat kata depannya. Kalau di depan itu benda mati (misal: the document, the laptop, the building), lalu dikawal sama pasangan to be dan Verb 3, itu fix banget kalimat pasif!

Coba bayangin obrolan ini pas lagi di kantor:

  • Bahasawan: “Hey, where is the document? I put it here an hour ago.” (Aktif – Nanya langsung)
  • Teman Kerja: “Oh, the document was moved to the meeting room.” (Pasif – Ngasih info posisi)
  • Bahasawan: “Alright, thanks!” (Aktif)

Di percakapan itu, teman kerja milih kalimat pasif karena dia mau fokus ngasih tahu nasib dokumennya yang udah pindah, bukan siapa yang mindahin. Hal-hal sepele kayak gini tuh bikin obrolan makin natural. Kalau mau ngasah insting percakapan ini, ikutan private vs group class bahasa Inggris online sabi banget buat dicoba lho!

Kesalahan Umum dalam Penggunaan Active dan Passive Voice

Biar makin insightful, Bahasmin sempat ngobrol dan wawancara singkat sama tutor senior di Kelas Bahasa. Bahasmin nanya, “Kak, apa sih error yang paling sering dilakuin anak-anak pas belajar materi ini?”

Ternyata, masalah utamanya bukan karena murid nggak bisa ngafalin rumus. Mereka paham konsepnya. Tapi, hambatan belajar perbedaan active dan passive voice itu justru ada di ketidaktelitian.

Banyak banget murid yang suka asal nulis dan melupakan to be. Contoh kasusnya, pas murid mau nulis “Tugasnya sudah dikumpulkan,” mereka saking buru-burunya malah nulis: “The assignment has submitted.”

Secara arti, kalimat itu salah total! Kalau diartikan, jadinya “Tugasnya telah mengumpulkan sesuatu.” Emang tugas bisa gerak sendiri? Nah, yang benar harusnya disisipkan been di tengahnya menjadi: “The assignment has been submitted.”

Buat Bahasawan yang masih sering tertukar memaknai kata kerja jebakan kayak “diselesaikan” atau done, ada baiknya baca ulasan tentang apa itu done biar pemahaman soal verb makin mantap.

Tutor Kelas Bahasa kasih solusi gampang buat masalah ini: Tanya ke diri sendiri! Setiap mau nulis, cek subjeknya. Bisa nggak subjek ini gerak sendiri ngelakuin aksinya? Kalau benda mati dan nggak bisa gerak, buruan racik pakai rumus pasif. Sesederhana itu logikanya.

Kesimpulan: Yuk, Mulai Praktekkan Sekarang!

Nah, itu dia penjelasan tuntas soal perbedaan active dan passive voice. Sekarang Bahasawan sudah paham, kan? Kunci utamanya sebenarnya simpel banget: kenali siapa yang jadi bintang utamanya. Kalau Bahasawan mau menonjolkan sang “pelaku”, gunakanlah active voice. Tapi, kalau ingin fokus pada “benda/orang yang menerima aksi”, langsung saja putar haluan ke passive voice dengan senjata andalan to be + Verb 3.

Belajar grammar bahasa Inggris itu ibarat belajar naik sepeda. Awalnya mungkin Bahasawan akan sering oleng, lupa menambahkan to be, atau keliru mengingat Verb 3. Dan tahu nggak? Itu wajar banget! Proses trial and error adalah bagian terbaik dari belajar. Semakin sering Bahasawan berlatih membedah kalimat di bacaan sehari-hari, insting grammar ini pasti bakal otomatis nempel di luar kepala tanpa perlu dihafal lagi.

Masih Sering Mentok Kalau Belajar Sendirian?

Nggak usah khawatir! Kalau Bahasawan merasa butuh teman diskusi atau feedback langsung biar grammar nggak cuma sekadar teori, Kelas Bahasa selalu siap menemani progresmu.

Mau grammar makin solid, speaking makin luwes, dan dibimbing langsung oleh tutor berpengalaman dengan suasana yang super fun? Yuk, langsung aja ambil kesempatan Konsultasi GRATIS program belajar di Kelas Bahasa sekarang juga! Jangan biarkan bingung membatasi potensimu. Bersama Kelas Bahasa, mari wujudkan mimpi berbahasa Inggris sefasih native speaker!

FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Active dan Passive Voice

Ini rangkuman pertanyaan dari Bahasawan di luar sana yang kebingungan seputar perbedaan active dan passive voice:

1. Apa perbedaan active dan passive voice secara garis besar?

Bedanya murni ada di pusat perhatiannya. Aktif itu nge-fans sama pelakunya, pasif itu nge-fans sama benda yang jadi korban aksinya.

2. Bagaimana cara menggunakan active voice dalam kalimat?

Taruh pelakunya di paling depan, masukin kata kerjanya, dan selesai! Pakai ini buat ngobrol keseharian biar lawan bicaramu nggak mikir panjang buat nangkep maksudnya.

3. Kapan sebaiknya menggunakan passive voice?

Pas Bahasawan bikin teks resmi (seperti berita atau jurnal ilmiah), pas pelakunya nggak ketahuan, atau pas Bahasawan emang mau jaga perasaan orang dengan nggak nyebut nama pelakunya. Biar pemahaman teorinya makin bulat, mampir deh baca pedoman langsung dari pakarnya di Cambridge Dictionary.

4. Kalau udah paham teori dasarnya, terus ngapain?

Praktek, praktek, dan praktek! Jangan cuma dibaca. Mulai beranikan diri gabung ke kelas bahasa Inggris buat roleplay langsung sama tutor berpengalaman. Semakin sering ngomong, rumus di otak bakal jalan otomatis tanpa perlu diingat-ingat lagi.

Rieska Novia
Rieska Novia

Hai! Aku Rieska Novia, fresh graduate ilmu perpustakaan dan informasi. Saat ini lagi menekuni menulis artikel SEO Friendly! Aku sangat tertarik dengan dunia kepenulisan serta literasi digital.